
" Bener kakak mau ngasih apa pun yang Aya minta?" tanya Cahaya kembali meyakinkan ucapan Qiara.
" Iyaa dek. kamu mau apa? tiket honeymoon ke maldives, tenang kakak iparmu ini gak akan miskin kalau cuma beli tiket buat kalian honeymoon" ucap Qiara sambil tertawa.
Cahaya yang mendengarnya pun ikut tertawa, " Bukan kak, bukan itu, Aya juga kalau mau bulan madu gak pengen keluar negri, maunya di indonesia aja, tapi bukan tiket bulan madu yang mau Cahaya minta dari kakak" ucap Cahaya yang membuat Qiara hanya menganggukkan kepala nya sambil memakan kentang goreng.
" Lah terus kamu mau minta apa?" tanya Qiara menatap wajah Cahaya sejenak lalu mengambil jus jeruk yangada di hadapannya.
" Cahaya mau kakak undang Tiara di acara pernikahan Cahaya dan Raja kak" ucap Cahaya.
Byuuuuuuuuuur
Qiara terkejut mendengar ucapan Cahaya dan menyemburkan minuman yang baru saja masuk ke dalam mulutnya dan belum sempat di telannya.
Dengan cepat Qiara menatap Cahaya menatap sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
" Kenapa kak? kakak keberatan dengan permintaan Aya?" tanya Aya dengan wajah sedihnya.
Qiara meletakkan tisu bekas mengelap mulutnya di atas meja dan menarik nafas dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan Cahaya.
" Kak" lagi lagi Cahaya memanggil Qiara yang masih diam aja.
" Ya, apa Andra tidak masalah kalau Tiara hadir di acara pernikahan kalian nanti, kakak tau kalau Tiara sebelumnya pernah mencintai Raja kan?" tanya Qiara.
Cahaya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Cahaya, " Dulu Tiara memang mencintai Raja kak, makanya Wisnu berusaha membalas kan sakit hatinya pada Raja karena Raja menolak cinta Tiara, tapi tidak untuk sekarang kak, karna Tiara sekarang sudah move on dari Raja, tapi Cahaya dapat melihat kalau sekarang Tiara memang ada someting dengan Andra, begitu pun sebaliknya kak" ucap Cahaya memberitahu.
" Secepat itu Tiara move on dari Raja?" tanya Qiara balik.
__ADS_1
" Gak cepat kak, cukup lama Tiara move on dari Raja, dan sekarang Aya mau menyatukan Tiara dengan Andra kak, Cahaya gak mau Tiara mengalami patah hati kembali kak, biar lah dia bahagia bersama Andra" ucap Cahaya memohon pada Qiara.
" Baiklah, kakak akan membantu Aya untuk mengundang Tiara ke acara pernikahan kalian, bukannya kakak sudah berjanji pada kalian untuk membantu kalian berbicara pada mama agar Tiara bisa bersatu dengan Andra" sahut Qiara yang membuat Cahaya langsung tersenyum senang.
Saat sedang asik berbicara, tiba tiba Raja datang bersama dengan Haikal untuk menjemput Cahaya dan Qiara.
" Sayang" panggil Raja saat sudah dekat dengan meja yang di duduki Cahaya dan Qiara.
" Aii" sahut Cahaya dengan senyuman manisnya.
" Maaf ya kak jadi ngerepoti kakak buat nemeni Cahaya ke butik" ucap raja yang sudah duduk di sebelah Cahaya dan Haikal duduk di sebelah Qiara.
" Gak masalah, toh juga buat bantu adik sendiri walau pun kakak kesal sama kamu, bukannya ambil cuti langsung, malah sibuk ngurusi kerjaan" sahut Qiara dengan wajah judesnya.
" Ini proyek besar kak, kalau ada masalah bisa di gantung papa aku" ucap Raja yang langsung di sambut twa semuanya.
" Yauda ayo Raja antar kakak ke rumah sakit, pasti kak Azmi sudah menunggu" ajak Raja yang langsung di angguki kepala oleh yang lainnya.
" Apa kamu bisa paham dengan hanya memandang wajah ku terus dari tadi" ucap Andra yang langsung membuat Tiara kaget dan tanpa senagaja menumpahkan minuman dan mengenai berkas yang sudah di desain Andra dengan susah payah.
Byuuur( anggap saja lah seperti itu bunyi tumpahannya)
Andra langsung terdiam menatap hasil gambar nya sudah tak berbentuk lagi, sedangkan Tiara terkejut dan begitu ketakutan melihat rahang Andra yang sudah mengeras.
" Ndra aku" ucapan Tiara terpotong dengan Andra.
" Cukup Tiara" bentak Andra yang membuat Tiara begitu terkejut.
__ADS_1
" Bisa kah kamu fokus saat bekerja, ini itu proyek besar Ra, harusnya kamu fokus, sekarang kamu lihat semua nya hancur berantakan" ucap Andra sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Tiara tidak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya, air matanya sudah mengalir karena takut dengan amarah Andra.
Andra mendengar suara tangisan Tiara yang di tahan, lagi lagi Andra mengusap wajahnya dengan kasar karena merasa bersalah sudah membenatk wanita yang saat ini ada di dalam hatinya.
Andra mendekati Tiara dan tanpa Tiara duga, Andra memeluk Tiara dan mengelus rambut Tiara dengan lembut.
" Maafkan aku, aku tidak bermaksud marah padamu, cuma tadi aku benar benar emosi saat kerjaan yang susah payah aku buat hancur sia sia begitu saja" ucap Andra dengan lembut.
Tiara mengangkat kepalanya, di tatapnya Andra yang ada di hadapannya, " Aku yang minta maaf Ndra, karena aku kamu harus mengulang dari awal, aku begitu teledor bahkan aku yang juga gak fokus saat bekerja" ucap Tiara yang langsung di jawab Andra dengan anggukan kepalanya.
" Sebaiknya kamu pulang, ini sudah sore, aku tidak bisa mengantar kamu karena aku harus melanjutkan pekerjaan yang sudah hancur itu" ucap Andra dengan sedikit tersenyum.
" izin kan aku menemani mu Ndra" mohon Tiara.
" Tidak perlu Ra, aku gak mau kamu kelelehan nanti, lagian ada sisten ku yang menamani ku" tolak Andra dengan halus.
" Baiklah, kamu juga jangan terlalu malam pulang nya, dan jangan lupa makan" ucap Tiara dan berpesan untuk Andra.
Andra hanya menjawab dengan senyuman kecil saja, dengan berat hati Tiara pun keluar meninggalkan Andra, setelah kepergian Tiara, Andra menghembus kan nafas nya dengan kasar.
" Untung saja aku bisa meredam emosi ku tadi, kalau tidak aku gak tau apa yang terjadi tadi" ucap Andra sambil menatap semua kertas kertas yang sudah di desainnya hancur lebur.
" Tapi tadi aku memeluknya, harumnya tubuhnya masih menempel di bajuku" ucap Andra dengan senyuma sendiri.
Sama halnya dengan Tiara yang baru masuk ke dalam mobilnya, Ia mengingat perlakuan Andra saat memeluknya tadi.
__ADS_1
" Harus tubuh mu dan pelukan mu membuat ku nyaman banget Ndra, kira kira bisa gak ya aku dapat perlakuan manis seperti itu terus dari kamu" ucap Tiara dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.
Bersambung.