
Airy bergegas ke kampus hari ini. Tugasnya banyak yang harus ia kasih ke dosen pagi ini. Karena tidak mau ada hal buruk terjadi, Asam mengantar Airy sampai ke kampus menggunakan motor biar cepat.
"Nanti pulang Mas jemput, sekalian langsung ke Jogja ya, pokoknya nanti Mas akan beresin semua barang-barang keperluan kita nanti di Jogja. Gimana? " usul Adam.
"Muah," Airy mengecup pipi Adam. Membuat Adam terkejut, dan langsung menengok ke mana kekiri, takut ada yang melihatnya.
Airy pun masuk ke kampus, ternyata Rindi sudah menunggunya di dalam. Mereka pun masuk ke kelas bersama. Disisi lain, sahabat Maureen kesal melihat Maureen sangat akrab dengan Airy. Selama Maureen dekat dengan Airy dan Rindi, Maureen jadi mengabaikannya. Bukan hanya mengabaikan nya, malah sekarang mereka berdua jarang lagi bersama.
"Maureen, nanti kita ke cafe tempat favorit kita yuk. Udah lama loh kita nggak kesana." Sisil mencoba menarik perhatian Maureen.
"Emm, nggak deh. Hari ini aku mau main kerumah Airy, iya kan Ry?" jawaban Maureen membuat Sisil kesal.
__ADS_1
"Mau ngapain kamu ke rumah Airy? Jangan jadi pelakor lu!" Seru Rindi.
"Ih amit-amit, aku pengen main aja sih hehehe boleh kan Ry?" tanya Maureen.
"Maureen! Lu kenapa sih kek gini! Kenapa semenjak dekat dengan kedua cewek munafik ini lu jadi jauhin gue hah! Gue yang nemenin lu dari kecil sampai sekarang!" Emosi Sisil sudah tidak tertahankan lagi. Ia pun langsung duduk di kursinya, bahkan ia bertukar kursi dengan mahasiswa lain agar menjauh dari Maureen, Airy dan Rindi.
"Lah?" ucap Maureen.
"Kenapa tuh sahabat mu? Udah sana bujuk, nanti aku mau pulang ke Jogja. Kapan-kapan aja ya mainnya, oke?" kata Airy sambil makan camilan nya.
Biarpun keputusan itu belum diutarakan kepada Adam, tetapi hal itu sudah Airy fikirkan matang-matang. Bukan hanya Maureen dan Rindi yang terkejut, bahkan Raka juga merasa kehilangan jika Airy tidak melanjutkan lagi kuliahnya.
__ADS_1
"Airy?" Raka masih belum rela jika tak bertemu lagi dengan Airy.
"Aku masih ada di pesantren, jika kalian ingin tau kabarku, main aja ke pesantren." Airy mengatakannya dengan mantap.
Setelah kelas usai, Rindi menemani Airy menunggu Adam di parkiran. Begitu juga dengan Maureen dan Raka.
"Kamu yakin dengan keputusanmu itu Ry? Nggak nyesel?" Tanya Rindi memastikan lagi.
"Aku sengaja tunda kuliah sampai lahiran, karena mau membantu bangun usaha Mas Adan dulu, lagian aku juga bisa fokus menjaga kandungan ku. Aku yakin, jika suatu saat nanti si kantong kresek Sari pasti akan bikin ulah lagi." ucap Airy dalam hati.
Airy hanya tersenyum saja, tak lama setelah itu Adam pun muncul. Mereka juga berpamitan kepada Rindi, Maureen dan Raka kalau mereka berdua akan berangkat ke Jogja hari itu juga. Menambah gelisah di hati Raka, ketika Airy akan ada beberapa hari di Jogja, malah Raka juga sudah tau tentang perkebunan milik Adam.
__ADS_1
Raka memang nampak seperti drama, tapi ia masih tetap menjaga imej agar terlihat biasa saja. Ini bukan pertemuan terakhir, Adam dan Airy hany akan beberapa hari saja ke rumah Rifky, hanya melepas rindu dan meringankan beban pikiran saja sejenak.
Kekonyolan Airy belum dimulai, nanti setelah sampai di Jogja, Airy bakal menghibur kakak-kakak disini. 😅