
" Ternyata kita sudah di takdir kan untuk berjodoh Ra, dengan aku tidak mendekati mu saja, keluarga mu sudah mau menjodoh kan kita" ucap Azmi yang langsung membuat Ara semakin malu.
" Bukan keluarga ku yang mau menjodoh kan aku dan kamu, tapi om Ricki, kepala rumah sakit di Hospital Atmaja" ucap Ara memberi tahu agar Azmi tidak salah paham.
" Apa pun itu Ra, yang jelas kamu itu sudah di garis kan hanya untuk ku" ucap Azmi masih menatap Ara.
Ara memandang Azmi dengan tatapan penuh dengan pertanyaan, Azmi tahu begit banyak pertanyaan yang ingin di lontar kan dari mulut Ara.
" Ada yang mau kamu sampai kan?" tanya Azmi menatap wajah Ara dengan lembut.
" Banyak...sangat banyak" sahut yang sudah tidak menatap Azmi, melain kan memandangi lampu lampu kecil di taman.
" Kata kan saja apa yang mau kamu tanya kan pada calon suami ini?"ucap Azmi dengan begitu percaya diri nya.
Ara yang mendengar nya langsung menatap Azmi dengan kekehan, aneh rasa nya mendengar ucapan Azmi barusan, menurut nya itu sangat lucu.
" Bicara apa sih, aku juga belum nerima mu, jadi jangan begitu percaya diri, nanti kecewa sakit loh" ucap Ara yang langsung beranjak dari kursi di taman, tapi tangan nya langsung di tarik Azmi, dan Ara berbalik menatap Azmi.
" Kamu ingat kata kata ku Ra, kalau kamu hanya di takdir kan untuk ku, hanya untuk ku" ucap Azmi dengan memeluk pinggang Ara dengan kuat.
Sementara di dalam rumah, para orang tua merasa kalau Ara dan Azmi lama sekali.
" Kenapa mereka lama sekali ya? apa begitu bogeman yang aku buat? sampai sampai selama ini ngobati nya?" ucap Bima yang langsung bangkit dari tempat duduk nya.
Anita yang melihat suami nya beranjak dari sofa langsung bertanya, " Mau kemana Mas" tanya Anita pada BIma.
" Melihat anak dan calon mantu sayang" sahut Bima yang langsung berjalan ke arah taman.
Saat sudah sampai taman, BIma melihat pemandangan yang membuat nya ingat masa muda nya dulu, dia tersenyum kecil melihat Ara yang berada di pelukan Azmi.
" Sudah peluk pelukan nya?" tanya Bima yang langsung menganget kan Ara dan Azmi, dengan cepat Ara langsung mendorong tubuh Azmi karena takut papa nya marah.
"Pa..pa" ucap Ara gugup/.
Azmi langsung menunduk kan kepala nya takut kalau papa nya Ara kembali marah karena sudah berani memeluk anag gadis nya.
__ADS_1
" Maaf om, ini tidak seperti yang om lihat?" ucap Azmi berusaha menjelas kan.
" Om mengerti, om juga perna muda, yasudah ayo kita masuk dulu, ada yang mau om tanya sama kamu" ajak Bima yang langsung di angguki kepala oleh Azmi sambil tersenyum.
Sementara Ara mengeluar kan nafas nya dengan lega karena papa nya tidak marah, sebelum mereka masuk mengikuti papa Bima, Ara sempat melihat Azmi yang menatap nya dengan senyuman di wajah nya.
" Untung saja papa tidak marah, kalau tadi marah, aku sunat punya mu untuk ke dua kali nya" ucap Ara dengan marah dan langsung meninggal kan Azmi yang terkejut mendengar ucapan Ara.
" Kejam sekali dia kalau marah, kalau di sunat lagi entar kamu nya gak puas Ra" sahut Azmi yang pasti nya tidak di dengar Ara karena sudah jauh pergi meninggal kan Azmi.
Di sebuah kamar bernuansa putih dan abu abu, seorang lelaki tampan sedang tersenyum memikir kan wanita yang tadi siang menemani nya dan sudah mau bercerita banyak dengan nya.
Haikal yang ada di samping nya menatap nya dengan tatapan penuh tanya.
" Sebahagia itu kah kamu Ja, sampai sampai senyum yang tak perna keluar sekarang bisa keluar dengan muda nya" tanya Haikal menatap Raja.
" Eheeemmm...entah kenapa aku bahagia bisa dekat dengan Dia Kal, nama nya seperti sinar yang membuat hati ku selalu terang" ucap Haikal menatap bintang dari balkon kamar nya.
" Cahaya...nama yang indah bukan" ucap Raja yang di angguki kepala oleh Haikal.
Mereka sama sama melihat langit dan bintang yang sama di malam itu, dan melamun, entah apa yang di lamun kan kedua lelaki tampan itu, hanya Author yang tahu.
Saat sedang asik melamun. tiba tiba pintu kamar Raja di ketuk dari luar, tapi karena Raja dan Haikal tidak juga membuka pintu nya, dengan berani orang yang mengetuk pintu tersebut membuka nya dengan paksa.
" Kok gak ada sih" ucap nya saat tidak melihat orang yang saat ini sedang di cari nya.
" Pasti lagi di balkon?" ucap nya lagi saat melihat pintu balkon kamar terbuka.
Dengan langkah pasti, ia berjalan ke arah Balkon dan langsung memanggil orang yang saat ini sedang melamun.
" Kakak" teriak Ratu dengan keras sehingga menngaget kan Raja dan Haikal.
" Adek" ucap Raja saat melihat Ratu sudah berkacak pinggang menghadap diri nya.
__ADS_1
" Kalian berdua ini hobi banget sih melamun, ganteng ganteng tapi galau mulu" ucap Ratu yang langsung membuat Raja dan Haikal saling pandang.
" Ada apa dek?" tanya Raja yang sdah duduk di kursi balkon sedang kan Haikal menatap Ratu.
" Kakak besok adek nebeng kakak ya sekolah, Ratu males banget pergi bareng papa dan Om Aldi tiap hari" ucap Ratu sadikit merengek.
Raja yang mendengar ucapan adik nya hanya bisa menatap nya dengan aneh, pasal nya Ratu pernah bilang kalau dia tidak mau di antar oleh nya ke sekolah karena semua teman teman nya pada tebar pesona pada diri nya, dan itu membuat Ratu tidak suka. Tapi ini malah Ratu sendiri yang meminta Raja untuk mengantar nya ke sekolah.
" Bukan nya adek sendiri yang gak mau kakak antar? kenapa sekarang malah mau minta antar?" tanya Raja.
" Pokok nya Ratu mau di antar kakak besok titik, gak ada pertanyan apa pun" ucap nya dan langsung berbalik, namun langkah nya terhenti saat melihat Haikal masih menatap nya.
" Kak Haikal nginap sini atau pulang?" tanya Ratu saat sudah berbalik menatap Haikal yang juga menatap nya.
" Balik Dek, emang kenapa? jawab Haikal yang terus menatap Ratu.
" Kirain Ratu nginap, bisa bantuin Ratu kejain tugas sekolah" ucap Ratu dengan senyuman di bibir nya yang membuat Haikal tersenyum kikuk menatap Ratu dan menatap Raja yangs saat ini menatap diri nya.
" Kakak pulang dek, maaf gak bisa bantu kamu" ucap Haikal merasa bersalah.
" Iyaa gak apa deh, Ratu minta bantuan kak Andra saja" ucap Ratu langsung berbalik.
Tapi ia tak lupa mengingat kan kakak nya agar besok jangan lupa untuk mengantar nya pergi sekolah.
" Kakak besok jangan lupa?" teriak Ratu yang membuat Raja dan Haikal menggeleng kan kepala nya.
Haikal menatap kepegian Ratu, dia langsung menggeleng kan kepala nya dan semua itu di lihat oleh Raja.
" Ada Apa?" tanya Raja saat melihat Haikal.
Bersambung.
__ADS_1