
Tengah malam, Adam baru saja mengabari Airy. Lewat pesan cintanya, ia mengatakan jika dirinya rindu kepada istri bawelnya.
"Assalamu'alaikum, Alhamdulillah baru aja sampai, nih. Ada beberapa kendala tadi di perjalanan. Maaf ya Cintaku, aku baru ngabarin. Rafa udah bobok, ya? Mas kangen sama istri istimewa, ini. Lagi, apa?"
Pesan itu tak menyentuh lagi, karena beberapa menit yang lalu. Di postingan teman lama Laila, ada foto suami mereka di sana. Karena kesal, Airy tak langsung menggubris pesan dari suaminya.
Beberapa menit yang lalu, ketika Laila membuka sosial medianya, ia melihat postingan dari teman masa sekolah yang tengah bersama dengan suami dan adik iparnya, Adam.
Di foto itu bercaptionkan, "Alhamdulillah, ada dua Mas-Mas sholeh, jadi aku nggak bingung lagi, deh. Makasih ya sudah di beri tumpangan sampai tujuan. Semoga saja kalian belum memiliki pasangan, jadi aku berdoa agar kita bisa di pertemukan kembali."
Laila langsung menunjukan kepada Airy. Mereka paham sekali isi mobil dan baju yang suami mereka kenakan. Kenapa Laila sangat kesal, karena temannya itu, dulu sering sekali membully-nya di sekolah.
"Ini bajunya Mas Adam, dan ini baju yang aku belikan untuk Bang Rai juga. Mereka ngapain satu mobil sama perempuan lain?" kesal Airy.
__ADS_1
"Macem-macem nih, laki! Awas aja, kalau nggak ada penjelasan, pulangnya aku sunat lagi!" Laila merasa gemas.
"Kamu, cemburu?" Airy masih berusaha tenang. Meski dalam hatinya terbakar api cemburu, ia tetap berusaha berpikiran positif.
"Lhah kamu memangnya nggak cemburu? Suamimu se mobil sama wanita seksi dan genit kek Karin, ini!" tunjuk Laila ke ponselnya.
"Oh, namanya, Karin. Coba kamu download, terus kirim ke aku. Kita harus tenang, percaya dengan suami kita. Mereka nggak bakal aneh-aneh, kok. Tenang, saja. Sini, kirimi fotonya!"
Meski dalam hatinya kesal dan panas, Airy tetap meyakinkan perasaan Laila kepada Abangnya. Pesan dari Adam belum juga ia balas, masih ragu untuk membalasnya.
Tetap saja Airy mengangkat telfon dari Adam. Tapi, ia hanya diam saja, membiarkan Adam bicara sendiri.
"Sayang, kok diam, sih?" tanya Adam.
__ADS_1
"Kenapa jam segini baru ngabari?" kesal Airy.
"Kan Mas udah bilang tadi, ada kendala di jalan. Jadi, nggak sempet mau kasih kabar," jelas Adam.
"Oh, nggak sempet kasih kabar ke anak istri, tapi nganterin cewek sampai tujuan gitu? Wassalamua'alaikum!" Airy menutup telfonnya.
Kedua wanita ini merasa di buat kesal oleh suami-suaminya. Mereka memilih untuk tidur lebih awal. Sementara di pihak para suami, mereka bingung, kenapa orang rumah bisa tahu, kalau mereka baru saja menolong seorang wanita.
Beberapa menit kemudian, munculah foto itu. Pantas saja Airy marah, karena ia mengetahui foto itu, pikir Adam.
"Kita jelasin besok aja, deh. Aku capek banget soalnya," ucap Adam.
"Nikah begini rasanya, ya. Pusing Ya Allah," sahut Raihan menarik selimutnya.
__ADS_1
"Kamu belum menikmati nikmatnya syurga, jadi belum tahu. Aku jamin, setelah hal itu terjadi, kamu nggak akan pernah bisa ninggalin istrimu. Tidur, gih!" tutur Adam.
Adam bukan tipe orang yang mampu jatuh cinta pada pandangan pertama. Semua itu sudah ia alami sendiri, rasa suka memang tumbuh di awal, namun cinta itu akan tumbuh ketika mereka dapat melewati malam sesuai dengan syariat. Bukan juga nafsu, tapi cinta itu memang tumbuh ketika Airy sudah menjadi sepenuhnya milik Adam. Pernikahan lewat perjodohan, atau menikah tanpa pacaran rasan-rasan, pasti akan mengerti rasa ini.