
"Gak....gak mungkin,kalian pasti bohong kan,Kia ku masih hidup,Kia ku pasti selamat, kata kan kalau Kia masih hidup Ric, kata kaaan" ucap Pandu yang emosi pada Ricki.
"Kia memang sudah gak ada Ndu, peluru yang mengenai tubuh Kia satu mili lagi tepat mengenai jantung Kia, kita semua sudah mengeluar kan peluru nya, tapi tepat peluruh sudah keluar, kondisi Kia melemah, kita semua sudah berusaha Ndu, tapi takdir berkata lain, Ikhlas kan Kia Ndu, biar Kia bisa tenang di alam sana" ucap Ricki menjelas kan pada Pandu.
"Gak...Aku gak akan biar kan Kia ku pergi, Kia pasti masih hidup, minggir kalian semua" ucap Pandu menerobos untuk masuk ke ruang operasi.
Pada saat Pandu sudah masuk ke dalam ruang operasi, para tim dokter dan suster yang masih ada di dalam ruang operasi ingin melepas kan alat alat yang ada di tubuh Kia, Pandu yang melihat nya pun langsung membentak dokter yang ada di sana.
" Jangan sentuh Istri ku" ucap Pandu pada dokter yang ingin melepas kan alat alat yang ada di tubuh Kia.
"Tapi pak Nona Kia harus segera di bersih kan, agar jenazah nya bisa kita bawah ke rumah duka" ucap dokter tersebut.
"Diam kamu, jangan pernah melepas alat alat itu dari tubuh istri ku, istri ku masih hidup" ucap Pandu dengan emosi yang sudah memuncak.
Bayu yang bertepatan masih ada di dalam ruangan memberi kan kode pada dokter yang mau melepas alat alat pada tubuh Kia untuk membiar kan Pandu sesaat.
Dokter tersebut langsung menggeser tubuh, Pandu yang melihat dokter itu pergi dari tempat tidur Kia pun langsung memeluk Kia.
"Sayang bangun sayang, Mas yakin kamu pasti masih hidup, kamu cuma tidur kan sayang, bukti kan sama mereka kamu masih hidup sayang, ayo buka lha mata kamu sayang, jangan buat Mas khawatir" ucap Pandu sambil mengguncang guncang tubuh Kia.
Di peluk nya tubuh Kia yang pucat pasi dan sudah dingin, di cium nya wajah istri nya dengan air mata yang sudah mengenai wajah Kia.
"Sayang ayo bangun, bukan kah kita sudah berjanji tidak ada yang bisa memisah kan kita, sekali pun itu kematian, bukti kan janji kamu sayang, buka lha mata kamu sayang, Mas ada di sini,Mas akan slalu ada di dekat kamu, bangun sayang bangun" sambung Pandu lagi.
"Sayang buka lha mata kamu sayang, Mas gak tau gimana cara nya bernapas kalau kamu gak ada di sisi Mas sayang, Bangun sayang banguun" ucap Pandu yang berusaha membangun kan Istri nya.
Semua yang melihat Pandu tidak dapat membendung air mata nya, ruang operasi sudah ramai dengan tangisan dengan keluarga Atmaja.
Mama Dewi yang tak kuasa melihat putra nya menangis dan terguncang karena kematian menantu nya pun jatuh pingsan.
Bima pun langsung mengendong Mama Dewi dan di bawak ke UGDm.
__ADS_1
Aldi menghampiri Pandu untuk menenang kan nya, agar jenazah Kia bisa di bersih kan dan di bawak pulang.
" Ndu tenang lha, kasian Kia kalau lama lama di biar kan seperti ini, kita harus membawa nya pulang Ndu" ucap Aldi.
Pandu tak menggubris kata kata Aldi, Pandu semakin meradang dan mengguncang tubuh istri nya agar segera bangun.
"Sayang kamu dengar bukan, mereka mengatakan kamu uda pergi ninggalin aku, ayo lha sayang bangun, buka mata kamu, tunjukan kalau kamu masih hidup, bukti kan kalau mereka salah sayang, bangun sayang bangun, jangan tinggal kan Mas sayang, jangan tinggal Mas, Mas mohon sayang" ucap Pandu memeluk Kia dengan erat.
Sementara di bawah alam sadar, Kia berjalan di ruangan yang gelap, tiba tiba ada yang memanggil nama nya dengan lembut.
"Kia sayang" panggil seseorang yang suara nya sangat di kenal Kia.
Kia melihat keliling nya, di lihat nya Ayah dan Ibu nya berdiri tak jauh dari Kia berdiri, Kia pun langsung tersenyum dan berlari menghampiri orang tua nya.
"Ayah...Ibu..Kia kangen sekali sama Ayah dan Ibu, jangan pernah tinggal kan Kia lagi Yah, Bu" ucap Kia memeluk kedua orang tua nya.
"Iya sayang, Kami tidak akan meninggal kan kamu lagi, ayo ikut ayah dan Ibu" ucap Ibu nya sambil mengelus pipi putri nya yang cantik.
"Kita akan ajak kamu ke suatu tempat yang sangat indah sayang, yang di sana hanya ada orang orang pilihan saja, kamu mau nak ikut kami kan?" tanyak Ibu Kia yang mau membawa putri kesayangan nya.
" Kia pun langsung mengganguk kan kepala nya,Kia begitu senang sampai Kia memeluk Ibu dan Ayah nya begitu erat.
" Ayo sayang" ajak Ibu Kia.
Mereka pun berjalan dengen begitu senang, Kia tidak pernah melepas kan pegangan tangan nya dari tangan Ayah dan Ibu nya.
" Ayah sejak kapan kalian bisa bertemu, kenapa kalian dulu meninggal Kia sendiri?" ucap Kia sambil berjalan menuju tempat yang ingin di tuju.
" Ayah dan Ibu sudah bertemu sejak lama sayang, dan sekarang kami juga mau kamu ikut kita sayang, kamu pasti senang tinggal di sana" sahut Ibu Kia.
" Benar kah?" tanya Kia.
__ADS_1
Ayah dan Ibu Kia mengangguk dan tersenyum, mereka melanjut kan langkah kaki mereka.
" Ayah...Ibu, berjanji lha mulai sekarang jangan pernah tinggal kan Kia lagi, Kia gak mau sendirian lagi, Kia gak punya siapa siapa waktu ayah dan Ibu pergi tinggal Kia dulu" ucap Kia sambil menangis.
"Tenang lha sayang, Ayah dan Ibu mintak maaf sama kamu, tapi sekarang kami tidak akan membiar kan sendiri lagi, kita akan selalu bersama, seperti dulu" ucap Ayah Kia sambil membelai kepala Kia yang tertutup Hijab.
Kia langsung memeluk Ayah dan Ibu nya, Kia menangis menahan rindu yang sudah lama tidak bertemu dengan Ayah dan Ibu nya.
"Ayah..Ibu apakah masih jauh tempat nya yang akan kita tuju?" tanyak Kia pada ayah dan ibu nya.
"Tidak sayang, sebentar lagi kita akan sampai" ucap Ayah Kia.
" Tapi sudah dari tadi kita berjalan Yah, dan perjalan kita sudah sangat jauh,kenapa kita lama sekali sampai nya Yah" sahut Kia.
" Untuk perjalanan ke tempat yang indah kita harus bersabar sayang" ucap Ibu Kia.
Mereka pun langsung melanjut kan langkah mereka dengan saling bergenggaman, pada saat sudah lumayan jauh Kia melihat cahaya putih yang begitu terang.
"Ayah..Ibu cahaya apa itu, kenapa terang sekali? mata Kia silau Yah, Bu" ucap Kia.
"Itu lha pintu untuk menuju ke tempat tujuan kita sayang" ucap Ayah Kia.
"Ayok sayang" ajak Ibu nya lagi.
Kia pun langsung melanjut kan langkah nya....
Bersambung..
Jangan lupa Like,Komen dan Vote ya...
dukungan kalian sangat berarti untuk Author.
__ADS_1