Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 71


__ADS_3

Tidak terasa lebaran sebentar lagi, kehidupan Airy dan Adam pun juga semakin ada kemajuan, ini minggu ke 2 pernikahan mereka. Mereka menjadi semakin dekat dan akrab, bahkan Airy yang badung itu sekarang menjadi manja dengan suaminya. Tetap saja, ia tidak.bisa menghilangan sifat badungnya.


Akhir-akhir ini, Airy mengulagi memanjat pohon lagi , yang membuat pusing Adam, bahkan Adam pun juga di ajari manjat pohon oleh Airy. Sering kali juga Airy mendapat jeweran mantap dari Adam karena kenakalannya. Bahkan ia sering membuat santri kecil menangis, karena ia takut-takuti.


Hari itu, Adam mengajak Airy jalan-jalan berbelanja untuk kebutuhan lebaran, dari mulai sayuran buat memasak, baju baru, kembang meja dan lain-lainnya. Kaki Adam juga sudah membaik, bahkan mendekati kata sembuh. Tidak sengaja, Airy bertemu dengan teman lamanya saat ia duduk di bangku SMP.


"Airy, lu Airy kan?" tanya gadia itu.


"Nih jenglot ngapain juga kesini," bisik Airy.


"Apa lu bilang, lu emang nggak bisa berubah ya, kadal! Ih, sok-sokan pakai gamis syar'i pula, nggak cocok buat lu yang sering petakhilan gini Ry!" kesal gadis itu.


"Biasa aja kali ngomongnya," kata Airy masih santai.

__ADS_1


"Heh, lu nggak inget kejadian 4 tahun lalu, saat kifa masih kelas 2 SMP? Lu kan yang bikin Pak Furqon matanya jadi rusak dan sekarang harus menggunakan kaca mata!" kata gadis itu dengan menunjuk-nunjuk wajah Airy.


Melihat Aiey yang ditunjuk-tunjuk seperti itu, Adam yang sedang membeli sesuatu di sebrang jalan, langsung menghampirinya. Ia lari dan menepis tangan gadis itu menggunakan sedotan.


"Siapa sih lu!" kesal gadis itu.


"Assallamu'alaikum, ada apa ini! Kenapa kamu menunjuk-nunjuk dia?" tanya Adam.


"Ck, lagi-lagi orang ngganteng terpana dengan sok polosnya Airy, jangan tergoda dengan Syar'i nya Mas, dia ini pembuat onar, biang keladi, pembuat masalah." Kata gadis itu mendorong bahu Airy.


Tanpa basa basi, Airy langsung menarik lengan gadis itu dan mencengkramnya. Gadis itu mengeluh kesakitan saat di cengkram Airy, Adam memintanya untuk.melepaskannya, karena takut akan menajdi bahan tontonan orang yang sedang lewat.


"Sakit ah! Kasar deh," kesal gadis itu melepaskan cengkraman Airy.

__ADS_1


"Maaf ya Mbak, jika istri saya berbuat demikian. Tapi istri saya ini baik kok, kami permisi dulu. Assallamu'alaikum," Adam langsung menggenggam tangan Airy dan mengajak pergi.


"Ustad, cewek kayak dia ini enaknya di celupin di air got. Kenapa harus menjauhinya?" kata Airy dengan amarah.


"Kamu sendang puasa Airy, kita ngalah aja yuk," kata Adam lembut.


"Tunggu! Airy istri lu, dan otomatis lu suaminya. Airy usianya masih 18 tahun, udah nikah? Wah, parah! Parah banget, lu alim-alim gini ternyata penikmat syurga dunia sebelum pernikahan ya, wah wah Airy, dasar munafik lu!" Kata gadis itu dengan menggibas gibaskan rambut.


Plakkkkk Plaakkkk....


Tamparan dua kali dari Airy untuk gadis itu, tamparan itu sangat keras hingga telapak tangan Airy tergambar di pipi mulus nan putih gadis itu.


"Airy!" teriak gadis itu.

__ADS_1


"Satu untuk lu bilang suami gue buta, yang satu untuk lu bilang kalau gue munafik. Impas, Wasallamau'alaikum warrohmatullahi wabbarokatuh, semoga kita berjumpa lagi, oke? Tata, ayo suamiku," Kata Airy menggandeng tangan Adam.


Gadis itu bernama Inka, Inka dan Airy pernah satu kelas saat smp, sebelum Airy pindah lagi karena masalah yang membuatnya harus dikeluarkan, yaitu membuat mata Pak Furqon (guru TIK) menjadi harus menggunakan kaca mata.


__ADS_2