
" Setelah aku bertemu dengan mu diparkiran itu, dan kamu orang yang pertama yang berani memaki ku serta tidak perduli dengan ku, aku di situ sadar kalau aku merasa kalau aku sudah jatuh hati pada mu, tapi aku masih mendiam kan nya karena aku masih belum begitu yakin apakah itu cinta atau bukan" ucap Azmi berbalik menatap Ara.
" Semakin hari detak jantung ku semakin mengila setiap aku melihat mu tersenyum, bayangan wajah mu selalu saja menghantui ku setiap malam, dan setelah aku aku yakin, ahkir nya aku mengajak mu ke pantai dan ingin mengatakan nya kalau aku mencintai kamu, tapi kamu tidak bisa melihat kalau aku mencintai kamu" lanjut Azmi
" Ara...detak jantung ini berdetak kembali setelah aku pernah mengalami kegagalan cinta dua tahun yang lalu, hatiku beku dan aku berfikir semua wanita itu sama, namun di mata ku kamu berbeda, kamu yang sudah mencair kan hati ku, sampai aku bertekad akan menjadi kan mu istri ku, apa pun itu alasan nya" ucap Azmi dengan menggenggam tangan Ara.
Ara diam mematung sambil menganga kan mulut nya karena mendengar penuturan Azmi, hati nya entah kenapa tenang saat Azmi mengatakan semua isi hati nya.
Azmi yang melihat Ara mulut nya mengaga menahan senyum nya, Azmi merasa begitu lucu melihat Ara saat ini.
" Ra...mulut nya di tutup, nanti iler nya keluar kita bisa kebanjiran diruangan ini" ucap Azmi dengan senyuman kekeh di bibir nya.
Ara spontan langsung menutup mulut nya dan memasang wajah cemberut.
Sial banget liat ini orang, tadi bisa banget buat hatiorang terbang setinggi langit, tapi sekarang uda di jatuhin secepat kilat, sial,,,sial,,,sial bisa bisa nya gue tadi terhasut sama omongan nya itu, Batin Ara sambil menatap Azmi dengan tatapan tajamnya.
" Aku mau pulang, buka pintu nya" ucap Ara sudah berdiri dari sofa yang di duduki nya.
" Ayo aku antar, sekalian kita makan dulu, tadi kita belum makan juga kan" sahut Azmi.
" Gak usah, aku bawa mobil sendiri, lagian aku gak selera makan kalau liat wajah kamu" ucap Ara dengan gaya sombong nya.
" Bukan nya kebalik ya, kalau lihat aku makin berselera makan nya" ucap Azmi sambil menaik turun kan alis nya.
" Haiiiis" ucap Ara sambil berjalan membuka pintu yang sudah di buka oleh Azmi dan pergi begitu saja meninggal Azmi.
" Ya Allah...aku benar benar tergila gila dengan wanita itu, jika dia jodoh ku maka dekat lah kami ya Allah, tapi jika dia bukan jodoh ku, engkau harus menjodoh kan aku dengan nya, wajib ya Allah, seperti sholat lima waktu, amiiin" doa Azmi sambil mengangkat tangan nya kemudian menyusul Ara yang sudah pergi jauh.
__ADS_1
******
Di Kampus, Raja sedang berada di parkiran sambil duduk di atas motor nya, Raja menunggu Aya untuk pulang, namun tatapan Raja mendadak menajam saat melihat Aya berjalan dengan Wisnu keluar dari gedung kampus.
Haikal dan Andra yang melihat tatapan Raja mendadak menajam langsung mengikuti kemana Raja melihat, mata mereka melotot saat melihat wanita yang selalu membuat Raja tersenyum walau pun sedikit berjalan dengan orang yang begitu membenci Raja.
" Cari mati tu anak Ndra, bisa bisa nya dia mendekat Cahaya" ucap Haikal masih menatap Wisnu dan Aya.
Andra kembali menatap Raja dan bergantian menatap Wisnu dan Cahaya bergantian.
" Tapi seperti nya kita juga jadi repot nanti Kal" bisik Andra pada Haikal.
" Kenapa?" tanya Haikal.
" Kamu gak lihat wajah Raja uda seperti malaikat pencabut nyawa" ucap Andra menujuk kan wajah Raja yang sudah merah padam menatap Wisnu dan Cahaya.
" Ja ayo kita balik, mungkin Aya akan pulang dengan Wisnu" ucap Haikal agar Raja tidak seperti itu.
Raja yang mendengar ucapan Haikal langsung menatap Haikal dengan tatapan membunuh, Raja merampas kunci mobil Haikal kemudian berjalan menghampiri Wisnu dan Cahaya yang berjalan ke arah parkiran.
" Hai Ja" sapa Cahaya dengan senyuman manis nya.
" Ayo kita pulang Ya, uda mau hujan soal nya" ucap Raja langsung dan menarik tangan Cahaya tanpa memperduli kan Wisnu yang berada di samping Cahaya.
Cahaya yang di ajak pulang oleh Raja pun langsung mengangguk kan kepala nya dan ingin pamit pada Wisnu, namun Raja sudah menarik tangan Cahaya, sebelum Cahaya berbicara pada Wisnu.
__ADS_1
" Ja kenapa main tarik tarik sih, aku belum sempat pamit dengan Wisnu" ucap Cahaya.
" Kamu gak perlu pamit sama dia Ya, dia bukan siapa siapa kamu" ucap Cahaya yang sudah dimasuk kan Raja ke dalam mobil.
Cahaya langsung mengerut kan alis nya sambil melihat Raja masuk ke dalam mobil.
" Maksud kamu apa Ja" tanya Cahaya, namun Raja tidak menjawab ucapan Cahaya, dia menjalan kan mobil nya dengan kecepatan cepat dan membuat Cahaya nyaris ketakutan.
Haikal dan Andra yang melihat itu hanya bisa menggeleng kan kepala nya, bukan nya takut Raja kenapa kenapa di jalan, tapi lebih ke hubungan Raja dan Cahaya yang pasti nya akan renggang karena kemarahan Raja yang tidak bisa di kontrol.
Haikal menatap Wisnu yang tersenyum mengejek melihat kepergian Raja, Haikal pun langsung berjalan mendekati Wisnu.
" Aku tahu apa rencana mu, tapi aku pasti kan rencana mu gak akan bisa berhasil, karena dendam mu itu gak akan mereka terpisah kan, hubungan mereka sudah di takdir kan" ucap Haikal langsung pergi meninggal kan Wisnu yang sudah menatap nya dengan tatapan tajam.
Andra pun langsung menyusul Haikal dan pergi mengikuti mobil yang di kendarai Raja, takut terjadi apa apa.
Sementara di dalam mobil, Cahaya ketakutan karena mobil yang di yang di kemudi kan Raja begitu kencang, Cahaya takut kalau Raja sampai nabrak orang.
" Ja kenapa kamu bawa mobil seperti ini, pelanin gak Ja, kamu bisa bahayain kendaraan lain" ucap Cahaya tapi tidak di gubris oleh Raja.
" Ja berhenti atau gak aku gak mau ketemu sama kamu lagi" teriak Cahaya dan spontan langsung membuat Raja mmengerem mobil nya mendadak, sehingga Cahaya langsung maju ke depan dan kening nya terbentuk dashboard mobil.
" Awwww...." ucap Aya sambil memegani kening nya yan sudah memerah karena terbentur dashboard.
Raja diam saja, dia tidak memandangi Cahaya sama sekali, tatapan nya hanya ke depan dan memegang stir mobil dengan begitu kuat, hati nya mendadak sesak saat meilhat Cahaya tersenyum dengan pria lain, apa lagi senyman itu pada Wisnu, orang yang begitu membenci diri nya, karena Raja tidak mau menerima cinta Tiara adik nya.
__ADS_1
Bersambung.