Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 161


__ADS_3

Setelah mengantar Rika, Firman langsung menuju mobil nya dan melaju kan mobil nya menuju kantor papa nya.


Firman sekarang sedikit sedikit membantu di perusahaan papa nya, karena papa nya mau kalau Firman mengambil alih perusahaan itu nanti kalau papa nya sudah lelah untuk bekerja.


Firman sampai di kantor papa nya dan langsung naik menuju ruangan papa nya, tapi saat baru keluar dari lift, Firman bertemu dengan Reza.


" Lho Za kamu di sini, uda balik dari proyek?" tanya Firman.


" Sudah baru aja sampai, Oia Man ada yang mau aku bicarain sama kamu" ucap Reza dan mengajak Firman untuk berbicara.


" Serius banget loe, emang mau bicara apaan?" sahut Firman sambil berjalan menuju ruangan nya.


" Ini soal Rika" ucap Reza dan spontan langsung memberhenti kan langkah kaki Firman.


Firman langsung berbalik dan menghadap Reza yang juga melihat nya dengab wajah datar.


" Kenapa dengan Rika?" tanya Firman dengan suara dingin.


" Aku tahu kamu punya hati kan sama Rika" ucap Reza dengan nada tak suka.


" Apa hubungan nya sama kamu?" tanya Firman lagi.


" Man, kamu kan tahu aku ada hati sama Rika dan aku ngedekati dia diluan, tapi kenapa sekarang kamu malah ngedekati dia juga Man" ucap Reza dengan suara sudah sedikit meninggi.


Firman yang mendengar perkataan Reza begitu terkejut, Firman bingung mau menjawab apa, karena di satu sisi Reza juga dari awal kenal Rika sudah mengatakan kalau dia benar benar serius dengan Rika.


" Kenapa diam Man, apa aku salah berbicara ini sama kamu" ucap Reza lagi.


" Bukan gitu Za, aku..aku" ucapan Firman terputus karena di potong Reza.


" Aku juga mencintai Rika begitu?" ucap Reza dengan nada yang sudah meninggi.


Firman terkejut dan tidak bisa menjawab pertanyaan Reza, mulut Firman terasa beku, di satu sisi apa yang di kata kan Reza benar diri nya mencintai Rika, tapi di sisi lain Reza juga ada hati dengan Rika dan sudah mengatakan nya dari awal.


Saat mereka saling diam, tiba tiba papa Firman datang menghampiri mereka karena melihat anak dan keponakan nya seperti ada masalah.


" Firman, Reza ada apa ini?" tanya papa Firman saat sudah berdiri di dekat Firman dan Reza.


Firman dan Reza langsung mengubah ekspresi wajah mereka seperti biasa.

__ADS_1


" Tidak ada apa apa ko Pa, tadi Reza ngasih tahu tentang perkembangan proyek, soal nya Reza baru balik dari sana" sahut Firman agar papa nya tidak mengetahui kejadian tadi.


" Tapi kenapa wajah kalian tadi begitu tegang papa liat?" tanya papa Firman lagi.


" Ahkkk...itu perasaan papa aja kali, ya kan Za" ucap Firman dan menatap Reza agar bisa di ajak kerja sama.


Dengan malas Reza membenar kan ucapan Firman.


" Iya benar yang di kata kan Firman Om, tidak ada apa apa di antar kita" ucap Reza.


" Papa cuma mau bilang sama kalian berdua, kalau ada masalah di bicara kan dengan baik baik, jangan sampai kalian bertengkar hanya karena wanita" ucap papa Firman kemudian langsung pergi meninggal kan Firman dan Reza yang terkejut mendengar ucapan papa nya.


Setelah kepergian papa nya,Firman dan Reza langsung saling pandang, dan tanpa berbicara mereka langsung pergi keruangan masing masing.


Di kantor Pandu, Kia yang bosen menunggu suami nya langsung mengajak Bela sekretaris Pandu untuk mengajak Bela ke bawah minum es campur yang ada di depan kantor Pandu.


" Bela kamu sedang sibuk?" tanya Kia yang sudah berdiri di depan meja Bela.


" Tidak kok Non, ada yang bisa saya bantu Non?" tanya Bela.


" Jangan formal seperti itu ngomong nya Bel, panggil nama aja, kan dari dulu sudah aku bilang" ucap Kia yang tidak suka di panggil seperti itu.


" Yasudah kalau cuma kita berdua kamu panggil nama saja, okee" ucap Kia dan di angguki kepala oleh Bela tanda setuju.


" Aku mau ajak kamu minum es campur di bawah, kamu mau nemenin aku kan Bel, aku suntuk di ruangan Mas Pandu dari tadi" ajak Kia.


" Yasudah ayok, aku juga lagi gak ada kerjaan kok" sahut Bela.


Mereka berjalan sambil bercerita dan sesekali tertawa, semua karyawan yang melihat Kia dan Bela merasa takjub, karena istri dari bos mereka begitu ramah dan tidak sombong.


Kia dan Bela sudah duduk di tempat es campus, Kia begitu nikmat memakan es campur dengan lahap, Bela yang melihat Kia makan makanan pinggir jalan merasa heran dengan Kia.


" Kia kamu kok mau makan makanan pinggir jalan gini, kamu kan istri dari bos besar" tanya Bela.


" Jadi kalau aku istro dari Mas Pandu aku gak boleh makan makanan pinggir jalan" tanya Kia balik.


" Yaa beda aja sama orang kaya lain Kia, mereka mana mau makan makanan pinggir jalan gini" ucap Bela lagi.


" Bel, aku sama mereka kan beda, aku gak pernah membeda beda kan orang, dari segi materi atau pun fisik nya, bagi ku semua manusia di mata Allah sama, tidak ada beda nya" sahut Kia.

__ADS_1


" Harta, fisik dan kemewahan itu hanya nilai plus yang di berikan oleh Allah, dan semua itu hanya titipan, tinggal kita aja yang bersyukur atas titipan yang di kasih Allah sama kita" sambung Kia lagi.


Bela yang mendengar ucapan Kia begitu salutz jarang ada orang kaya seperti Kia, rata rata yang Bela tau semua orang kaya pasti sombong dan memamerkan harta kekayaan merak dan jijik dengan kalangan bawah.


" Oia bel,kamu uda punya pacar belum?" tanya Kia.


" Belum Kia, aku masih mau membantu orang tua ku dan adik adik ku dulu, soal nya aku gak begitu memikir kan jodoh, kalau Allah uda berkehendak pasti jodoh aku akan datang" ucap Bela.


" Tapi kamu kan cantik Bel, masa gak ada yang dekat dengan kamu?" tanua Bela lagi.


" Ada Kiaz tapi aku gak mikir kesana dulu" sahut Bela dengan tersenyum.


Bela anak yang baik, dia juga cantik, kalau aku kenalin sama kak Ricki kira kira gimana ya, gumam Kia sambil melihat Bela.


Saat sedang berfikir, tiba tiba ponsel Kia berbunyi, ternyata yang menhubungi adalah Pandu, Pandu sudah sampai di kantor tapi tidak menemukan istri nya di ruangan nya.


" Sayang kamu dimana, kok gak ada di ruangan Mas?" tanya Pandu khawatir karna tidak melihat Kia.


" Salam dulu dong Mas, masa langsung ngomong gitu" ucap Kia yang terkejut mendengar suara Pandu.


" Iya iya maaf sayang, kamu lagi dimana?" tanya Pandu dengan lembut.


" Di depan kantor kamu Mas, bareng Bela, abis Kia bosen nungguin Mas lama banget nyampek nya" ucap Kia.


" Yaudah Mas kesana ya sayang" ucap Pandu ingin menyusul istri nya.


" Tidak usah Mas, Mas lanjut kerja aja, biar cepat selesai" sahut Kia kemudian menutup panggilan telpon nya.


Pandu yang mau bicara tapi sambungan telpon nya terputus pun merasa kesal dengan istri nya.


" Yaa ampun ini anak main matiin aja, untung cinta" ucap Pandu kemudian berjalan menuju meja kerja nya.


Bersambung...


Jangan lupa untuk dukung karya author ya gaess, dengan Like,komen dan vote yang banyak,plissss.


Dan jangan lupa kasih hadiah yang banyak juga yaa.


Terima kasih banyak, Salam sayang Author untuk kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2