Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 72


__ADS_3

Mereka sudah bersepada cukup jauh dari rumah keluarga atmaja, Kia juga sudah mulai capek, mereka beristirahat di sebuah taman yang ramai tempat berkumpul orang orang yang lagi gowes juga.


" Capek banget ya sayang?" tanya Pandu sambil mengelap keringat yang mengalir di kening istrinya.


" Iya Mas capek banget, tapi Kia senang banget bisa gowes sama Mas" sahut Kia tersenyum sambil memeluk pinggang suaminya.


Pandu tersenyum dan langsung membelas pelukan Kia dan mencium pipi Kia, Kia terkejut dan langsung melepas kan pelukan nya.


" Mas malu tau, di sini kan ramai orang" ucap Kia.


" Biar saja, mas gak perduli" sahut Kia santai.


Kia hanya yang kesel hanya mengerucut kan bibir nya saja, Pandu yang melihat itu makin gemes pada istrinya, Pandu pun langsung memeluk Kia lagi dan membisik kan sesuatu di telinga Kia.


" Jangan buat bibir kamu sepseti itu sayang, Mas gak kuat, kamu mau setelah pulang dari sini Mas langsung memakan kamu seperti tadi malam" ucap Pandu tersenyum genit.


Kia yang mendengar ucapan suaminya langsung menjauh kan tubuhnya, " jangan macem macem kamu Mas, gak puas apa hampir tiap malam Mas slalu minta jatah, kurang puas apa tadi malam?" tanya Kia dengan wajah yang sudah memerah.


" Mas gak pernah puas sayang, tubuh musudah candu untuk Mas" sahut pandu mencubit hidung Kia.


Saat Pandu dan Kia mesih asik bercerita yang tak berfaedah menurut Kia, Aldi datang membawa minum untu mereka.


" Ini minuman nya" Aldi menyodor kan air mineral untuk Kia dan pandu.


Pandu pun langsung menerima dan membuka tutup botol nya dan memberikan pada istrinya, Kia langsung meminum nya dan memberikan kembali pada suaminya, Pandu pun langsung meminum air yang bekas di minum istri nya.


Keromantian mereka tak luput di lihat orang orang yang ada di taman itu.


" Lihat deh, itu kan Pak Pandu ya, orang nomor satu di kota ini, romantis sekali ya, minum satu botol berdua, itu pasti pacar nya, cantik banget ya" ucap seseorang yang ada di taman itu.


" Iya canti banget, cocok sama Pak Pandu, asisten nya juga ganteng banget ya, guem mau dong sama asistennya Pak Pandu" sambung orang satunya lagi.


" Nama nya Aldi, mereka berdua memang tampan, beruntung banget cewek yang bisa sama mereka" sambung teman mereka lagi.


Begitu lha percakapan orang orang yang ada di taman yang melihat ke arah Pandu, Kia dan Aldi, tapi yang di bicarakan hanya diam cuek saja, kecuali Kia, dia yang mendengar nya tersenyum ramah.


Karena hari sudah hampi siang, mereka berencana untuk pulang, karena sudah semakin panas, Pandu dan Kia sudah melaju kan sepeda nya, Aldi pun mengikuti dari belakang.


Saat akan keluar taman, Pandu dan Kia sudah keluar diluan, sambil mengowes dengan santai, Aldi yang hendak ikut keluar menyusul Pandu dan Kia, tiba tiba saja terjayuh dari sepedanya karena ada yang menabrak dari arah samping taman.


Pandu dan Kia pun menoleh kebelakang terkejut karena Aldi jatuh bersama dengan seseorang yang ikut terjatuh di depan Aldi.


Pandu dan Kia langsung turun dari sepeda nya dan menolong Aldi dan orang tersebut, Saat semua nya sudah berdiri. Aldi langsung marah pada orang yang sudah menabrak nya.


" Kamu punya mata gak sih, kurang gede apa saya, sampai kamu menabrak saya?" ucap Aldi marah.


Orang yang menabarak Aldi sedang membersih kan pakaian nya yang sedikit kotor langsung mengangkat kepalanya saat mendengar Aldi memarahinya.

__ADS_1


Aldi mematung di tempat saat melihat wanita yang cantik berhijab dengan mata bulan yang lentik, hidung mancung dan bibir tipis berwarna pink.


" Maaf saya tidak sengaja, tadi tali sepatu saya lepas, jadi saya langsung gak fokus melihat jalan" sahut wanita tersebut,


Kia yang melihat wajah wanita yang menabrak Aldi langsung tersenyum memanggil namanya, sedangkan Pandu dan Aldi hanya diam saja memperhatikan Kia yang ternya mengenali wanita itu.


" Widya" panggil Kia.


Widya pun langsung menoleh kearah Kia karena ternyata ada yang mengenalinya.


" Kia...Kamu gowes di sini juga?" sahut Kia kemudian mereka berpelukan.


Kia langsung memperkenal kan Widya pada Pandu dan Aldi.


" Mas, Al kenalin ini Widya, dia teman Kia di kampus dan sama sedang ambil spesialis seperti Kia" ucap Kia menegenali pada suaminya dan Aldi.


" dan Widya ini Mas Pandu suamiku dan ini Kak Aldi asisten suamiku" sambung Kia lagi.


Widya langsung mengatup kan tangan nya didada tersenyum, Pandu hanya mengangguk kan kepala nya saja, dan Aldi diam tanpa menjawab nya.


" lain kali kalau jalan mata di pakek ya" ucap Aldi langsung mengowes sepeda nya inggin meninggal kan mereka, tapi terhenti saat suara Widya kembali terdengar.


" Dimana mana jalan pakek kaki Pak, kalau mata untuk melihat" sahut Widya dengan ketus.


Aldi yang mendengar perkataan Widya menoleh dan menetapnya tajam, widya yang di tatap begitu tajam oleh Aldi menetap balik dengan tatapan yang tak kalah tajam. pandu dan Kia hanya tersenyum melihat tingkah sahabat nya itu.


Widya yang di bilang resek mengepal kan tangan nya geram,Pandudan Kia menyusul Aldi yang sudah jalan diluan setelah berpamitan dengan Widya.


Saat di jalan Aldi mengingat wajah wanita yang sudah menabraknya tadi.


Cewek tadi cantik banget, tak kalah cantiknya kayak Kia, alim juga kelihatannya sepserti Kia, eehh kok aku jadi mkirin cewek resek itu sih, gak gak cewek cuma itu cuma nyusahin aja, gumam Aldi dalam hati sambil menggeleng kan kepala nya menghilangkan ingatan nya pada wajah Widya.


" Kamu kenapa Al, keingat cewek tadi?" tanya Pandu saat sudah sampai di rumah Pandu.


Aldi yang mendengar perkatan Pandu hanya menatap nya tak suka, " Apaan sih, kayak gak ada kerjaan aja mikirin cewek resek itu" sahut Aldi.


" Yahh kali kan kepikiran cewek tadi, kalau di lihat lihat lumayan kok Al, kelihatan nya alim juga" sambung Pandu menjahili Aldi.


" Jangan menilai dari tampang nya, gak semua nya cewek berhijab itu baik Ndu" sahut aldi lagi.


Kia yang mendengar pembicaraan suami nya dan asistennya pun langsung menyambung permbicaraan mereka.


" Tapi Widya memang baik kak, dia masuk kuliah juga jalur beasiswa, sama kayak Kia, anak nya memang taat agama kak, dan tidak mau berpacaran, dia mau nya langsung di khitbah" ucao Kia menimpali.


" Nah kurang apa coba Al, mintak bantu Kia buat dekatin" ucap Pandu menimpali.


" Apaan sih" sahut Aldi langsung masuk kedalam rumah. Pandu dan Kia yang melihat reaksi Aldi hanya tertawa lucu.

__ADS_1


 


 


 


Bersambung...


Ikuti terus cerita nya ya Gaaiiis..


nih Author kabulin yang mintak aldi biar ada jodohnya.


Jangan lupa untuk slalu dukung Author ya Readers


dengan Like, KOmen dan Vote


Share novel Author ya Gaiiss


biar banyak yang membaca


pliiiiiiiiiss


Salam sayang author untuk kalian semua


I love all


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2