
Ustadzah Rani memvideokan kejadian itu, lalu mengirimkannya kepada Ustadzah Ifa yang sedang menjalani masa pingitan dirumahnya. Ponsel memang tidak ia pegang, tetapi jika ada kabar dari Airy, Ustadzah Ifa langsung siap mengamatinya. Ustadzah Ifa sangat bahagia melihat sisi lain dari Airy, Entah mengapa Usatdzah Ifa sangat menyayangi Airy sejak pertama kali mengenalnya. Dan juga hanya Ustadzah Ifa lah yang bisa menangani kenakalan Airy, dan mungkin ada orang kedua setelah ini yang bisa menangani kenakalan Airy.
"Kamu ini memang sepesial Airy, sejak awal memang kamu sudah mampu menarik perhatianku, bahkan aku sampai menyayangimu seperti ini. Hanya saja sifatmu itu yang perlu dirubah, semoga saja Adam bisa memiminpinmu di jalan yang Allah ridhai, Amiin." Ucap Ustadzah Ifa seraya menyentuh foto Airy.
Uluran tangan Airy juga ditepis oleh Rindi, hatinya masih belum percaya jika Airy mau berteman dengannya. Apalagi dirinya sangat membenci Airy yang selalu mampu merebut posisinya, sebagai santriwati paling populer dan pintar.
"Walapun hanya sisa satu manusia dimuka bumi ini, aku tidak akan pernah sudi berteman denganmu Airy!" Kata Rindi dengan sangta ketus, ia langsung bangkit dan meminta Siti untuk mengantarnya kekamar mandi.
"Kiamat dong jika kita tinggal berdua, aku juga tidak mau wahai kisanak! Nggak mau jugalah menjadi saksi hari akhir,kafir dong aku, kamu aja sendiri. Aku kan,... Aku..... kenapa pusing gini ya, kek mau pingsan deh, aku mau pinsan aja lah, pusing ba......" Airy tiba-tiba pingsan.
Tubuhnya tergeletak dilantai, darah di tanganya juga mengalir sangat deras bagaikan air terjun curug silawe yang terletak di Kecamatan Kajoran. Ternyata lukanya cukup dalam, di tambaha ia belum sempat memakan makanan yang Adam berikan, ditambah lagi ia harus jongkok terlalu lama saat menunda Rindi melakukan percobaan menyembelih tangannya itu.
"AIRY!!" Teriak Nadia.
Semua santriwati langsung mencoba mengangkat Airy ke kamarnya, lalu memanggil Raihan agar bisa dibawa kerumah sakit terdekat dari Pesantren. Rindi yang mendengar itupun langsung pergi menghamiri Airy. Tidak merasa bersalah, memang sedang ada yang ia sembunyikan dari semua orang.
"Kau menyelamatkan nyawaku, memberiku kesempatan hidup dan memberikan kesempatan juga menjadi temanmu. Tapi jika aku menjadi orang baik untukmu sekarang, Papa dan Mamaku akan menyuruhku untuk melakukan hal yang lebih jahat lagi kepadamu Airy.Maafkan aku, kita memang sebaiknay tidak berteman" Kata Rindi langsung pergi begitu saja.
Tak selang beberapa lama, Ustdazah Rani meminta semua santriwati untuk masuk kekamarnya, karena Raihan akan masuk ke wilayah santri putri. Termasuk Nadia harus masuk dulu kekamar santriwati yang lain. Raihan sangat cemas mendengar Airy jatuh pingsan dengan tangan terluka, begitupun dengan Diaz yang sebelumnya sedang bertemu dengan Ustad Zainal, karena Kyai besar sedang keluar kota.
Raihan menggendong Airy, lalu masuk kemobil yang sudah Adam siapkan, karena kebetulan Adam juga sedang berada bersama Raihan, Diaz dan Ustad Zainal. Raihan sangat khawatir kepada Airy, ia terus berusaha membangunkan Airy dengan mengusap-usap tangannya.
__ADS_1
"Airy kamu kenapa, bangun dong Airy. Ya Allah, kamu adik perempuan Abang satu-satunya," Kata Raihan cemas.
"Sabar Han, aku yakin Airy pasti baik-baik saja, inget waktu itu Airy bagaimana, sampai ia harus menghafal surah Al-kautsar sampai setor 50 kali, adikmu memang bandel Han, kita berdoa saja semoga Airy tidak apa-apa" Hibur Diaz.
"Amiin Diaz, Mas Adam bisa lebih cepat nggak, aku semakin khawatir ini." Pinta Raihan.
Mendengar itu, Adam langsung menambha kecepatannya, sampai tiba mereka dirumah sakit. Airy dibawa masuk ke IGD, lalu Raihan dan Adam manunggunya di depan IGD, sedangkan Diaz mengurus administrasinya. Kegelisahan Raihan dan Adam sama-sama sangat tinggi, bagaimana tidak! Satu lagi adalah Abangnya, satu lagi adalah calon suaminya.
-:-:-:-
Pemeriksaan begitu lama, tetapi Dokter dan dua suster sudah keluar dari IGD, mereka malah terpingkal-pingkal saat keluar, menambah Raihan, Adam dan Diaz menjadi bingung. Raihan pun mencoba menanyakan ada apa yang sebenarnya terjadi.
"Iya Dokter, ada apa dengan Airy?" Pertanyaan Adam juga menambah Dokter dan suster tertawa.
"Haahah sek sebentar, tak atur nafas dulu. Diantara kalian mana yang calon suaminya?" Tanya Dokter itu.
"Saya," Jawab Adam kebingungan.
"Selamat, mungkin setelah menikah dengannya, hidupmu banyak dengan kejutan. Oh iya, dia minta kamu untuk beliin nasi padang sekarang juga hahahaha" Kata Dokter itu tak bisa berhenti tertawa.
__ADS_1
"Lalu siapa yang namanya Bang Raihan dan Mas Diaz?" Tanya Dokter lagi, ia juga lagi-lagi tertawa.
"Saya Raihan dan ini Dias" Jawab Raihan.
"Untuk Diaz, dia minta rambutnya di potong, katanya risih melihat rambutmu yang seperti itu, apa lagi kamu jarang mau keramas hahahaha. Dan buat Abang ganteng ini, pasien meminta jangan teralu khawatir, karena magh dia hanya kambuh, dan kebetulan ia belum sempat makan seharian ini. Dia bilang, dia sangat menyayangimu dan Yusuf, tolong jada dia, dia adalah adik yang baik, selama kami mengobati lukanya, ia banyak bercerita tentangmu" Kata Dokter memegang bahu Raihan.
"Semua yang ia ceritakan adalah kebaikan dan kekonyolannya saja, maka dari itu kami tertawa, dan buat kamu calon suaminya, ayo bergegas, dia minta nasi padang!" Kata Dokter itu.
Karena Airy meminta itu, Adam langsung keluar membelikannya nasi padang. Lalu Raihan dan Diaz masuk keruangan dan melihat Airy yang sedang duduk santai dengan memainkan selang infus dan menaikkan satu kakinya sambil bernyanyi.
"Assallamu'alaikum Airy Calista" Salam Raihan dan Diaz.
"Wa'alaikum sallam, ahh Abangku tersayang, dan Mas Diaz, kakak kecilku hahaha apa kabar Diaz" Kata Airy melambaikan tangannya.
"Kamu ini ya Airy, hobby banget buat Abang khawatir deh, Abang sudah panik kamu pingsan tadi tau" Kata Raihan mengusap-usap kepala Airy.
"Iya, jangan di ulangi lah Airy, kami semua menghawatirkanmu, kamu malah cekikikan sediri disini," Sambung Diaz.
"Maaf deh, Maaf ya Abang, tiba-tiba aku kangen sama keenam adik kita, boleh ggak kalau besok minta jemput Papa kesini, pengen pulang" Kata Airy,
"Sama adikku kamu ndak kangen ha? Pilih kasih deh, adikmu ada tujuh tau, Yusuf, Aminah, Maysita, Falih, Mawar, Naura dan Maulana adikku hishh" Kesal Diaz.
__ADS_1
"Oh iya hehehe" Kata Airy cengegesan.
Raihan menanyakan apa yanga sebenarnya telahh terjadi dengan Aiy, Airy memang terbuka dengan siapa saja, ia menceritakan bagaimana Rindi hendak mengakhiri hidupnya ketika ia mengetahui bahwa Adam telah dijodohkan dengan dirinya. Dan taanpa sengaja Adam sudah sampai di depan ruangannya, lalu mendengar semua yang di ceritakan Airy tentang Rindi.