
" Kenapa di tutup sayang" tanya Azmi.
" Hubby bau, belum mandi" ucap Ara berbohong dan masih menutup mulutnya dan hidungnya.
Azmi langsung membulatkan matanya dan melepaskan pelukanya setelah mendengar ucapan istri tercintanya, dan kesempatan itu langsung di ambil Ara untuk segera kabur meninggal kan Azmi.
Azmi yang merasa di kerjai oleh istrinya langsung tersenyum dan mengejar Ara masuk ke dalam kamar.
" Sayang awas kamu ya, sudah berani mengerjai aku" ucap Azmi mengejar Ara.
Azmi berhasil menangkap tubuh Ara dan langsung memeluknya dari belakang, Ara yang di peluk oleh Azmi hanya bisa memejamkan matanya saja.
" Hubby mandi dulu sana, nanti airnya keburu dingin." ucap Ara
" Setelah selesai mandi mau ngapain?," tany Azmi yang sudah mencium leher jenjang Ara dan rambut Ara yang masih setengah basah.
" Boboklah, udah malah juga ini kan." sahut Ara malah membuat pelukan Azmi semakin kuat.
"Tapi akunya gak mau bobok, maunya makan." ucap Azmi semakin semangat meciumi leher dan belakang telinga Ara.
"Makan?, yauda kalau gitu biar Ara pesan sama pihak hotel dulu ya, lepasin dong By, susah mau ambil telponnya ini," ucap Ara yang berusaha menggapai telpon yang ada di samping nakas.
"Ngapain hubungi mereka sayang, karna aku mau nya makan kamu." ucap Azmi yang langsung membalik kan Ara dan langsung mencium bibir Ara dan ********** dengan lembut.
Ara yang mendapat perlakukan mendadak dari Azmi langsung melototkan matanya, namun setelah itu dia langsung memejam kan mata nya dan membalas apa yang di lakukan Azmi, Azmi yang mendapat balasan dari istri tercintanya langsung tersenyum senang dan membimbing Ara berbaring di atas tempat tidur yang sudah berhias bunga mawar yang di sipakan oleh pihak hotel.
Ahkirnya bunga mawar yang yang ada di atas tempat tidur dari yang tadi indah di pandang mata, saat ini sudah berterbangan di lantai kamar akibat ulah Azmi dan Ara.
__ADS_1
Sementara di dalam kamar lainnya, tepatnya di kediaman Atmaja, Raja berdiri termenung di balkon kamarnya sambil menyesap kopi pahit yang sebelumnya di minta oleh bibi di dapur.
Saat ini hatinya benar benar belum siap untuk meninggalkan Cahaya ke Jerman, tapi Raja tidak bisa berkata apa apa lagi karena inilah kesepakatan yang sudah di tetap kan oleh papanya.
Andai aku bisa menikahi kamu saat ini juga Ya, pasti aku bisa membawa mu ke Jerman, batin Raja yang menatap bulan dan bintang di langit yang entah kenapa tampak akan turun hujan sebenatar lagi.
Dari kejauhan sang mama melihat keadaan putranya, dengan perlahan Kia masuk ke dalam kamar Raja yang kebetulan tidak tertutup rapat.
Kia berjalan ke arah balkon kamar dimana Raja sedang berdiri sambil menatap langit malam.
" Sayang" panggil Kia dan berhasil menyadarkan lamunan Raja.
" Mama, kenapa belum tidur? ini sudah larut malam, mama harus istirahat, kan satu hari pasti lelah karena acara nikahan kak Ara" ucap Raja menatap wajah mama Kia yang sedang tersenyum menatap ke arahnya.
" Mama bisa istirahat berbicara sama kamu sayang, kata kan sama mama? apa yang sedang kamu fikir kan?" tanya Kia.
" Mama tau apa yang sedang kamu fikirkan sayang, pasti ada hubungan nya dengan kamu dan Cahaya bukan" ucap mama Kia lagi dan Raja langsung melihat ke arah mamanya.
Kia tersenyum dan langsung memeluk putranya dari samping, " mama yakin kalian bisa menjalani ini, dan mama yakin Cahaya akan setia menunggu kamu kembali dari sekolah kamu di Jerman, karena mama bisa melihat cinta kalian begitu kuat sayang" ucap mama Kia yang membuat Raja tersenyum.
" Bukan itu yang Raja takutkan Ma, tapi dengan keselamatan Cahaya kalau Raja tidak ada di sampingnya nanti" sahut Raja yang membuat mama Kia langsung melepaska pelukannya.
" Maksud kamu apa sayang?, dan ada apa dengan keselamatan Cahaya kalau kamu tidak berada di sampingnya?" tanya Kia dengan menatap wajah putranya.
" Tidak apa apa Ma, mama gak usah fikirkan ini, sebaiknya mama istirahat ya, sudah larut malam" ucap Raja dengan tersenyum menatap mama Kia.
Belum sempat Kia menjawab ucapan Raja, ternyata Pandu sudah memanggil Kia dari depan pintu kamar Raja.
__ADS_1
" Sayang kamu di dalam kamar Raja rupanya" ucap Pandu sambil berjalan ke arah istri dan putranya.
Raja dan Kia sama sama melihat ke arah Pandu yang berjalan ke arah mereka.
" Tuh ma, uda di jemput sama pangeran berbaju tidur" ucap Raja dengan kekehannya dan langsung mendapat pukulan lemut di bahu Raja.
" Ada ada aja kamu" ucap Kia yang langsung mendapat kekehan dari Raja.
" Sayang kamu mas cariin kemana mana taunya di sini bareng Raja, pasti lagi kangen kangenan ya karena lusa Raja harus udah pergi ke Jerman" ucap Pandu yang langsung mendapat jawaban senyuman dari Kia.
" Iya ini pa, kata mama, mama gak bakalan bisa jauh jauh dari anaknya yang tampan ini, bahkan ketampanan papa yang paripurna itu kalah, ya gak Ma" ucap Raja yang langsung mendapat senyuman manis dari Kia.
" Sembarangan kamu, kamu itu tampan dari bibit siapa dulu, kalau gak dari papa, mana mungkin kamu tampan" ucap Pandu yang langsung mendapat cubitan dari Kia.
" Jadi mas secara tidak langsung bilangin mama jelek gitu" ucap Kia sambil melototkan matanya.
" Mas gak bilang itu sayang, cuma kan Raja ada karna emang dari bibit nya mas, kalau bukan dari mas dari siapa lagi coba sayang, kamu kan hanya menerima saja" ucap Pandu yang sudah kalang kabut.
Sementara Raja hanya bisa tertawa geli melihat mamanya merajuk dengan papanya.
Kia langsung berjalan meninggalkan Pandu begitu saja, sedangkan Pandu langsung menatap Raja yang masih tertawa geli melihat tingkah kedua orang tuanya.
" Gara gara kamu kan, awas saja kalau sampai mama sampai marah besok pagi, papa potong uang jajan kamu di Jerman nanti" ucap Pandu yang langsung pergi menyusul Kia,sementara Raja yang hanya tertawa geli melihat tingkah papanya yang ketakutan karena mamanya marah.
Bersambung.
__ADS_1