Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 116


__ADS_3

2 minggu berlalu, di kampus semua nya berjalan dengan normal. David dan Raka sudah mulai terbiasa dengan setatus Airy. Bahkan mereka juga menjadi teman dalam satu team, kecuali David. Karena dia adalah seorang senior.


Dikantin,


Rindi sedang makan berdua dengan Airy, tiba-tiba Raka ikut bergabung dengan mereka bertiga.


"Assalamu'alaikum, ngikut duduk disini ya. " ucap Adam langsung memakan makanannya.


"Wa'alaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh. " jawab Airy dan Rindi.


Airy merasa tidak enak badan saat itu, sejak pagi ia memang sudah mual dan pusing. Bahkan ia juga tida berselera untuk makan, ketika Raka memaksanya untuk makan, Airy malah semakin mual hingga pingsan.


Karena panik, Raka langsung membohongi dan membawanya ke rumah sakit terdekat bersama Rindi. Melihat Raka yang bersusah payah, David yang tak sengaja melintas di kantin pun melihatnya.


"Hey, ada apa dengan Airy?" tanyanya.


"Sudah tau pingsan, masih aja nanya. Minggir!! Bantu kek apa kek! Mbejejer wae koyo patung selamat datang! " kesal Rindi.


"Lah, aku takon apik-apik loh Rut! (aku tanya baik-baik loh Rut)" sebutan dari David untuk Rindi adalah clurut.


Untung saja David mengendarai mobil ke kampus, jadi ia bisa bertisipasi untuk membawa Airy kerumah sakit. Panik dan gelisah melanda hati mereka bertiga. Tak lama setelah itu, keluarlah Dokter dan membawakan kabar baik.


"Saya boleh bertanya, dimanakah suaminya? " tanya Dokter itu.


"Emm memangnya kenapa ya Dok? " tanya Raka.


"Selamat, pasien sedang mengandung 6 minggu lebih, ini adalah gejala awal kehamilan. Muntah, mual itu hal yang wajar. Ahh pasti bapak suaminya ya, usia muda harus hati-hati ya, jangan melakukan hubungan **** dulu sebelum janin benar-benar kuat. " tutur Dokter itu.


Mereka bertiga hanya saling menatap satu sama lain. Mendengar kehamilan Airy membuatnya tercengang. Langsung saja mereka bertiga masuk keruangan dan menanyakan hal itu kepada Airy. Namun, sebelum itu Raka menebus vitamin dan buku kesehatan ibu dan anak dulu ke Dokter.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Airy kamu bener hamil ini? Diusia yang segini? Yang bener saja?" tanya Rindi masih tidak percaya.


"Wey!! Opo sih, kudune iku yo ngucap syukur, semoga lancar sampai hari persalinan, sehat-sshat kandungnya. Malah di takoni koyo ngono, mikirmu ki meteng gampang! " sontak David merasa kesal dengan pertanyaan Rindi itu.


Airy nampak bodoh dengar ocehan Rindi dan David. Dia malah masih bingung dengan pernyataan Dokter, Dokter belum menjelaskan kepada Airy bahwa dirinya hamil, tetapi ia malah bicara dengan teman-temannya.


"Aku sakit apa sih? Rasanya nggak enak gini, pengen ngamuk rasane!" kesal Airy, karena ia tidak tau apa yang ia rasakan, dan bagaimana mau mengatakan rasa tidak enak badannya itu.


Sebelum Rindi menjelaskan, Raka sudah kembali dari bicara dengan Dokter. Ia juga sudah menebus vitamin dan membawakan buku kesehatan ibu dan anak juga. Raka meminta nomor Adam kepada Rindi, karena ada hal yang ingin ia katakan kepada Adam, tanpa sepengetahuan Airy.


"Aku hamil? Bagaimana bisa? " Airy masih belum percaya.


"Kok bagaimana bisa sih? Ya namanya sudah punya suami, kalau hamil hal yang wajar dong Ry! " sahut David.


Rindi dan David nampak bahagia mendengar bahwa Airy hamil, namun Raka mengetahui sesuatu yang membuatnya kasihan dengan Airy. Ia juga ingin segera memberitahukan kepada Adam tentang apa yang sudah Dokter katakan.


Saat itu, Airy diantar pulang oleh David, Raka dan juga Rindi, mereka sangat perhatian kepada Airy. Bahkan, tas saja dibawakan oleh David. Siapa kira, mereka bisa sekarab itu hubungannya. Bahkan Maureen yang sering usil saja sedikit berubah, walaupun masih sering tidak menyukai Airy karena Raka.


"Eits, janganlah, biar aku saja. Rindi, bantu Kakak seniormu yang ganteng ini ke dapur! " Ajak David.


"Lambemu! " ucap Rindi kesal.


Menunggu Rindi dan David membuatkan minuman, Adam pulang tergesa-gesa saat dengar Airy pingsan dan sempat infus sebentar di rumah sakit.


"Assalamu'alaikum, Airy kemu kenapa? Kamu baik-baik saja kan? Sekarang juga kamu istirahat ya! " Kepanikan melanda hati Adam.


"Heleh, aku baik-baik saja Mas, bangun ah, duduk di sampingku sini. " kata Airy dengan ekpresi wajah datar.


Aku tidak heran jika kau memilih dia sebagai suamimu. Nampak jelas dia sangat mencintaimu Airy, ahhh aku cuma berharap jika cintaku bisa kumiliki. Tapi melihatmu bahagia, aku juga ikut bahagia.

__ADS_1


"Emm Airy, " Raka memberi kode agar Airy memberikan kejutannya itu.


"Ah iya! "


Airy memberikan sebuah kotak, dikotak itu ada sebuah buku untuk kesehatan ibu dan anak, ada juga testpack dan juga hasil USG.


"Apa ini? " tanya Adam seraya membuka kotak itu.


Dibukanya secara perlahan, Adam mulai membuka buku itu dan membacanya. Dia langsung tahu kalau istrinya sedang hamil sekarang. Ia terus menatap Airy dan kembali melihat buku itu lagi.


"Aku akan menjadi ayah? Secepat ini? " tanya Adam dengan mata berkaca-kaca.


Airy mengangguk-angguk, Adam pun mengucap syukur, ia berdoa lalu memeluk Airy dan mengusap-usap perut istrinya itu. Melihat kebahagiaan di wajah Airy dan Adam, membuat Raka semakin tidak tega dengan apa yang Dokter katakan itu. Tapi ia harus tetap memberitahukan kepada Adam, sebelum hal buruk terjadi.


"Mas Adam ya, kita pernah ketemu sebelumnya di alun-alun. " Raka berusaha mengingatkan kembali.


"Ada hal yang ingin saya katakan kepada Mas Adam, kita bahas diluar saja. Karena ini masalah usaha perkebunan, heheh saya tertarik dengan itu, " Raka beralasan agar Airy tidak curiga.


"Kenapa nggak disini saja, aku juga pengen dengar, " kata Airy.


"Ah itu, kamu lihat dua manusia yang di dapur saja, kenapa juga mereka buat minuman lama bener hehe, sekalian temani mereka, takut ada orang ketiga! " seru Raka.


Tanpa rasa curiga, Airy pun masuk ke dapur untuk melihat Rindi dan David. Begitu juga dengan Raka yang langsung menarik Adam keluar untuk membicarakan suatu hal yang penting tentang kondisi kehamilan istrinya. Sebelumnya, Raka meminta maaf terlebih dahulu karena ia sudah mengaku-ngaku sebagai suaminya saat di rumah sakit. Karena jika kalau bukan begitu, Dokter tidak akan mengatakan hal itu kepadanya dan mungkin tidak akan mengetahuinya.


"Ada apa? Kenapa kamu menarik saya? " tanya Adam heran.


"Kondisi kehamilan Airy lemah, rahimnya belum siap untuk mengandung. Saran Dokter, Airy harus benar-benar istirahat total, kalaupun kuliah, dia tidak boleh terlalu stres. Maaf Mas, tadi saya mengaku sebagai suami Airy, karena kalau tidak, Dokter akan bilang itu langsung kepada Airy! " jelas Raka.


"Ini memang terlalu cepat, semua ini salahku yang tidak bisa mengendalikan nafsu, " sesal Adam.

__ADS_1


Yang ditakutkan Adam ternyata menjadi kenyataan, kehamilan di waktu usia muda itu memang tidak semuanya baik ataupun berjalan lancar. Airy memang sudah 18 tahun, tapi semua orang tidak sama, mungkin daya tahan tubuh Airy memang bagus, tapi tidak dengan rahimnya.


Apa yang akan dilakukan Adam dan Raka untuk kehamilan Airy ini? Dan apakah Airy sudah benar-benar siap untuk menjadi seorang ibu?


__ADS_2