Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 49


__ADS_3

" Di dalam hutan itu banyak nyamuk Ra, iya kali kakak biarin nyamuk nyamuk itu gigit kulit kamu, kakak aja yang jelas jelas calon suami kamu belum perna gigit kamu, masa para nyamuk diluan sih yang ngersai kulit mulus kamu,  jelas kakak gak terima dong" ucap Azmi tanpa dosa.


Ara yang mendengar itu langsung mencubit pinggang Azmi dengan kuat.


" Aaawww sakit sayang, kejam banget sama calon suami" ucap Azmi semakin menggoda Ara.


" Haiiiiss dasar mesuk" ucap Ara yang langsung diam duduk di sebelah Azmi.


Azmi hanya tersenyum melihat Ara yang merajuk sangking kesal nya.


" Kak kita singgah ke masjid dulu ya, uda mau habis waktu magrib" ucap Ara.


" Iya Ra" sahut Azmi yang langsung membelok kan mobil nya ke dalam masjid yang ada di pinggir jalan.


Setelah melakukan panggilan Allah, Ara dan Azmi langsung meluncur kembali ke rumah sakit milik keluarga Atmaja.


Sementara di rumah sakit, Cahaya sudah membuka mata nya, Arti begitu senang saat melihat sahabat karib nya sudah siuman.


" Alhamdulillah Ya kamu sudah sadar, sebentar ya aku panggilin dokter dulu" ucap Arti yang langsung memencet tombol di atas kepala Cahaya.


Tak lama dokter Ricki masuk ke dalam bersama dua orang suster, Ricki langsung memeriksa keadaan Cahaya.


" Semua nya sudah normal, tinggal masa pemulihan nya saja, jangan lupa makan dan di minum obat nya ya" ucap dokter Ricki dengan tersenyum pada Cahaya.


Cahaya hanya diam saja sambil mengangguk kan kepala nya, ia masih merasa kan sedikit pusing di kepala nya, namun tiba tiba ingatan nya mengingat pada Raja.


" Raja" ucap Cahaya yang langsung membuat Arti dan dokter Ricki beserta suster yang ada di ruang inap Cahaya menoleh ke arah Cahaya.


" Ar bagaimana keadaan Raja, aku harus melihat nya" ucap Cahaya yang akan melepas kan infus di tangan nya dan turun dari tempat tidur.


" Ya kamu tenang dulu, Raa sudah di tangani oleh dokter" bujuk Arti agar Cahaya tidak pergi kemana mana dulu.

__ADS_1


Namun karena Cahaya yangkeras kepala, dan dokter Ricki juga tidak bisa mencegah nya ahkir nya membiar kan Cahaya menemui Raja yang berada di ruang ICU.


Cahaya berjalan tertatih tatih dengan tangan yang sudah berdarah karena Ia mencabut infus secara paksa, wajah pucat nya tidak mengurangi kecantikan pada wajah Cahaya.


Kenapa dokter Ricki diam saja dan membiar kan Cahaya turun dari brangkar rumah sakit karena kalau di bujuk pun pasti percuma yang ada membuat kondisi Cahay semakin tertekan karena tidak bisa menemui Raja.


Kia dan Pandu yang berada di depan ruang ICU melihat Cahaya berjalan tertatih tatih sambil menangis dan memanggil nama Raja, sedang kan Arti dan dokter Ricki hanya mengikuti Cahaya dari belakang saja.


" Raja...Raja" panggil Cahaya saat sudah dekat di ruang ICU.


Cahaya melihat Haikal dan Andra yang baru balik dari membersih kan tubuh nya dansholat magrib di rumah sakit.


" Kal...Ndra..Raja bagaimana?" tanya Cahaya dengan berderai air mata.


" Cahaya kenapa kamu di sini, sebaik nya kamu kembali ke kamar kamu, kondisi kamu juga belum pulih" ucap Haikal.


Cahaya hanya bisa menggeleng kan kepala nya, " aku gak mau balik sebelum aku mengetahui kondisi Raja Kal" ucap Cahaya.


" Ya,,,Raja baik baik saja, sebaik nya kamu balik ke kamar kamu, ayo aku antar" ajak Andra namun Cahaya lagi lagi menggeleng kan kepala nya.


Pandu menatap Ricki yang masih berdiri di depan pintu ICU setelah melihat kondisi Raja, Ricki hanya bisa tersenyum membalas tatapan Pandu karena dia membiar kan Cahaya keluar dari ruang inap nya.


Kia pun langsung mendekati Cahaya yang terus memaksa ingin melihat Raja.


" Nak.." panggil Kia dengan lembut.


Cahaya pun langsung menoleh pada Kia yang berdiri di samping nya, namun Cahaya hanya diam saja karena Cahaya tidak tahu kalau Kia adalah mama nya Raja.


" Nak benar kata Haikal dan Andra, sebaik nya kamu balik ke kamar kamu ya, kondisi kamu juga belum pulih" ucap Kia dengan lembut.


" Aya gak mau Tan, Aya mau lihat Raja, ini semua gara gara Aya, kalau saja Aya gak terpeleset dan Raja mau membantu Aya, pasti Raja tidak seperti ini, ini semua gara gara Aya tan, gara gara Aya Raja di patuk ular" ucap Cahaya dengan tangisan nya.

__ADS_1


Kia hanya bisa menarik nafas melihat wanita yang menagisi putri nya itu.


" Insya Allah Raja tidak kenapa napa, percaya sama tente, ayo tante antar kamu ke kamar" ajak Kia dengan lembut.


Entah kenapa Cahaya menurut saja saat Kia menarik tangan Cahaya untuk kembali ke kamar nya, Haikal dan Andra langsung menarik nafs lega karena Cahaya mau mendengar kan tante Kia.


Setelah kepergian Kia dan Cahaya, Pandu langsung menatap Ricki.


" Apa kamu tidak bisa menahan wanita itu untuk istirahat di kamar nya agar cepat pulih" ucap Pandu dengan tatapan tajam nya menatap Ricki.


" Aku tidak mau membuat gadis cantik itu tertekan Ndu, lagian mungkin kalian bisa melihat calon menantu kalian bukan, dia begitu cantik dan lembut, sama seperti Kia, Raja pintar mencari pasangan, sama seperti Kia" ucap Ricki yang hanya di balas dengan tatapan tajam oleh Pandu.


Sedang kan Haikal dan Andra hanya bisa tersenyum kecil saja mendengar ucapan dokter Ricki.


Ara dan Azmi berlari kecil memasuki koridor rumah sakit sambil membawa tanaman untuk membuang racun yang ada di dalam tubuh Raja.


Pandu dan yang lain nya sudah mondar mandir di ruang ICU, Adzan Isya sudah berkumandang di rumah sakit, Haikal yang melihat kakak nya datang ahkir nya berdiri dan menghampiri Ara.


" Gimana kak, dapat penawar nya kan?" tanya Haikal yang langsung di angguki kepala oleh Ara dan Azmi.


" Om boleh Azmi meminjam ruangan om buat bikin ramuan ini" ucap Azmi yang langsung di angguki kepala oleh Ricki.


" Boleh dong..ayo cepat, waktu kita tidak banyak" ajak Ricki.


Azmi dan Ricki langsung berjalan cepat menuju ruangan Ricki, setelah sampai, dengan cekatan Azmi meracik daun daun yang dia ambil dari hutan tersebut, Ricki membantu Azmi agar pekerjaan nya cepat selesai.


Pandu dan yang lain nya mengintip dari balik pintu melihat kondisi Raja, suara mesin detak jantung terdengar begitu nyaring dari dalam ruang ICU.


Sementara Cahaya yang berada di ruangan nya hanya bisa berbaring sambil menetes kan air mata nya setelah mendengar perkataan dari Arti kalau saat ini Raja masih kritis karena bisa ular yang mengigit Raja sudah bercampur ke dalam dara nya.


 

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2