Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 101


__ADS_3

Saat ini Cahaya dan Tiara sedang bertemu di kafe salah satu usaha Raja Cs. Raja langsung pamit pada Cahaya untuk  balik ke kantor agar Cahaya dan Tiara bisa dapat leluasa berbicara tanpa adanya dirinya.


" Sayang Aii balik ke kantor lagi ya, nanti kamu jangan pulang dulu, Aii usaha kan akan jemput kamu lagi, tapi kalau Aii tidak bisa nanti Mang Madi yang akan jemput" ucap Raja sambil melihat jam tangan nya.


Cahaya hanya menjawab dengan senyuman sambil menganggukkan kepalanya, Tiara yang melihat interaksi antara Raja dan Cahaya hanya bisa tersenyum melihat perhatian Raja pada Cahaya.


Raja langsung pergi tanpa pamit dan memandang Tiara sedikit pun, hati nya masih begitu sakit atas perlakuan yang di lakukan oleh kakak nya pada dirinya dan Cahaya.


Tiara menatap kepergian Raja yang tanpa melihat dirinya sekali pun, dirinya begitu sedih dan langsung menundukkan kepalanya, namun Cahaya dapat melihat kesedihan pada diri Tiara atas sikap Raja.


" Raja tidak seperti Tiara, Dia lelaki yang baik, mungkin saat ini dia masih merasa sakit hati atas perbuatan Wisnu pada dirinya dan juga aku" ucap Cahaya yang langsung membuat Tiara mengangkat kepalanya dan mengangguk kan kepala nya tanda setuju apa yang di katakan Cahaya benar.


" Tapi aku yakin nantik Raja pasti akan kembali seperti biasa lagi padamu" lanjut Cahaya yang membuat Tiara menjawabnya dengan senyuman.


" Bagaimana keadaan mu sekarang Ya, maaf aku tidak bisa menjenguk mu kembali saat kamu masih ada di rumah sakit" tanya Tiara menganti topik pembicaraan.


" Aku sudah pulih kok Ra, kamu bisa lihat sendirikan, tapi sesekali kepala ku masih sering terasa nyeri" jawab Cahaya.


"Sekali maaf kan kak Wisnu Ya, sekarang dia sudah mendapat kan hukuman atas apa yang dia perbuat pada kalian" ucap Tiara begitu tulus.


Cahaya hanya tersenyum dan mengangguk kan kepala nya pada Tiara, " Aku sudah memaaf kan Wisnu Tiara, kamu tidak usah merasa bersalah seperti itu" ucap Cahaya.


" Justru aku mau mengucapkan terima kasih pada kamu karna pertolongan mu aku masih bisa menghirup udara segar dan masih bisa meihat dunia saat ini" lanjut Tiara dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Tiara hanya menatap Cahaya begitu dalam, ia begitu terharu dengan kebaikan hati Cahaya.

__ADS_1


" Arti menceritakan semua pada ku, kamu datang di saat yang tepat, saat Raja sudah begitu terpukul karena aku kritis dan membutuh kan darah, dan kamu datang tepat waktu saat itu" sambung Cahaya yang sudah menjatuhkan air mata nya.


" Aku tidak bisa membalas kebaikan mu Tiara, yang bisa aku lakukan hanya bisa meringan kan hukuman penjara Wisnu" ucap Cahaya yang membuat Tiara juga ikut menjatuh kan air mata nya.


" Justru aku yang berterima kasih pada kamu Cahaya, karna kebaikan hati kamu kak Wisnu di ringan kan hukuman nya, walau punbagi ku itu begitu lama, tapi aku begitu bersyukur kamu meringan kan hukuman untuk kak Wisnu" ucap Tiara.


Tiara memegang tangan Cahaya dan Cahaya juga membalas genggaman tangan Cahaya, mereka tersenyum bersama walau air mata masih mengalir di pipi mereka.


" Datanglah pada ku Tiara, kamu masih ada aku dan yang lainnya, kamu tidak sendiri" ucap Cahaya yang langsung membuat Tiara kembali menangis bahagia karena masih ada yang perduli pada nya saat ini.


Setelah saling mengucapkan terima kasih, Cahaya dan Tiara makan makanan yang mereka pesan sambil berbincang bincang.


" Tiara aku tahu di hati kamu saat ini bukan lagi Raja kan" tanya Cahaya yang membuat Tiara langsung menatap Cahaya terkejut.


" Aku tahu kamu sudah melupakan Raja dan sudah menggantikan nya dengan pria lain" sambung Cahaya yang lagi lagi membuat Tiara terkejut dengan perkataan Cahaya.


Deg


Jantung Tiara berdetak begitu kencang saat Cahaya menyebut nama Andra saat itu.


" Aku bisa melihat tatapan mata kamu dan Andra Tiara, kalian sama sama saling menganggumi dan ada rasa yang tidak bisa kalian ungkap kan saat ini, tapi aku janji akan mempersatukan cinta kalian" ucap Cahaya yang membuat Tiara menundukkan kepalanya.


" Bagaimana bisa kamu mengatakan kalau Andra juga mempunyai pearsaan pada ku Ya, bukannya Andra sedang dekat dengan Arti, sahabat kamu?" tanya Tiara.


Cahaya tergelak tertawa mendengar ucapan Tiara, " Kenapa kamu bisa mengatakan Andra sedang dekat dengan Arti, mereka tidak ada hubungan Tiara, mereka hanya temanan" ucap Cahaya masih dengan kekehannya.

__ADS_1


" Tapi Andra begitu perhatian pada Arti Ya" ucap Tiara.


" Itu perhatian karena temanan Tiara, aku tahu Andra itu ada someting sama kamu, bukan sama Arti" ucap Cahaya yang membuat jantung Tiara kembali berdekat kencang.


Tapi seketika Tiara kembali menarik nafas nya dalam dalam karena mengingat kalau pun Andra juga punya perasaan nya padanya, pasti hubungan nya dengan Andra tidak akan ada yang merestui.


" Kalau pun Andra benar benar menyukai ku, belum tentu kami bisa bersama Ya, mengingat keluarga Atmaja yang begitu membenci kakak ku" ucap Tiara murung.


" Serahkan saja pada Allah Tiara, berdoa dan minta padanya kalau kamu dan Andra bisa berjodoh, ingat Allah bisa membolak balikkan kehidupan kita, maka mintalah pada nya agar kalian bisa bersatu" ucap Cahaya menyemangati Tiara dan membuat Tiara tersenyum membalas ucapan Cahaya.


*****


Sementara di kantor Atmaja Group, Andra berdiri di atap gedung kantor Atmaja group yang paling tinggi sambil memandangi kota dan gedung gedung yang bak cakar langit.


Dada nya masih terasa sesak karena semalam Ia terlalu dingin pada Tiara saat di ruangan sidang.


Maafkan aku Tiara, aku bersikap dingin padamu saat itu semata mata untuk melindungi dirimu, aku takut kamu juga akan di benci oleh keluarga ku karena ulah kakak mu, tapi aku janji akan selalu melindungi mu dan menjaga mu saat kakak mu berada dalam penjara, uacp Andra dalam hati.


Entah akan di bawa kemana pearsaan ku pada mu Ra, yang jelas aku sudah menganggumi sedari dulu, tapi aku gak tahu kita bisa bersatu atau tidak, sambung Andra lagi sambil menarik nafas nya dalam dalam karena sesak.


Dari kejauhan Haikal menatap Andra yang sedang berdiri sambil termenung, Haikal tahu apa yang di rasakan sepupunya itu saat ini, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa, mungkin Raja lah yang bisa membantu, tapi untuk saat ini Raja masih tidak mau membicarakan masalah Wisnu dan keluarga nya dulu, karena masih begitu sakit di hati raha mengingat perlakuan Wisnu yang selalu saja bermain main dengan nyawa.


 


bersambung.

__ADS_1


 


 


__ADS_2