
" Ma, mama gak bisa kayak gini, Andra gak mau Ma, Andra gak mencintai Arti Ma" teriak Andra dengan begitu emosi.
Cahaya yang mendengar teriakan Andra langsung meneteskan air matanya, dia begitu sedih ketika sahabatnya di bawa-bawa saat ini.
" Aaahhhhhkkk" teriak Andra dan langsung pergi begitu saja dari ruangan keluarga tanpa pamit pada siapa pun.
Cahaya yang melihat Andra pergi langsung mengejar Andra sebelum Andra masuk ke dalam, Raja yang melihat istrinya mengikuti Andra pun langsung bangkit mengikuti Cahaya.
" Sayang" panggil Raja, tapi Cahaya tak mengubris panggilan suaminya.
Seluruh keluarga yang melihat Cahaya mengejar Andra dan Raja menyusul istrinya hanya bisa menarik nafas dengan pelan.
" Andra tunggu" panggil Cahaya yang langsung menghentikan langkah kaki Andra untuk masuk kedalam kamarnya.
" Akumau sendiri dulu ya, tolong jangan ganggu aku" ucap Andra dan kembali melanjutkan langkahnya, namun langsung di stop Cahaya kembali.
" Andra kamu gak bisa kayak gini, dan kenapa tadi kamu nyebut-nyebut nama Arti, dia gak ada hubungan nya sama kamu Ndra" ucap Cahaya menatap Andra yang masih membelakangi dirinya.
" Kamu gak tau Ya, kamu gak tahu kalau selama ini mama itu berusaha menyatukan aku dengan Arti" ucap Andra memberitahu pada Cahaya.
" Aku tidak marah dengan Arti, tapi aku gak mau buat dia menderita kalau aku tetap melanjutkan apa keinginan mama, aku tahu dia sahabat kamu Ya, tapi tetap gak bisa menerima ini semua" sambung Andra.
__ADS_1
" Kata si" ucapan Cahaya terpotong karena suaminya memanggilnya dengan cukup keras.
" Sayang cukup" panggil Raja.
" Aii" panggil Cahaya dengan wajah memalas.
" Biarkan Raja sendiri dulu, dia butuh waktu untuk berfikir" ucap raja yang langsung pergi menarik Cahaya untuk masuk ke dalam kamar mereka.
Tanpa mereka sadarai, ternyata saat mama Nita mengatakan kalau Andra akan bertunangan minggu depan, ternyata Arti mendengarnya.
Arti sengaja malam-malam mendatangi rumah besar Atmaja karena mau memberika laporan toko kue pada Cahaya dan ada yang mau di katakan pada Cahaya juga, tapi semuanya batal karena Arti tanpa sengaja mendengar semua ucapan mama Nita dan Andra membawa-bawa namanya karena penolakan.
Arti langsung pergi saat itu juga, namun saat hendak pergi Arti berpapasan dengan Haikal yang baru saja akan masuk ke dalam rumah.
" Arti kenapa?" tucap Haikal bertanya-tanya.
Karena penasaran Haikal langsung masuk ke dalam rumah untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam.
******
Saat ini Arti berada di taman tak jauh dari kediaman Atmaja, tanpa di minta kini air matanya sudah menetes keluar begitu saja, Arti duduk di sebuah bangku dan menatap para remaja yang sedang berkencan dan ada yang berkumpul sambil tertawa bermain gitar.
__ADS_1
Tiba-tiba ingatan Arti langsung teringat saat dirinya dan Andra bermain gitar di taman belakang bersama yang lainnya, senyumnya terbit seketika namun air matanya tetap mengalir, semua kebersamaan dirinya dan Andra teringat seperti video yang baru di putar.
Sementara Andra yang begitu kecewa dengan mamanya langsung keluar kamar dan berdiri di balkon kamarnya menatap langit malam yang kebetulan di temani bintang-bintang dan bulan yang begitu indah dan terang.
Andra mendesah mengingat kata-kata mamanya kalau minggu depan dia akan bertunangan, dadanya sesak, pikiranya langsung tertuju pada Tiara wanita yang saat ini di cintainya.
Beda lagi dengan wanita yang sedang melamun di kamarnya, sengaja pintu balkon kamarnya tidak di tutup agar angin bisa masuk dengan bebasnya ke dalam kamarnya, rambut yang di gerai terbang begitu indah.
Senyuman nya tak lepas dari bibirnya mengingat ucapan seseorang saat di kafe, dan tiba-tiba ingatannya langsung teringat sedari awal mereka saling tatap, berawal dari seringnya menolong dan entah sejak kapan hatinya bisa berdetak kencang saat berada di dekatnya.
Tiara tersenyum mengingat momen itu semua, dia keluar dari kamar dan melihat langit yang sama saat ini di pandang oleh Andra, kini ketiganya sedang menatap langit yang sama, tapi dengan hati yang berbeda tentunya.
Di lain sisi Cahaya dan Raja sedang berada di kamar mereka, Raja menatap wajah istrinya yang sedari tadi hanya diam saja, Cahaya hanya meremas tangannya yang kelihatan gelisah.
" Sayang" panggil Raja.
Cahaya hanya melihat wajah suaminya, namun tidak menjawab panggilan suaminya.
" Sayang dengar Aii, tante Nita tidak mungkin sekejam itu, pasti di balik ini semua ada rahasia yang masih di sembunyikan tante Nita, Aii tahu gimana tante Nita,gak mungkin dia membuat anak nya menderita dalam suatu hubungan" ucap Raja memberitahu.
" Tapi Aya gak mau Arti di bawa-bawa dalam masalah ini Aii, Arti itu tidak ada hubungannya dengan ini semua, Andra tadi kelewatan nyebut-nyebut nama Arti, dan Aii harus tau, Aya mendukung hubungan Andra dan Tiara, karena Aya tahu akan sakit apabila dalam suatu hubungan tidak ada rasa cinta" ucap Cahaya ahkirnya bersuara.
__ADS_1
" Kamu tenang saja sayang, semua pasti sudah di siap kan untuk kebahagian Andra, kamu lihat saja nanti" ucap Raja yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.
bersambung.