Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 160


__ADS_3

"Miring salah, telentang salah, opo neh mengkurep, paijo!" Kesal Airy yang mulai tidak nyaman tidurnya.


"Laillaha Illallah, kenapa sih, sayang?" Tanya Adam.


Ia heran melihat istrinya yang tak bisa tenang saat tidur. Memang, karena usia kehamilan segitu, sedang susahnya melakukan apapun. Malam itu, Airy sedang menikmati sholawat yang Adam lantunkan. Tiba-tiba, Sari berkunjung ke rumahnya.


"Assalamu'alaikum," salam Sari.


"Wa'alaikumsalam, siapa yang malam-malam begini bertamu?" Gumam Adam.


"Buka dulu saja lah, tapi kok suara nya ndak. asing ya," sahut Airy.


Pintu pun di buka, kaget ketika mengetahui tamu itu, adalah Sari.


"Mau apa kamu kemari?" kesal Airy.


"Aku ingin minta tolong sama kamu Dam. Cepat! Abi ku jatuh di kamar mandi, sedangkan Umi sedang pergi ke rumah saudara, tetangga aku mintai tolong pada nggak mau," alasan Sari.


"Heleh, alesan!" Celetuk Airy.


"Maaf, aku nggak bisa bantu. Istriku sedang hamil besar, dan aku tidak bisa meninggalkannya sendiri di rumah." Tolak Adam.


"Kamu kok gini sih, ayo lah Dam. Dia Abi ku, aku memang sudah berbuat jahat dengan tetangga, jadi mereka nggak mau membantuku. Apakah kau juga begitu? Apakah kau dendam padaku Dam?" kelit Sari.


"Kau keliru menyimpulkan nya Sari. Demi Allah, aku tak pernah dendam denganmu, tapi menjauh darimu itu, itu hal terbaik yang aku lakukan." Jelas Adam.


Sari terus saja merengek dengan sejuta alasan. Bukan luluh, atau mulai simpati, hanya kesal melihatnya bermuka dua seperti itu, kemudian meminta Adam untuk membantu Abi nya itu.


"Sayang, kamu yakin? Dia..." ucap Adam.


Airy mengangguk, ia percaya kepada suaminya. Dengan berat hati, Adam pun mengiyakan dan pergi dengan Sari.

__ADS_1


"Aku memang bodoh, tapi Sari memerlukan bantuan. Aku memang munafik, tapi aku tidak bisa melihat orang lain kehilangan salah satu orang tuannya. Karena aku pernah ada di posisi itu. Ya Allah, lindungi lah suami hamba, dari kelicikan wanita itu Ya Allah. Ku pasrahkan semuanya hanya kepada-Mu, amiin." Airy terus berdoa untuk suaminya.


Sampai tengah malam, Adam belum juga pulang. Airy menghubungi Rindi untuk menemaninya di rumah. Rindi pun datang, ia mengalahkan Airy yang membiarkan Adam pergi bersama Sari tanpa orang ketiga.


"Aku percaya suamiku Rin!" Seru Airy.


"Iya, aku juga percaya dengan Mas Adam. Tapi Ry, dia pergi bersama Sari si licik itu. Hah, mana dia belum pulang lagi, aku telfon Mas Hafiz aja lah." Kesal Rindi.


"Jangan dong. Kamu tau kan aku sama Kak Ale itu gimana! Kita tunggu setengah jam lagi lah," Airy menahan Rindi untuk memberi tahu Hafiz, karena ia tidak ingin ada kesalahan pahaman antara dirinya dan Hafiz.


Di rumah Sari,


"Dimana Abi?" tanya Adam.


"Maafkan aku Adam.... " ucap Sari.


Tiba-tiba ada seseorang yang memukul Adam dari belakang. Dua anak buahnya, mereka yang di suruh Sari untuk memukul Adam. Kemudian, Sari menyuntikkan sebuah obat jahat untuk Adam, agar ia dan Adam. bisa bersatu malam itu.


"Assalamu'alaikum, ma..... " belum juga Hafiz menyelesaikan ucapannya, Airy sudah menyela nya.


"Wa'alaikumsalam, ayo cepat kita susul Mas Adam ke rumah Sari." Sela Airy.


Meraka pun (Airy, Hafiz dan Rindi) menunjukkan ke rumah Sari secepat mungkin. Namun, memang Sari sudah terlanjur melancarkan aksinya. Di luar kamar, Airy, Hafiz dan Rindi mendengar erangan manja dari Sari.


"Sedang apa mereka?" ujar Hafiz.


"Makasih ya Adam, malam ini aku sangat puas. Uh, sprei nya ternodai bercak darah," lirih Sari dari kamar.


Bruaakkkk....


Hafiz mendobrak kamar itu, di temui mereka sudah tak berpakaian, bahkan memeluk satu sama lain. Airy hanya terdiam, ingin menangis, teriak, emosi, namun dia tak bisa mengungkapkan nya.

__ADS_1


Rindi menjambak dan menyeret Sari hingga terjatuh, setelah itu, Adam yang masih belum sadarkan diri, di siram air oleh Hafiz. Kaget, Adam pun terbangun, dan bahkan tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.


"Kenapa aku nggak berpakaian? Astaghfirullah hal'adzim, ada apa ini? Airy?" ucap Adam.


"Hahaha, kau lupa sayang? Malam ini kita melakukan itu berdua, apa kau tidak ingat? Kau telah membuat hangat rahim ku ini." Sahut Sari tertawa menjijikkan.


"Aku hanya ingat, jika aku melakukan hal itu dengan Airy. Bukan denganmu!" Adam tak menyangkalnya.


"Kau...!" Teriak Hafiz mengangkat kepal tangannya.


Airy menahan, meminta Hafiz dan Rindi membawa keluar Sari. Dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dan berbicara berdua dengan suaminya. Setelah semua pergi, Airy memungut baju dan celana Adam, lalu memakai kan nya dengan lembut.


"Airy, aku benar-benar merasa jika aku berhubungan denganmu, Sayang." ucap Adam. Dengan menahan air mata, Airy tetap membantu Adam berpakaian.


"Airy, aku salah. Aku kira, aku berhubungan denganmu. Aku salah Airy! Hukum lah aku! Maafkan aku," Adam terus menyalahkan dirinya sendiri.


"Maaf kan aku juga ya, tapi semuanya sudah terjadi. Jika saja aku nggak memaksa Mas Adam kemari, aku.... " Akhirnya air mata Airy jatuh, ia tak lagi bisa membendung nya. Apa yang terjadi dulu dengan Kyai Mahfudz dan Umi Desi terjadi di kehidupan Airy.


"Jangan nangis Airy, aku mohon. Jangan nangis, maafkan aku Airy. Aku telah menodai pernikahan kita, maafkan aku... " Bukan hanya Airy yang menangis. Bahkan Adam pun tak mampu manahan air matanya.


Airy menyeka air mata Adam. Lalu memeluknya, merasakan sakit, saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, suami yNg ia kasihi baru selesai melakukan hubungan intim dengan wanita lain.


"Aku akan ceritakan masalah ini dengan keluarga, aku yang salah Airy, aku yang salah." Ucap Adam di pelukan Airy.


Menangis tanpa bersuara, memanglah sakit, tapi Airy harus bisa mengontrolnya, agar tidak berpengaruh untuk janinnya. Melihat dari balik pintu, Hafiz ikut merasa sakitnya apa yang Airy rasakan. Padahal, Adam dan Sari tidak melakukan hubungan intim seperti apa yang terlihat.


Sari sengaja, menghipnotis Adam dari alam bawah sadar. Meskipun seorang Ustad, jika hati dan suasana tubuh sedang tidak stabil, bukan hanya hipnotis, bahkan sihir sekalipun mampu menembus iman nya.


Satu jam sebelumnya, Sari sudah melakukan hubungan intim dengan lelaki lain, dengan dalih, jika Sari hamil, ia bisa memanfaatkan situasi itu, untuk merebut Adam kembali dari Airy.


Apakah rencana Sari akan berhasil?

__ADS_1


__ADS_2