Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 317


__ADS_3

Setelah mendapat izin dari Raihan, Airy dan Laila pun berangkat mengendarai mobilnya ke rumah Farhan. Di jalan, ia melihat Yusuf yang tengah duduk di pinggir jalan seperti orang yang sedang galau.


"Kenapa berhenti?" tanya Laila.


"Bujang kita sedang galau, noh lihat!" tunjuk Airy.


"Lah, ngapain dia duduk di pinggir jalan begitu? Samperin gih! Kasihan amat." kata Laila.


Airy berhenti tepat di depan di mana Yusuf sedang duduk. Lalu memintanya untuk ikut ke rumah Farhan. Yusuf menghela nafas panjang di mobil, ia pun memberitahu video permintaan maaf Mita kepada Laila.


"Oh, jadi Mita sengaja gitu mau buat aku dan Bang Rai celaka?" kesal Laila.


"Kurasa begitu," jawab Yusuf.

__ADS_1


"Sekarang dia ada di mana? Biar aku labrak sekalian!" seru Laila.


"Rumah sakit jiwa," jawab Yusuf.


"Mohon maaf, ane kurang denger, nih! Di mana?" tanya Laila.


Yusuf pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Mendengar jika Mita mengalami gangguan kejiwaan, Laila jadi tidak tega untuk berbuat lebih dalam lagi. Bahkan, ia sudah memaafkan dan ingin melupakan kejadian yang sudah berlalu. Termasuk teror yang belum terpecahkan.


Sesampainya di rumah Farhan yang megah itu, mereka sudah di sambut oleh Mala, istri Farhan sekaligus sahabat Aisyah. Adik Diaz berasa di luar kota bersama dengan Ibu kandung Farhan saat ini, jadi Farhan dan Mala hanya berdua di rumah. Karena Diaz belum pulang dari Kairo.


"Kamu manggil Ibunya Diaz dengan sebutan Tante, kenapa sama aku kamu memanggilku, Kakung? Ora adil!" protes Farhan yang masih terlihat awet muda.


"Protes mulu, nih Airy bawain Kakung menang sagu sama bolu. Tadi, kata Tante Mala, Kakung minta di buatin bolu," ucap Airy memberikan tempat makan yang berisikan bolu dan menang sagu kepada Fathan.

__ADS_1


Karena Laila sangat penasaran dengan kisah cinta Ruchan dan Leah, perlahan Farhan menceritakan setiap kisah detail tentang mereka berdua. Baginya, kisah Ruchan Leah ini sungguh rumit karena banyak musuh dari pihak keduanya.


"Wah, keren! Pasangan yang unik. Aku rasa, di keluarga ini memang semua pasangannya unik-unik. Hanya kisah Ami dan Papa Rifky aja ya yang adem ayem?" setelah mendengar semuanya, Laila merasa takjub.


"Haha, mereka berdua juga jarang bertengkar yang sampai keluarga turun tangan. Mereka berdua juga mandiri, Aisyah kuliah saja, Rifky bela-belain nemenin dia di Korea dengan meninggalkan Airy dan Raihan bersama Uti-nya," jelas Farhan.


"Ah, aku bangga menjadi anggota keluarga kalian. Terima kasih, Kakung Farhan. Sudah mau menceritakan kisah inspirasi seperti ini," ucap Laila.


Nampak Yusuf masih saja diam saja, ia sibuk dengan buku dan earphonenya. Mendengarkan sholawat dan membaca buku, menurutnya lebih cepat menenangkan hati daripada banyak cerita. Namun, pikiran Yusuf masih saja terganggu oleh ekspresi wajah Mita ketika mendengar dirinya adalah adiknya Raihan.


"Astaghfirullah hal'adzim, haih, kenapa aku merasa nggak tega sih sama, Kak Mita. Bukan apa-apa, tapi takut jika dirinya tak bisa sembuh dan malah lebih parah. Ah, kenapa aku tadi bilang seperti itu, sih!" gerutunya dalam hati.


Segera Yusuf meminta Airy dan Laila untuk segera pulang. Karena ia masih harus menyelesaikan masalah teror yang sempat tertunda karena harus ke rumah sakit jiwa.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Yusuf langsung pergi ke rumah lama rumah yang di tempati Raihan. Di depan pintu, ternyata ada sebuah paket lagi yang membuat Yusuf semakin geram. Kali ini, ada secarik kertas dengan surat cinta dengan menggunakan bahasa Inggris. Di tunjukkan kepada Aisyah. Dari siapa surat itu?


__ADS_2