Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 195


__ADS_3

Ini anak kenapa jadi mendadak berubah gini,apa karena kerasukan penghuni jembatan ini kali ya, Batin Wisnu langsung meraba kening Sabrina dan langsung di tepis sabrina.


" Apaan sih?" ucap Sabrina ketus.


"Cuma mau ngetes doang, kenapa mendadak berubah gini, jangan-jangan kamu ketempelen hantu penghuni jembatan ini lagi" sahut Wisnu bergidik ngeri.


Bukannya marah mendengar ucapan Wisnu, Sabrina melihat ke sekelilingnya, di lihatnya jalanan yang begitu sepi, tiba-tiba dirinya merasa bulu kuduknya merinding, dengan secepat kilat Sabrina langsung memeluk Wisnu.


Buuk


Deg


Wisnu yang di peluk Sabrina secara mendadak terdiam di tempat, darahnya mendadak  berdesir saat tubuhnya bersentuhan saat di peluk sabrina.


"Kak bener di sini ada hantu?" tanya Sabrina sambil sesekali memalingkan kepalanya ke kanan dan kiri melihat benar tidak ada hantu, tapi Sabrina tidak menyadari karena gerakan kepalanya membuat Wisnu memejamkan matanya karena dadanya dan kepala Sabrina bersentuhan.


"Ina diamlha" ucap Wisnu sambil menjauhkan tubuh Sabrina dari tubuhnya.


"Kak ayo pulang, aku takut di sini" ajak Sabrina langsung masuk ke dalam mobil Wisnu tanpa izin dari sang punya mobil terlebih dahulu.


Wisnu yang melihat Sabrina sudah masuk ke dalam mobilnya hanya bisa mendesah karena melihat Sabrina yang seenak udelnya saja.


" tadi saja gaya banget di sini sambil teriak-teriak, gitu di bilang ada hantu langsung kabur aja tu anak" omel Wisnu sambil berjalan ke dalam mulutnya.


" Lama amat sih kak?" tanya Sabrina tanpa merasa berdosa.


Wisnu tidak menjawab, Ia langsung melajukan mobilnya tanpa tahu mau kemana arahnya, namun sudah setenagah perjalanan Wisnu melihat Sabrina yang tertawa cekikikan sambil melihat ponselnya.


Wisnu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah cewek yang ada di sebelahnya, karena mudah banget berubahnya, padahal tadi lagaknya seperti orang yang begitu patah hati, sampai gaya nangis bombay, lah sekarang uda happy aja seperti tidak ada kejadian apa pun, begitu lah fikiran Wisnu saat melihat Sabrina yang masih asiik cekikikan.


" Kamu mau di antar kemana?" tanya Wisnu ahkirnya.

__ADS_1


" Pulang lah kak!jadi kemana lagi, yang ada nanti mama sama papa khawatir sama anak gadisnya jam segini belum pulang" jawab Sabrina tanpa melihat Wisnu.


" Dimana rumah kamu?" tanya Wisnu lagi.


" Komplek perumahan bogenfil nomor 5D" jawab Sabrina dengan cepat.


Mobil yang di kendarai Wisnu kini sudah berhenti tepat di depan rumah Sabrina, di tatapnya Sabrina ternyata sudah tertidur dengan nyenyaknya, Wisnu kembali menarik nafas nya kemudian menatap ke arah rumah yang mungkin penghuninya sudah tidur karena lampu di rumah itu sudah padam.


" Ck, bikin repot aja sih ni anak" ucap Wisnu dengan kesal.


Wisnu beberapa kali mencoba membangunkan Sabrina, namun Sabrina sama sekali tidak membuka matanya, bukan Sabrina belum bangun, tapi memang dia sengaja pura-pura tidur agar Wisnu mau menggedongnya masuk ke dalam rumah.


Sementara di dalam kamar, mama Naya mengintip dari balik tirai jendela kalau putri kesayangannya sudah sampai di rumah.


" Pa Sabrina sudah sampai itu, ayo buka pintunya Pa, mama khawatir pasti dia tidur di mobil' ucap Mama Naya yang malah di sambut tawa oleh papa Ricki.


" Dia emang tidur Ma, dan yang benar cuma pura-pura tidur, tadi Sabrina WA papa katanya jangan membuka pintu biar Wisnu sendiri yang mengantarkan Sabrina masuk ke dalam" jawab sang papa.


" kenapa harus seperti itu si Pa, kesannya anak kita seperti tidak laku saja" ucap mama Naya dengan menatap sang suami.


Di mobil Wisnu sudah berdecak kesal karena Sabrina sama sekali tidak mau mmebuka matanya, dengan kesal dia membunyikan bel agar pintu gerbang rumah terbuka, dan benar saja pintu langsung terbuka dan nampaklah penjaga rumah Sabrina yang sudah di kongkalikong majikannya agar tidak membantu Wisnu untuk membantu Sabrina masuk ke dalam.


"Malam Pak" sapa Wisnu.


" Iya malam Den, cari siapa ya?" sahut penjaga rumah Sabrina pura-pura tidak tahu.


" Begini Pak, di mobil ada Sabrina sedang tidur, saya sudah membangunkan nya dari tadi tapi gak bangun-bangun juga, bapak bisa angkat sabrina untuk di bawa masuk ke dalam rumah" ucap Wisnu memberitahu.


Penjaga rumah Sabrina yang bernama pak tono melihat ke arah mobil Wisnu yang terparkir tepat di depan rumah sekejab kemudian dia kembali melihat lelaki tampan yang ada di hadapannya.


" Waah saya minta maaf Den, saya gak berani angkat non Sabrina, bisa marah majikan saya nantik Den kalau sayang gendong anak gadisnya" tolak Pak Tono.

__ADS_1


" Gitu ya pak, kalau papanya Ina ada di rumah gak Pak?" tanya Wisnu masih tidak menyerah.


" Ina siapa ya Den?" tanya pak Tono dengan panggilan Sabrina.


" Ahh itu Ina itu Sabrina Pak, saya panggilnya Ina biar cepat aja" jawab Wisnu.


" Ohh, tuan ada di dalam den, tapi pasti sudah tidur, tuh lihat saja lampunya sudah padam kan, saya tidak berani membangunkannya Den, takut tuan marah" ucap pak Tono.


" Terus Ina nya gimana ya Pak? gak mungkin dia tidur di mobil saya sampai pagi kan?" tanya Wisnu.


" Sebentar ya Den, saya coba hubungi istri saya dulu mana tahu ada pesan yang di berikan Tuan" ucap Pak Tono yang langsung menelpon dari tempat dirinya berjaga. Wisnu menjawabnya hanya dengan anggukan kepala saja.


Taka lama pak Tono kembali dengan menyampaikan apa yang dia dengar dari istrinya.


" Maaf den, kata istri saya, non Sabrina nya di suruh antar langsung ke kamar aja, tadi tuan juga sudah berpesan kalau Sabrina pulang suruh saja temannya antar masuk ke dalam kamarnya kalau non Sabrina tertidur di dalam mobil" ucap Pak Tono menyampaikan.


Wisnu menatap Sabrina yang masih tertidur di dalam mobilnya, dengan langkah pelan ia membuka pintu samping dan matanya langsung melihat Sabrina yang masih menutup mata.


Wisnu langsung mmebuka seatbelt Sabrina dan mengangkat tubuh Sabrina untuk di bawa masuk.


"Pak tolong bukain pintunya dan tunjukkan di mana kamarnya ya?" pinta Wisnu yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Sabrina.


Begitu pintu rumah utama di buka, tampak lah wanita paruh baya yang menyambutnya Wisnu dan mengantarnya menuju kamar sang nona mudanya, namun saat sudah masuk, jempol Sabrina yang di belakang terangkat dan memberikannya pada pak Tono yang bekerja dengan baik, senyuman langsung tersunging di bibir penjaga rumah Sabrina sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol sang majikannya.


Wisnu langsung meletakkan Sabrina di atas tempat tidur, nafasnya lumayan ngos-ngosan begitu meletakkan tubuh Sabrina.


" Badan aja yang kecil, keberatan dosa kali ini anak" ucap Wisnu yang mendapat senyuman dari sang bibi.


" Bi Sabrinanya sudah di kamarnya, saya pamit pulang ya Bi, sudah malam juga" pamit Wisnu yang langsung di jawab anggukan kepala oleh bibi.


Begitu Wisnu sudah tidak terlihat lagi, dengan cepat Sabrina melompat kegirangan karena rencananya berhasil.

__ADS_1


" Yeeee...dengan begini pasti kak Wisnu lambat laun akan jatuh hati sama aku, buktinya tadi dia mau menolongku, padahal aku bukan mau bunuh diri, oke juga usul nya Karan dan Kiran" ucap Sabrina dengan kekehan.


Bersambung.


__ADS_2