Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 128


__ADS_3

Qiara dengan semangat nya berlari ke arah taman belakang, sedang kan Anita dan Bima menyusul dari belakang, tapi ketika sudah sampai di depan pintu taman belakang, Qiara langsung memberhenti kan lari nya dan berdiri melihat ke arah pendopo dimana Pandu dan Kia sedang menikmati ciuman mereka.


Anita yang heran melihat Qiara berhenti dari lari nya dan berdiri mematung di tempat.


" Kenapa sayang kok berhenti, tante Kia dan om Pandu nya ada kan?" tanya Anita yang belum melihat Pandu dan Kia.


Qiara yang mendengar perkataan mama nya langsung menujuk ke arah pendopo.


" Itu ma lihat, Om Pandu dan Tante Kia" sahut Qiara sambil menujuk kan arah tangan nya.


Anita dan Bima yang kebetulan sudah sampai di tempat dimana Qiara berdiri langsung melihat ke arah pendopo, Anita dan Bima langsung melotot kan mata nya memandang Pandu dan Kia yang sedang melakukan ciuman nya.


Sontak Bima langsung menutup mata putri nya dan menggendong nya agar tidak melihat adegan yang di lakukan Pandu dan Kia.


Anita langsung berjalan ke arah pendopo dengan sedikit wajah marah nya.


" Heeeeemm" suara deheman Anita.


Pandu yang terkejut langsung melepas kan ciuman nya, sedang kan Anita menjerit dan menyembunyi kan wajah nya di dada bidang Pandu.


" Apa kalian tidak punya kamar sehingga melakukan itu di sini" ucap anita sedikit marah.


" Hehehe.... Maaf kak, Kita kelepasan" sahut Pandu sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Sedang kan Kia masih menunduk karena malu.


Bima dan Qiara sudah berjalan ke arah pendopo, Bima hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepala melihat apa yang di lihat nya tadi, sedang kan Qiara diam saja seperti sedang berfikir sesuatu.


" Kalian ini, sudah membuat mata anak kakak tercemar karna adegan kalian tadi" ucap Bima yang sudah berdiri di samping Anita.


" Maaf kak, mana Pandu tau kalau kalian ke sini, tadi kan di rumah ini gak ada orang, trus Pandu juga gak tau kalau sampek ke blablasan" sahut Pandu dengan senyuman di wajah tampan nya.

__ADS_1


Kia hanya diam saja karena malu, sedang kan Anita hanya diam saja sambil menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan adik dan adik ipar nya.


" Tapi Ara juga perna lihat kejadian seperti Om Pandu dan tante Kia lakakuin tadi Ma, Pa" ucap Qiara tiba tiba.


Sontak semua yang ada di pendopo terkejut mendengar perkataan Qiara dengan wajah polos nya.


" Kamu lihat dimana sayang, di televisi ya? emang kamu di kasih lihat acara begitu di televisi?" tanya Pandu.


" Bukan di televisi Om, tapi di rumah" jawab Qiara dengab lugu nya.


" Dimana kamu lihat sayang, di rumah Om Pandu, atau Ara sudah sering liat om Pandu dan tante Kia seperti tadi" tanya Anita yang terkejut karena mendengar ucapan anak nya.


" Tidak Ma, Ara baru sekali liat om dan tante seperti tadi" sahut Qiara.


" Terus kamu lihat dirumah maksud nya rumah siapa dong sayang" tanya Bima karena penasaran.


" Di rumah kita Ma, Pa" sahut Qiara.


" Sayang, coba kamu cerita kan yang jelas, biar mama, papa, om dan tante tidak keliru sama apa yang Ara lihat, dan tadi maafin om dan tante ya, Ara jadi lihat yang seharus nya tidak Ara lihat" ucap Kia sambil menunduk kan badan nya agar lebih mudah berbicara.


" Tidak masalah Tan, Tadi juga Ara tidak begitu jelas liat nya, hanya kelihatan punggung Om Pandu saja" sahut Qiara.


" Nah kalau di rumah, Ara perna lihat mama dan papa juga seperti tadi, dan malahan papa gak pakek baju, tidur tindihan mama waktu itu" sambung Qiara menjelas kan dengan wajah polos nya.


Sontak semua yang ada di sana langsung terkejut mendengar ucapan Qiara. Pandu langsung menatap kakak dan kakak ipar nya dengan tatapan intimidasi, sedang kan yang di tatap langsung menggeleng kan kepala nya.


" Kami gak pernah berbuat seperti itu di luaran kok" ucap Anita tiba tiba dan langsung di angguki Bima.


" Sayang kapan kamu lihat papa dan mama begitu?" tanya Bima langsung.


" Kemarin kemarin Pa, waktu itu Ara sedang gak bisa tidur, jadi Ara ke kamar mama dan papa mau minta di baca in dongeng, tapi waktu Ara buka pintu kamar mama dan papa, Ara liat papa lagi cium cium mama dan papa gak pakek baju, saat Ara mau masuk, ara di tarik sama bibi, kata bibi jangan masuk karna Ara mau di kasih adeq sama mama dan papa, dan ternyata benar, sebentar lagi Ara mau punya Adeq yang sekarang ada di perut tante Kia" sahut Ara menjelas kan apa yang pernah Ara lihat.

__ADS_1


Anita yang mendengar ucapan anak nya sontak langsung wajah nya pucat, sedang kan Bima hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal, Kia hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya saja.


" Lain kali kalau mau begituan jangan lupa kunci pintu" ucap Pandu kemudian pergi meninggal kan kakak dan kakak ipar nya yang sudah malu.


Kia pun langsung pamit pada Anita dan Bima, untuk menyusul suami nya yang berjalan ke arah kamar.


" Kak Nita, kak Bima Kia nyusul Mas Pandu ke kamar ya" pamit Kia dan langsung di angguki kepala oleh Anita dan Bima.


Sedang kan Qiara sudah asik bermain ayunan yang ada di samping pendopo.


Sesampai nya di kamar, Kia melihat suami nya tiduran di atas ranjang sambil memejam kan mata nya, Kia pun langsung mendekati suami nya dan duduk di ujung tempat tidur.


" Mas" panggil Kia.


Pandu langsung membuka mata nya begitu mendengat suara istri nya. Ia pun langsung duduk di samping istri nya.


" Mas kenapa?" tanya Kia.


" Aneh Mas lihat kak Nita dan kak Bima, bisa bisa nya melakukan hal begituan tapi gak ngunci pintu, kalau Ara sudah mengerti dengan hal hal yang begituan kan bahaya, dasar memang mereka berdua, lagi enak enak gak ingat kalau sudah punya anak" sahut Pandu geram.


" Mungkin kak Nita dan Kak Bima lupa Mas, mereka pikir sudah mengunci pintu" ucap Kia lagi.


Pandu hanya diam saja tak menyahuti ucapan istro nya, Pandu hanya menatap wajah istri nya yang begitu cantik di mata nya.


" Dan mereka juga tadi sudah menggangu aktifitas kita sayang" sahut Pandu dan langsung melihay bibir istri nya yang begitu menggoda di mata nya.


Dengan perlahan Pandu mendekat kan wajah nya ke wajah istri nya, hingga saat sedikit lagi bibir mereka hampir menempel, tiba tiba suara hp Pandu berbunyi.


Pandu marasa begitu kesal karena ada saja yang mengganggu.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu dukung novel Author ya, dengan Like, komen Dan Vote yang banyak plisssss.


__ADS_2