Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 109


__ADS_3

Widya sudah kembali di meja nya, dia begitu gugup ketika melihat Aldi menatap nya begitu dalam,Rika memperhati kan tatapan mata Aldi pada Widya.


" Waah keren kamu Wid, tapi kamu nyanyi lagu buat siapa Wid?" tanya Pandu sambil melirik Aldi.


Widya yang di tanya Pandu menyanyi kan lagu untuk siapa langsung gugup seketika.


" Haaahk...lagu tadi Widy nyanyi kan buat" belum sempat Widya menerus kan Rika langsung memotong ucapan Widya.


" Maaf semua nya, Aku balik diluan ya, soal nya tadi ada janji sama mama mau nemeni belanja" ucap Rika pamit dan memeluk Kia dan Widya bergantian.


Setelah Rika pergi, Kia memperhati kan sahabat nya yang pulang tiba tiba, padahal setau Kia, Rika slalu cerita kalau mau nemeni mama nya belanja.


Karna jam sudah menunjuk kan pukul 14.45 wib, Pandu langsung mengajak Kia untuk balik ke kantor nya saja, karena Pandu masih banyak kerjaan di kantor nya, akan banyak menyita waktu kalau Pandu mengantar istri nya pulang ke rumah.


" Sayang kamu ikut Mas ke kantor ya, soal nya kerjaan Mas belum selesai, gak apa apa kan sayang" ucap Pandu pada Kia.


" Iya Mas gak apa apa, Kia ikut Mas ke kantor saja" Sahut Kia yang masih memikir kan sahabat nya Rika.


Mereka semua beranjak dari kafe Widya, sementara Widya masih tetap berada di kafe nya karena masih mau melihat laporan hasil keuntungan kafe nya.


Sementara di tempat lain, Rika yang sedang mengendarai mobil nya sedikit melamun.


Apa yang aku lihat seperti nya benar, Pak Aldi dan Widya saling mencintai, Rika bodoh nya kamu ini, baru sekali merasa kan jatuh cinta, tapi cinta kamu sudah bertepuk sebelah tangan.gumam Rika yang melamun sambil menyetir.


Air mata Rika terus saja menetes, Entah kenapa dada nya begitu sesak mengingat Widya yang bernyanyi dengan merdu dan di tatap begitu kagum dengan Aldi, pikiran Rika terus mengingat kejadian di kafe tadi.


Tanpa Rika sadari, dari arah berlawanan ada motor yang hendak menyebrang, Rika yang mendengar suara klakson dari motor tersebut langsung terkejut dan langsung membanting setir agar tidak terjadi tabrakan.


Tapi Rika malah menabrak pembatas jalan dan ahkir nya Rika syok dan pingsan seketika.


Kia yang sudah sampai di kantor suami nya duduk di sofa yang ada di dalam ruangan kerja suami nya, Kia melamun memikir kan sahabat nya.


Seperti nya ada yang di sembunyi kan dari Rika dengan ku, tidak biasa nya Rika seperti ini, aku melihat tatapan mata nya pada Kak Aldi, apa iya Rika juga manaruh hati dengan kak aldi, gumam Kia yang diam melamun.


Pandu yang dari tadi memperhati kan istri nya melamun saja, ahkir nya mendatangi istri nya dan duduk di sebelah Kia.

__ADS_1


" Sayang" panggil Pandu.


Tapi Kia sama sekali tidak menghirau kan panggilan suami nya, Kia masih memikir kan ada apa dengan Rika.


" sayang" panggil Pandu lagi sambil mengelus pundak istri nya.


Kia yang merasakan ada tangan yang menyentuh nya langsung terkejut seketika.


" Mas kenapa ngagetin Kia sih?" ucap Kia sambil mengelus dada nya.


" Mas dari tadi panggil panggil kamu sayang, tapi kamu diam saja, kamu kenapa sayang?, dari tadi kok ngelamun aja" tanya Pandu sambil mengelus pipi mulus istri nya.


Bukan nya menjawab, Kia malah kembali diam dan berkata dalam hati.


Apa aku cerita aja ya sama Mas Pandu soal Rika, tapi gak usah lha, Mas Pandu juga gak mau dengerin pasti nya, gumam Kia.


" Heii sayang, Mas nanyak lho, malah bengong lagi" tanya Pandu lagi.


" Eemm...Kia gak apa apa Mas, cuma mikir masalah kampus saja, kan bentar lagi Kia mau ujian Mas" sahut Kia.


" Yaudah jangan ngelamun lagi ya, gak bagus kebanyakan ngelamun, Mas lanjut kerja ya sayang" ucap Pandu kemudian mencium pipi mulus Kia sebelum kembali ke meja kerja nya.


" Lagu itu terlalu kenak di hati ku, apa Widya juga punya perasaan yang sama sama seperti aku, aku harus berbicara pada Widya, iya...aku harus ngatain perasaan aku dengan Widya" ucap Aldi berbicara sendiri.


Aldi langsung menghubungi Firman untuk mengajak Widya bertemu dengan aldi, karna Aldi tidak mempunyai nomor ponsel Widya, Aldi tidak mau meminta nya pada Kia, karna takut di bully oleh Pandu.


Aldi pun langsung menghubungi Firman.


Tut...tut...tut


" Ada apa kamu nelpon aku, tumben banget, pasti ada mau nya ya?" ucap Firman langsung saat mengangkat telpon dari Aldi.


" Eeemm....Iya Man, ada yang mau aku bicara kan, gimana kalau sekarang kita ketemu di tempat biasa,kamu bisa kan?" sahut Aldi.


" Gak usah, aku udah dekat sama kantor kalian, biar aku aja yang nyamperin kamu ke sana" ucap Firman lagi.

__ADS_1


" Oke kalau gitu aku tunggu" sahut Aldi langsung menutup panggilan telpon nya.


Tak lama Firman sudah sampai di kantor Pandu, Firman langsung masuk ke dalam tanpa di stop oleh security maupun resepsionis, karena Firman sudah di kenal kalau dia adalah sahabat dari bos mereka.


Firman sudah sampai di lantai atas tepat nya di ruangan Pandu, Firman mengetuk Pintu ruangan Pandu.


Tok..tok..tok.


" Masuk" ucap Pandu dari dalam.


Firman pun langsung masuk ke dalam, saat sudah masuk Firman terkejut kalau ada Kia di dalam juga.


" Ada Kia juga ternyata" ucap Firman dan langsung duduk di sofa ruangan Pandu, sedang kan Kia hanya tersenyum melihay Firman datang.


Pandu yang mendengar suara Firman pun langsung mengangkat kepala nya melihat Firman yang sudah duduk di sofa.


" Ada apa kamu kemari, tumben?" tanya Pandu.


" Tadi Aldi hubungi aku, kata nya ada yang mau di bilang, kebetulan aku lagi di jalan baru balik dari kampus, dan satu arah dengan kantor kamu, yaudah aku singgahi aja ke sini sekalian" sahut Firman menjelas kan.


" Ngapain Aldi mau ketemu kamu, kok aku gak tau ya?" ucap Pandu lagi yang sudah duduk di sebelah istri nya.


" Lah mana aku tau Ndu, aku kira kalian mau bahas soal Meri, wanita gilak itu" sahut Firman lagi.


" Oiaa soal wanita itu, apa dia sudah buka mulut?" tanya Pandu langsung.


" Belum Ndu, dia masih tetap dengan pendirian nya, aku rasa dia bekerja sama dengan keluarga Iren juga, karna gak mungkin dia kerja sama dengan orang lain, secara Kia selama ini gak pernah punya musuh kan" sahut Firman menjelas kan.


Kia yang berada di sana juga hanya mendengar kan saja, Kia masih tetap memikir kan sahabat nya.


Bersambung...


**Jangan lupa untuk dukung novel author terus ya, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak plisss 🙏🙏


Karna dukungan kalian lha yang buat Author semangat buat nulis nya.

__ADS_1


Dan Author ucap kan terimah kasih banyak yang sudah memberi kan vote pada novel Author, semoga kalian semua di berikan rezeki yang melimpah, Aamin.


❤❤❤❤ all buat pembaca Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan**.


__ADS_2