
Saat ini Ara sedang duduk di kursi tepat di belakang Azmi yang sedang memberi kan motivasi pada mahasiswa dan mahasiswi kedoktaran di UI, Ara yang melihat betapa keren nya Azmi saat berbicara dan kadang tersenyum pada para mahasiswa dan mahasiswi yang mendengar nya membuat jantung Ara berdetak lebih cepat.
Ara merasa kagum pada Azmi yang begitu luas saat memberi kan materi pada mahasiswa/i, entah kenapa mata Ara tak bisa lepas dari Azmi sedikit pun, kemana pun Azmi berjalan, mata Ara mengikuti langkah kaki Azmi sambil tersenyum.
Namun senyuman nya langsung pudar saat ada suara ketukan di meja tempat di hadapan nya. Ara langsung mendongak kan kepala nya dan melihat Azmi yang berdiri di hadapan nya sambil memegang pulpen di tangan nya.
" Lagi ngelamunin apa, hemmm?" tanya Azmi tepat di hadapan Ara.
Ara langsung melihat sekitar, ternayata sudah sepi, dia langsung merutuki diri nya kenapa bisa jadi melamun dan memikir kan Azmi saat memberi kan materi tadi.
" Siapa yang melamun" Tanya Ara dengan wajah yang tidak berani menatap wajah Azmi.
" Kamu tadi" sahut Azmi masih menatap Ara dengan seksama.
" Mana ada, tadi aku cuma...cumaa" ucap Ara bingung mau bilang apa.
Azmi yang melihat Ara berfikir langsung membungkuk kan badan nya agar wajah nya lebih dekat dengan wajah ara, dan sontak saja Ara langsung terkejut karena wajah Azmi tiba tiba saja sudah berada tepat di hadapan nya.
" Cuma apa? tanya aazmi dengan lembut menatap wajah Ara.
" Cuma..cumaa.." jawab Ara yang gugup dan tidak tahu mau melanjut kan kata kata nya.
" Cuma mau bilang kalau aku tampan, begitu kan" ucap Azmi melanjut kan kata kata Ara yang sebenar nya ingin di benar kan Ara.
Tapi Ara langsung mendorong Azmi agar tidak terlalu dekat dengan nya.
" Anda terlalu percaya diri tuan" sahut Ara langsung berdiri dari kursi yang ia duduki.
" sudah selesai kan, sekarang aku mau pulang" ucap Ara yang langsung berjalan meninggal kan Azmi.
Tapi Azmi langsung mengejar Ara dan menarik tangan Ara sehingga Ara jatuh di dada bidang Azmi, dan Azmi langsung melingkar kan tangan nya tepat di pinggang Ara.
Ara terdiam di pelukan Azmi, " Urusan kita belum selesai nona, kamu harus mengganti kerugian ku karena sudah merusak mobil ku semalam" ucap Azmi sambil menatap wajah Ara.
Debaran jantung kedua nya begitu kencang, entah kenapa Ara begitu nyaman berada di dalam pelukan Azmi, begitu juga dengan Azmi.
Azmi menatap mata Ara yang begitu indah, entah kenapa jiwa Azmi langsung bergetar saat memeluk Ara, jantung yang berdetak begitu cepat membuat Azmi kalau dia yakin sudah memilki perasaan pada Ara saat pertama kali berjumpa saat di parkiran semalam.
Ara yang sadar berada di dalam pelukan Azmi langsung berontak agar di lepas kan, Azmi pun langsung melepas kan Ara dan entah kenapa kedua nya langsung merasa gugup.
__ADS_1
" Berapa yang harus aku bayar, biar urusan ku selesai" ucap Ara sambil menetral kan kembali jantung nya.
" Aku tidak butuh uang kamu, uang ku juga gak akan habis walau aku membeli lima mobil yang sama seperti mobil ku" ucap Azmi dengan sombong nya.
" Sombong banget" sahut Ara sambil memaling kan wajah nya.
Azmi tersenyum mendengar ucapan Ara, dia langsung menarik tangan Ara keluar dari dalam aula, karena Azmi tidak mau di ciduk para mahasiswa berduan di aula kampus mereka.
" Ehhhh...mau kemana? kenapa main tarik tarik aja sih" ucap Ara tidak terima di tarik begitu saja.
" Tentu saja meminta ganti rugi" ucap Azmi masih terus manarik tangan Ara ke parkiran mobil.
" Bukan nya tadi kamu bilang kalau kamu tidak mau di bayar dengan uang, terus kenapa malah terus minta ganti rugi" ucap Ara yang langsung menghentikan langkah kaki Azmi saat sudah di depan mobil mereka.
" Temani aku makan malam, itu ganti rugi nya" ucap Azmi langsung yang membuat Ara menatap Ara.
" Tidak bisa aku nya" ucap Ara langsung.
" Kenapa? kamu sudah punya pacar? maka nya kamu takut ketahuan kalau lagi jalan sama cowok tampan seperti ku" tanya Azmi.
Ara langsung mencibir kan bibir nya mendengar ucapan Azmi, " Jangan terlalu narsis deh tuan, aku gak bisa malam ini, karena nanti malam di rumah ku ada acara keluarga" ucap Ara memberi tahu.
Ara yang mendengar perkatan Azmi langsung geram seketika.
" Bukan urusan kamu, udah ahk aku mau pulang" ucap Ara dan berbalik meninggal kan Ara untuk menyetop taksi kembali ke rumah sakit untuk mengambil mobil nya.
" Ra...Raaa..kamu pergi sama aku balik sama aku juga dong" cegah Azmi yang langsung menarik tangan Ara dan memasukkan Ara ke dalam mobil nya.
Ara hanya menarik nafas nya dan menatap Azmi yang lagi mengelilingi mobil nya setelah membuka kn pintu mobil untuk Ara.
Mereka pun kembali ke rumah sakit dengan pikiran Azmi yang melangla buana memikir kan perkataan Ara.
*****
Malam hari sudah tiba, semua sahabat Pandu dan Kia sudah hadir untuk merayakan aniversary mereka ke 20 tahun, para sahabat Pandu dan Kia begitu senang karena rumah tangga Pandu dan Kia slalu harmonis dan tidka ada lagi kekacauan saat mereka baru berumah tangga dulu.
" Dek mana kue nya? jadi kan kamu pesan?" tanya Ara pada RAtu yang sedang duduk di taman belakang sambil melihat para orang tua membakar daging dan sosis.
" Sudah kak, bentar lagi juga sampai, dan aku justru menyuruh pemilik toko kue nya yang antar langsung" ucap Ara sudah memliki rencana.
__ADS_1
Ratu yang tersenyum sendiri membuat Ara yang menatap nya merasa aneh.
" Kamu kenapa? kok senyum senyum begitu?" tanya Ara namun Ratu hanya menggeleng kan kepala nya saja.
Saat sedang asik bercerita cerita sambil tertawa, bunyi bel pertanda kalau ada tamu, pelayan yang ada di sana hendak membuka kan pintu, namun lansung di cegah oleh Ratu.
" Bik...biar kak Raja saja yang buak pintu nya ya" ucap Ratu yang langsung di angguki kepala oleh pelayan.
Raja sendiri yang sedang asik main ponsel nya menatap adik nya yang berjalan ke arah nya.
" Kak ayo bukaan pintu nya sana, itu pesti dari toko kue tempat adek pesan kue buat mama dan papa" suruh Ratu pada kaka tersayang nya.
" Kenapa harus kakak si dek, biar aja bibik yang bukain dan membawa kue nya" ucap Raja menatap Ratu malas.
" Gak kejutan dong kak, tadi siang kan adek uda pesan kue nya, nah sekarang tugas kakak dong yang membawa kue nya ke sini" ucap Ratu yang membuat Raja mau gak mau berdiri dari tempat duduk nya.
Ratu yang melihat Raja berjalan dengan ogah ogahan pun menegur kakak tersayang nya.
" Kakak ku sayang, harus ikhlas dong ngerjai nya, biar mama dan papa senang" teriak Ratu.
" Iya bawel" sahut Raja yang sudah berjalan ke depan untuk membuka pintu rumah nya.
Ratu tersenyum mengikuti kaka nya dari belakang, dia bersembunyi dibalik tembok untuk melihat kakak nya saat membuka pintu, apa kah kakak nya langsung tertarik dengan Cahaya yang mempunyai wajah yang begitu cantik di mata Ratu.
Memang ini salah satu rencana Ratu untuk mempertemukan Raja dan cahaya, karena tadi awal nya Ratu sendiri lah yang ingin mengambil kue tersebut di antar oleh mang madi, supir keluarga Atmaja, tapi dia langsung teringat kakak nya untuk mempertemukan Raja dan Cahaya.
Raja dengan malas membuka pintu rumah yang berukuran besar di hadapan nya, saat pintu terbuka dia melihat wanita berhijab sedang mebelakangi diri nya.
" Maaf Cari siapa?" tanya Raja dengan suara dingin nya.
Cahaya yang memang sedang membelakangi pintu karena sedang melihat air mancur di sertai lampu yang begitu canti di depan rumah besar keluarga Atmaja langsung berbalik karena mendengar suara di belakang nya.
Deg
Deg
Deg
Bersambung.
__ADS_1