
Mereka berangkat menggunakan kereta bawah tanah, karena Hamdan tahu, di pagi hari bus akan dipenuhi anak siswa siswi yang akan membuat imannya goyah, maka ia mengajak Yusuf dan Aminah menaiki kereta.
"Imanmu berarti masih lemah, biarlah mereka menggunakan rok mini. Yang penting kita tetap harus menjaga pandangan," ucap Aminah.
"Heh, kau tidak ada di posisiku. Aku sudah berusaha sangat keras menjaga pandanganku, tapi paha mereka yang merusak kesucian mataku, Min!" seru Hamdan.
"Kalian ini, sehari saja tidak bisakah damai sebentar?" sela Yusuf yang mulai panas karena Hamdan dan Aminah selalu berdebat.
Tiba-tiba, seorang wanita yang sebelumnya duduk memejamkan mata di samping Aminah terbangun. Ia langsung berdiri ketika melihat Aminah. Wanita itu terus menatap Aminah dari atas sampai bawah.
"Orang jahat? Aku tahu, agama ini.. dengan membawa tutup kepala ini, adalah orang jahat, yang diberitakan di saluran TV!" teriak wanita itu.
Suasana kereta menjadi heboh, Hamdan langsung menarik Aminah dan melindungi di belakang tubuhnya. Sedangkan Yusuf yang maju, Yusuf ini sudah belajar bahasa Korea dengan baik sebelum berangkat ke Korea, jadi masih bisa berbicara dengan formal dengan wanita itu.
"Mohon tenang, Ahjumma. Percayalah, saudara kami bukanlah orang jahat, agama muslim juga bukan orang jahat," jelas Yusuf.
"Pembohong, aku dengar dari berita dan informasi lain, kalau agama kalian mengebom tempat ibadah kaum lainnya," ucap wanita itu dengan lantang.
"Maaf, biar saya jelaskan tentang ajaran kami. Ajaran kedamaian islam terdapat dalam Al-Qur'an, apa itu Al-Qur'an? Itu pedoman kami, panduan hidup kami, sama halnya Injil atau bibble. Dalam sejarah, Rasulullah tidak selalu melaksanakan perang jika bukan hal tersebut adalah satu-satunya jalan dan media untuk menyebarkan ajaran islam. Kedamaian dan juga keadilan adalah hal yang juga Rasulullah jalankan agar manusia semakin baik di dunia. Siapa itu Rasulullah? Beliaulah kekasih Allah, atau Tuhan kami. Jadi, agama kami ini cinta perdamaian, jika memang ada pengeboman rumah ibadah umat lain, kami yakin itu hanya golongan orang tertentu," jelas Yusuf panjang kali lebar.
"Hah, aku tidak percaya itu!" teriak wanita itu.
"Baiklah, saya tanya. Apa agama anda?" tanya Yusuf.
"Sa-saya, Saya tidak menganut agama lain. Karena saya tidak percaya adanya Tuhan," jawab wanita itu.
__ADS_1
"Anda atheis, dan mengapa anda percaya sekali bahwa kepercayaan kami ini orang jahat? Bahwa anda juga meng-klaim kepercayaan kami agama yang bikin rusuh?" tanya Yusuf lagi.
"Ucup," sela Hamdan. Namun Yusuf hanya menyodorkan tangannya, untuk Hamdan diam sejenak.
"Saya agnostik, bukan atheis. Dasar anak muda jaman sekarang, tidak ada sopan santunnya!" wanita itu terus berbicara dengan ketus.
"Beda! Perbedaan dasar antara agnostik dan atheis adalah agnostik masih memercayai adanya Tuhan jika mereka bisa membuktikan keberadaan Tuhan secara ilmiah. Sementara itu penganut atheis berpandangan bahwa tidak ada Tuhan dan menolak keberadaan Tuhan. Dan anda ada di golongan atheis!" teriak seorang pria yang berdiri di samping wanita itu.
Pada dasarnya, seluruh agama di dunia ini mengajarkan kebaikan. Tak ada ajaran yang menyesatkan, kecuali memang salah satu dari golongan pemberontak agama seperti atheis dan lainnya. Namun, demikian itu kita tidak boleh menghujat orang yang tidak beragama, atau yang beragama lain dari kita.
Wanita itu terdiam, suasana tengang kembali hangat hangat karena wanita itu mengalah dan minta maaf dengan terpaksa kepada Aminah. Aksi Yusuf ini di rekam oleh salah satu siswi yang kemudian di share ke sosial medianya.
"Yusuf, apa yang kamu lakukan tadi.. apa tidak akan berdampak buruk? Ini masalah kepercayaan, sensitif banget. Aku tau perjuanganmu sampai di sini, tapi...." Aminah khawatir dengan Yusuf.
"Ucup benar, apa yang dia katakan tidaklah buruk, maupun hal yang negatif. Santai saja, kalau ada yang melakukan itu lagi kepadamu, langsung beritahu kita, ya?" sahut Hamdan.
-_-_-
Sesampainya di kampus, mereka bertiga terpisah kelas. Beberapa mahasiswa lain mengenali Yusuf dari berita di internet. Berbeda dengan wajah Hamdan dan Aminah yang di blur di berita itu. Semuanya menatap Yusuf dengan pandangan yang berbeda-beda. Ada yang suka dan ada yang tidak.
"Bukankah itu yang ada di berita? Hah? Dia pikir siapa berani menentang orang Korea? Aku dengar, dia bukan asli orang Korea," bisik salah satu dari mereka.
"Aku harap dia segera keluar dari sini,"
"Kau bercanda? Dia begitu keren saat di video itu,"
__ADS_1
"Aku yakin, pasti dia orang yang baik, aku baca di beritanya, kalau dia memarahi ahjumma itu karena merundung saudarinya,"
"Apakah dia islam? Kenapa dia memilih agama itu?"
"Haih, aku sudah menjadi selebritis di sini. Padahal belum ada seminggu di sini," batin Yusuf.
Kelas di mulai, Yusuf di perkenalkan kepada seisi kelas. Memang mereka akui, jika bahasa Inggris Yusuf sangat bagus, namun dalam pelafalan ke Bahasa Korea masih perlu dipertimbangkan lagi.
"Aku dengar, dia anak dari Dokter yang pernah ada skandal 25 tahun yang lalu. Ah, itu sudah lama sekali, apakah orang tuanya asli orang Korea?"
Seisi kelas masih saja penasaran dengan Yusuf. Nama yang begitu sulit disebut oleh orang di sana. Skandal 25 tahun lalu tentang Aisyah dan seniornya memang sangat ramai diperbincangkan dulu, itu mengapa Aisyah memutuskan untuk kembali ke Jogja dan meninggalkan semuanya di Korea.
Kelas selesai, ada seorang mahasiswi yang menghampiri Yusuf. Namanya Eun Mi dan seorang laki-laki bernama Kang Hae Jun. Mereka akan menjadi teman Yusuf karena takdir mempertemukan dua orang itu dengan Yusuf di kelas Teknologi Pangan nanti.
"Hai, namaku Eun Mi, dan ini sahabatku, Kang Hae Jun. Panggil saja Hae Jun. Kau dari Indonesia? Apakah, ibumu seorang dokter?" Eun Mi begitu Rama dengannya.
"Senang berkenalan dengan kalian berdua. Aku Yusuf, iya ibuku sekolah di kota ini dulu. Beliau juga bekerja selama satu tahunan di rumah sakit ternama di kota ini," jawab Yusuf.
"Tak salah lagi, dia anak dari sahabat Mamaku!" teriak Hae Jun.
"Maksudnya?" tanya Yusuf tidak mengerti apa yang Hae Jun katakan.
Rupanya, Kang Hae Jun adalah putra dari sahabat Aisyah dulu. Namanya Min Ah, sahabat Aisyah kedua setelah Bona. Setelah delapan tahun berpisah dengan Aisyah, Min Ah menikah dan langsung mengandung seorang putra bernama Kang Hae Jun. Sejak dulu, Min Ah selalu bercerita tentang Aisyah, bahkan ketika Yusuf akan ke Korea, Bona telah memberi kabar jika putra dari Aisyah akan datang, dan masuk di Universitas yang sama dengan putra Min Ah. Itu mengapa Min Ah ingin, Hae Jun berteman dengan anak sahabatnya itu, Yusuf.
Ayo, ingatan kalian masih bagus gak?
__ADS_1