
Kia yang sudah sadar melihat sekeliling dimana dia berada, Kia baru tersadar kalau dia sekarang ada di dalam mobil, Kia berontak agar ia di lepas kan, orang yang menculik Kia melihat Kia sudah bangun langsung menatap nya dengan senyuman licik nya, Kia yang melihat senyuman orang yang menculik nya begitu menyeram kan langsung ketakutan.
" Siapa kalian? kenapa kalian menculik saya? apa mau kalian, saya tida kenal dengan kalian semua, tolong lepas kan saya" ucap Kia memohon agar diri nya di lepas kan.
Sedang kan penculik yang mendengar Kia memohon langsung tertawa terbahak bahak.
Hahahahahahahahah
" Kau minta di lepas kan nona, tenang saja nona, kami akan melepas kan mu setelah kami menghabisi anak yang ada di dalam perut mu dan menghabisi nyawa mu" sahut salah satu penculik yang menculik Kia.
Kia yang mendengar ucapan penculik itu langsung menggeleng kan kepala nya, air mata nya sudah mengakir dengan deras nya.
" tolong lepas kan saya, saya mohon" ucap Kia terus memohon.
Mobil yang di tumpangi Kia berhenti di sebuah rumah tua di tengah hutan, Kia yang melihat rumah itu sudah lama tidak di tempati merasa ketakutan. penculik itu menyeret Kia agar keluar dari dalam mobil, Kia measih bertahan tidak mau turun dari dalam mobil karena merasa ketakutan.
" tidak saya tida mau, tolong jangan sentuh saya, jangan sakiti saya" ucap Kia berusaha untuk membela diri nya.
" Ayo turun cepat, kami kakn segera melaksana kan tugas kami untuk membunuh mu sesuai perintah bos kami" ucap penculik itu dengan membentak Kia.
Kia pun di seret seret oleh penculik untuk masuk ke dalam rumah tua, Kia di masuk kan ke dalam ruangan yang begitu gelap, tidak ada lampu sama sekali, Kia merasa ketakutan di dalam sana, pintu di tutup di dan di kunci dari luar, Kia yang ketakutan langsung berlari ke arah pintu.
Dor...dor...dor..( anggap saja suara pukulan Kia mengedor Pintu ya)
" tolong buka nya, saya takut, saya mohon kasihani lha saya" ucap Kia sambil menagis ketakutan.
Kia capek minta tolong karena sama sekali tidak di gubris oleh penculik, Kia menangis duduk di balik pintu, ia merasa ketukan di tambah ia juga takut kalau anak yang ada di dalam kandungan nya sampai di sakiti oleh penculik itu.
" Mas Pandu tolong Kia Mas, Kia takut hiks....hiks..hiks.." ucap Kia memanggil suami nya.
Pandu yang merasa kalau istri nya membutuh kan pertolongan nya segera mejambak rambut nya karena Pandu belum mendapat kabar dari orang suruhan nya dimana istri nya berada.
" Argggggggggghhhhh" teriak Pandu di dalam kamar hotel nya yang msih di temani Aldi dan Bima.
" Sabar ndu, kita masih menunggu kabar dimana Kia sekarang" ucap Bima menenang kan Pandu.
__ADS_1
Aldi terus mengotak atik ponsel nya berharap dengan segera mendapat kan kabar dimana Kia sekarang berada, sedang kan di kamar sebelah mama Dewi masih terus menangis ditemani Anita dan papa Ridwan. sementara Qiara sudah tertidur kembali setelah sadar akibat pukulan yang di berikan penculik pada nya.
" Aku akan membalas dengan balasan yang setimpal kalau terjadi sesuatu dengan Kia ku, tidak akan aku biar kan Ia bisa menghirup udara dengan tenang" ucap Pandu sambil megepal kan tangan nya begitu kuat.
Sementara Kia yang masih menangis di dalam ruangan yang gelap, tiba tiba mendengar suara seperti orang berjalan sambil menyeret nyeret rantai.
Kia langsung berdiri ketakutan, di lihat nya sekililing ruangan dengan bantuan cahaya bulan, tapi Kia tida melihat apa apa sama sekali, di dekat kan telinga nya ke pintu untuk mendengar suara yang di denagr nya, tapi entah kenapa suara nya sudah tidak terdengar lagi.
Kia merasa ketakutan yang luar biasa, tubuh nya gemetaran, Ia kembali mengedor gedor pintu memohon agar di keluar kan dari dlaam ruangan itu.
" Ku mohon pada kalian semua, tolong lepas kan saya, kasihani lha saya" jerit Kia sambil menggedor pintu agar para penculik mendenegar suara nya.
Tapi tiba tiba suara yang di dengar Kia tadi kembali terdengar, bahkan suara itu semakin dekat, Kia yang merasa kan ketakutan langsung membundur kan tubuh nya dari balik pintu. tubuh nya semakin gemetaran, Kia melafas kan doa doa di dalam mulut nya, dengan mulut yang komat kamitsambil menagis begitu deras nya, Kia merasa kepala nya berputar putar karena sangking merasa ketakutan nya, tak lama Kia jatuh pingsan di dalam ruangan yang begitu gelap itu.
Pagi sudah menyapa semua manusia, tapi tidak dengan Pandu, Ia sama sekali belum memejam kan mata nya, pikiran nya masih terus memikir kan dimana Kia berada, Ia terus menanya kan pada polisi yang mecari keberdaan istri nya, begitu juga dengan orang suruhan nya, tapi sapai sekarang belum mendapat kabar.
" Al, sudah hampir delapan jam, tapi Kia belum tau keberadaan nya dimana, aku takut terjadi apa apa pada nya Al" ucap Pandu yang sudah menitik kan air mata nya.
" Sabar ya Ndu, kita juga sudah mengandal kan anak buah kita, mereka terus berusaha mencari dimana keberdaan Kia, cctv jalanan juga sudah kita lihat, tapi mobil yang membawa Kia terlihat masuk ke dalam hutan, dan di sana kita kelilangan jejak.
BYUUUUUUUUR
" Bangun kau wanita pembawa sial" ucap seseorang dengan suara lantang.
Kia langsung tersadar dan melihat siapa yang menyiram nya, Ia menatap wanita di depan nya mengingat ingat siapa wanita yang ada di depan nya, tapi setelah mengingat cukup lama, Kia tida kenal sama sekali dengan wanita yang ada di hadapan nya itu.
" Siapa kamu, kenapa kamu menculik saya, apa salah saya kamu?" ucap Kia bertanya sambil menatap wanita di hadapan nya.
" Kau tidak perlu tau siapa aku, yang jelas aku akan membals dendam pada mu dan keluarga mu kerana sudah membuat hidap sudara ku hancur" sahut wanita tersebut sabil menampar pipi Kia dengan keras, sehingga bibir Kia mengeluar kan darah.
" Aku tidak mengerti apa yang kau ucap kan, siapa saudara mu dan ada hubungan apa dengan ku" ucap Kia lagi.
__ADS_1
" Tidak usah banyak tanya kau wanita pembawa sial" ucap wanita tersebut mencengkram dagu Kia dengan kasar kemudiam melepas kan nya dengan kasar juga.
" Segera siksa dia dan jangan lupa kalian rekam, dan kirim pada suami nya, aku belum mau dia mati sekarang, aku masih mau bermain main dengan nya terlebih dahulu" ucap wanita tersebut kemudian ia duduk di kursi yang ada sudah di siap kan anak buah nya.
Kia langsung di seret dan di duduk kan di atas kursi, kemudian Kia di ikat dengan tali begitu kuat, Kia sama sekali tidak bisa berontak karena ikatan tali yang pada tubuh nya begitu kuat.
Salah satu penculik merekam Kia yang di seret dan di ikat, setelah itu Kia di siram dengan air lumpur dan kejadian itu masih di rekam, Kia hanya bisa menangis sambil melafaz kan doa doa di dalam mulut nya, Ia berharap suami nya segera menemukan diri nya sekarang.
Kia di siksa dengan di jambak oleh penculik dan Kia di lempari dengan bola tepat mengenai perut nya, wanita yang menyuruh untuk menyiksa Kia tertawa melihat Kia merasa kan perut nya terasa keram, Ia menyudahi siksaan Kia beberapa saat karena melihat wajah Kia sudah menahan sakit.
Pandu yang berdiri menatap jendela karena memikir kan bagai mana nasib istri nya, tiba tiba mendengar suara ponsel nya masuk pesan, dengan cepat Pandu membuka pesan yang masuk di Ponsel nya.
Tangan pandu gemeteran melihat Kia di siksa begitu kejam, Pandu melihat Kia kesakitan dan terlihat pucat, Aldi dan Bima juga melihat video tersebut, dengan cepat Aldi melacak nomor ponsel yang masuk di ponsel Kia untuk berada di mana.
Tak lama masuk pesan Vidio tersebut, kembali masuk pesan di ponsel Pandu lagi.
Ini belum seberapa, kau bakalan melihat lebih parah dari ini, dan kabar kalau bayi yang ada di kandungan istri mu tiada terlebih dahulu, isi pesan di ponsel Pandu.
Pandu langsung menghubungi nomor yang terlah mengirim nya pesan, tapi sayang nomor itu sudah tidak aktif lagi, Aldi yang menunggu orang suruhan nya untuk melacak dimana posisi nomor ponsel yang mengirim pesan pada Pandu.
" Kia maaf kan Mas sayang, Mas tidak bisa menjaga mu dengan baik, Mas janji akan menemuka mu dan membalas dengan begitu kejam pada orang yang sudah menyakiti mu sayang" ucap Pandu sambil menitik kan air mata nya.
Kabar Kia di culik sudah terdengar pada sahabat Kia, dengan cepat mereka menghampiri kediaman Atmaja, Firman langsung menyuruh anak buah nya untuk membantu melacak kebaradaan Kia, Ia juga tidak mau kalau Kia smapai kenapa napa.
Bersambung...
Jangan lupa untuk terus mendukung Author ya, dengan cara Like, Komen dan Vote yang banyak, plissss
dukungan kalian sangat berarti untuk Author agar semakin semangat untuk menulis.
__ADS_1
Terima Kasih banyak
I Love You All