Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 179


__ADS_3

Ricki senang melihat sahabat nya sudah menemukan cinta nya, Ricki kembali diam mengingat Naya yang menangis di depan nya saat ayah nya di panggil sang kuasa.


Firman kembali melihat Ricki diam, ahkir nya Ricki pun bertanya ada apa dengan sahabat nya yang satu ini, karena tidak biasa nya Ricki diam seperti ini.


" Ki kamu kenapa sih? dari tadi melamun aja, sakit?" tanya Firman.


Rika kembali melihat Ricki dan memperhati kan raut wajah Ricki.


" Kak Ricki gak lagi sakit Kak, tapi seperti nya ada yang di pikiri kak Ricki" ucap Rika karena sudah tahu sifat Ricki selama bekerja di rumah sakit.


" Kakak ada masalah ya?" tanya Rika.


" Tidak, hanya saja kakak sedikit menyesal karena tidak bisa menyelamat kan nyawa pasien kakak, dan tadi pagi pasien kakak yang baru kakak operasi semalam meninggal" sahut Ricki memberi tahu alasan nya walau pun bukan itu saja yang di lamun kan Ricki.


" Bukan nya itu hal wajar ya kak, dan kakak juga dulu pernah seperti ini, pasien yang kakak tangani meninggal, tapi kakak gak galau seperti ini" ucap Rika kembali.


" Entah lha...aku gak tahu kenapa kali ini rasa nya aku benar benar seperti gagal menjadi dokter" ucap Ricki beranjak dari kursi nya dan berdiri melihat keluar jendela dan melihat kendaraan yang lalu lalang di jalanan.


Apa aku ke rumah Naya aja ya, melihat keadaan nya dan mengucap kan belasungkawa pada keluarga nya, batin Ricki.


" Kak Ricki kenapa sih, aneh banget" ucap Ricki lagi.


" Kalian masih mau di sini, aku mau pulanh dulu, lagian jam praktek ku sudah gak ada" ucap Ricki dan memberes kan barang barang nya di atas meja.


Firman dan Rika saling pandang, gak biasa nya Ricki pulang jam segini, biasa nya Ricki menghabis kan waktu nya di rumah sakit, tapi kali ini berbeda dengan Ricki yang mereka kenal.


Setelah selesai memberes kan barang barang nya, Ricki langsung pamit pada Firman dan Rika, dan langsung pergi begitu saja, Ricki menuju meja resepsionis untuk menanyakan alamat rumah Naya pada suster jaga yang mendata seluruh pasien yang ada di rumah sakit ini.


Firman dan Rika kembali saling tatap tanpa berkata kata, mereka benar benar aneh kali ini melihat Ricki yang sikap nya lain dari biasa nya.


" Kak seperti nya ada yang di sembunyiin kak Ricki dari kita, gak biasa nya kak Ricki seperti ini" ucap Rika.

__ADS_1


" Mungkin saja, yasudah kakak ke kantor Pandu dulu ya, kamu siap praktek jam berapa? nanti kakak jemput" ucap Firman.


" Jam 08.00 malam kak, tapi kalau kakak sibuk Rika naik taxi aja kak" sahut Rika.


" No..pokok nya kalau kamu sudah selesai praktek, kamu langsung kabari kakak ya" ucap Firman.


" Iya kak" sahut Rika dengan senyuman manis nya.


Firman pun membalas senyuman Rika dan langsung pergi meninggal kan Rika, Rika pun keluar dari ruangan Ricki dan berjalan menuju ruangan Rika sendiri.


Ricki yang sudah mendapat kan alamat Naya, langsung menuju rumah Naya yang kebetulan tidak begitu jauh dari rumah sakit, entah kenapa Ricki ingij melihat keadaan Naya saat ini, selama di perjalanan, Ricki selalu mengingat Naya yang menangis begitu sedih nya saat ayah nya meninggal, dan itu membuat dada Ricki tiba tiba sesak.


Setelah beberapa menit, Ricki sudah sampai di kediaman Naya, suasana di rumah Naya masih sedikit ramai, mungkin itu tinggal keluarga Naya dan para tetangga yang membantu untuk kebumi kan jenazah ayah Naya.


Perlahan Ricki memakai kaca mata hitam nya, dan keluar dari mobil, di tatap nya sekililing rumah Naya, rumah sederhana yang hanya satu lantai, tidak terlalu besar, dan tampak asri karena ada beberapa tanaman bunga di depan rumah Naya, walau pun rumah Naya kecil, tapi terasa nyaman dan bersih.


Ricki melangkah kan kaki nya untuk masuk ke rumah Naya, Ricki tidak melihat keberadaan Naya di rumah nya.


Para tetangga yang masih berkumpul di rumah Naya melihat Ricki yang sedang kebingungan ahkir nya bertanya pada Ricki.


" Ahhk..iya pak, benar ini rumah Kanaya pak?" tanya Ricki memastikan.


" Benar Den, Naya nya lagi di dalam, mungkin masih sedih karena batu selesai kebumi kan ayah nya" sahut Tetangga Naya.


" Sebentar saya panggil kan dulu ya Den" ucap Tetangga Naya untuk memanggil Naya.


" Iya Pak, terima kasih sebelum nya" sahut Ricki tersenyum.


Para tetangga yang lain memperhatikan penampilan Ricki, mobil mewah nya juga di perhati kan para tetangga Naya, Ricki yang merasa di perhatikan pun hanya tersenyum canggung.


" Itu pacar nya Naya kali, waah ganteng banget ya, beruntung banget Naya punya pacar seperti pemuda itu" ucap salah satu tetangga di sana.

__ADS_1


" Iya bener, uda ganteng kelihatan nya tajir juga, lihat lha mobil nya, mewah banget, baju nya juga baju mahal" lanjut tetangga yang lain.


Ricki yang mendengar sekilas hanya tersenyuk tipis, tak lama yang di panggil pun keluar, Ricki melihat Naya langsung merasa sedih, wajah Naya yang sedikit pucat, mata bengkak karena kebanyakan menangis.


" Dokter Ricki, ada apa ya?" tanya Naya saat sudah berada di depan Ricki.


" Gak di suruh duduk dulu?" ucap Ricki pada Naya.


" Ahk iya...silah kan duduk Dok" ucap Naya yang merasa sedikit canggung.


Saat tetangga Naya memanggil Naya kalau ada pemuda yang mencari diri nya, Naya terkejut siapa orang yang ingin menemui nya, Naya berjalan keluar dan terkejut saat melihat Ricki lha yang ingin bertemu Naya.


" Panggil nama saja, kita kan gak lagi di rumah sakit" ucap Ricki saat sudah duduk.


" Tidak sopan kalau nyebut nama, kan Dokter Ricki lebih tua dari saya" sahut Naya.


" Yasudah terserah kamu saja mau panggil apa, yang penting jangan panggil dokter kalau lagi di luar" ucap Ricki lagi menegas kan.


Naya tidak menjawab, dia hanya diam saja sambil menatap bunga bunga yang ada di depan nya.


" Aku ke sini mau ngucapin belasungkawa sama kamu Nay, dan aku minta maaf karena tidak bisa menyelamat kan nyawa ayah kamu" ucap Ricki dengan ikhlas.


" makasih ya kak sudah di belain datang ke gubuk Naya, dan ini bukan salah kakak juga kali, memang uda ajal ayah" sahut Naya sedikit tersenyum.


Deg..deg..deg..


Ricki yang melihat senyuman di wajah Naya jantung nya langsung beroperasi lebih cepat, Ricki langsung menunduk kan kepala nya untuk menghilang kan kegugupan nya, dada nya di sentuh nya agar Naya tidak mendengar jantung nya yang sudah berdetak seperti orang yang habis lari di kejang anjing.


Bersambung...


Ayo readers tercinta, jangan lupa untuk slalu dukung karya author ya, dengan Like,komen dan Vote, dan kasih poin yang banyak plisssss 😊😊

__ADS_1


makasih banyak yang uda kasih semangat dan Support untuk Author.


Love You More


__ADS_2