
Di kediaman Atmaja, jantung Kia langsung mendadak sesak tiba tiba, dia meremas baju nya tepat di atas dada nya, saat ini Kia sedang berada di kamar nya sambil mengaji untuk menanang kan diri nya dan berdoa agar Raja putra nya tidak terjadi apa apa.
" Ya Allah, kenapa perasaan ku semakin tidak enak, tolong selamat kan putra ku ya Allah, dimana pun dia berada saat ini" ucap Kia dalam doa.
Kia sudah bolak balik mencoba menghubungi Pandu, namun nomor nya selalu saja belum bisa di hubungi karena Kia berfikir pasti Pandu saat ini masih berada di tengah hutan dan pasti nya tidak akan ada sinyal di sana.
Timsar bertemu dengan orang orang suruhan Bima dan Firman, mereka ternyata sama sama mendnegar teriakan Cahaya.
" Kalian sudah di sini, apa kalian membawa helikopter?" tanya Aldi pada anak buah mereka.
" Sudah tuan, dan helikopter juga sudah mendarat menuju ke hutan sini tuan, untuk mencari keberadaan tuan muda dari atas" sahut anak buah Pandu.
Mereka langsung menelusuri setapak demi setapak jalan dan nmengikuti jejak kaki Raja dan Cahaya ke arah dimana suara teriakan Cahaya terdengar.
Sementara Cahaya yang berusaha membopong Raja sudah tidak kuat lagi, dan Raja juga sudah begitu lemas dan bibir nya sudah begitu sedikit membiru.
" Ja aku mohon bertahan lah, kamu harus kuat" ucap Cahaya.
Namun karena Cahaya juga sudah lemas dan tubuh nya juga sudah semakin panas, langsung memberhenti kan langkah nya dan menduduk kan Raja bersandar di pohon besar.
Cahaya menangis melihat nasib diri nya dan Raja yang bisa terjebak di dalam hutan, Raja yang melihat Cahaya menangis hanya bisa menghapus air mata yang mengalir di pipi nya Cahaya.
" Jangan menangis Ya, kamu itu sumber kekuatan ku, kalau kamu menangis begini, dada ku semakit sakit lihat nya Ya" ucap Raja yang sudah gak kuat sebenar nya menahan sakit di sekujur tubuh nya akibat bekas gigitan ular.
Raja menutup mata nya sesaat, sedang kan Cahaya sudah ketakutan karena melihat Raja menutup mata nya.
" Ja bangun Ja, ku mohon, ku takut di sini Ja" ucap Cahaya menangis histeris.
Raja yang mendengar suara Cahaya ingin sekali membuka mata nya, namun entah kenapa dia tiba membuka mata nya kembali.
Saat Cahaya semakin hsteris, datang lah Pandu dan Timsar yang sudah berhasil menemukan Raja dan Cahaya.
" Raja ya Allah nak" teriak Pandu saat melihat Raja sudah menutup mata.
Cahaya langsung menoleh ke arah sumber suara,Sementara Raja yang yang sedang menutup mata samar samar mendengarsuara berisik dan seperti mendengar suara papa nya, Haikal dan Andra, namun entah kenapa suara itu makin jauh dan taklama Raja sudah tak sadar kan diri.
__ADS_1
" Raja bangun Ja, lihat lah kita sudah mendapat pertolongan" ucap Cahaya yang berada di hadapan raja.
Pandu langsung berlari mendekati Raja dan Cahaya, di lihat ya wajah putra nya sedikit membiru dan begitu pucat.
" Apayang terjadi pada Raja Ya?" tanya Haikal.
" Raja di patuk ular Kal, kami berusaha untuk keluar dari sini, tapi sampai sekarang kami masih berad di tenah hutan ini" sahut Cahaya sambil terisak.
" Segera hubungi helikopter sekarang, kita tidak mungkin membawa Raja naik ke atas lagi, akan sangat susah" ucap Aldi pada anak buah nya.
Timsar melihat keadaan Cahaya dan Raja, Cahaya sudah duduk dengan tubuh yang semakin lemas, Pandu menatap ke arah wanita yang duduk tepat di sebelah putra nya.
Sekitar 25 menit suara helikopter sudah bergemuruh di atas hutan, Timsar dengan cekatan membantu Raja untuk menaik kan Raja dan Cahaya ke dalam helikopter dengan mengunnakan tali tambang, karena helikopter tidak bisa mendarat di dalam hutan.
Setelah Raja dan Cahaya berhasil di masuk ke dalam helikopetr, sekarang giliran Pamndu, Aldi, Haikal dan Andra yang naik ke helikopter.
Helikompter langsung terbang menuju rumah sakit milik keluarga Atmaja, Cahaya juga sudah taksadar kan diri akbibat tubuh nya yang begitu panas.
" Siapa wanita ini" tanya Pandu pada Haikaldan Andra saat berada di helikopter.
" Nanti om akan tahu sendiri saat Raja sudah sadar kan diri Om" ucap Haikal.
Hampir satu jam terbang di atas awas, ahkir nya helikopter mendarat tepat di atas gedung rumah sakit milik keluarga Atmaja,
Tim dokter yang sudah di hubungi sudah stand by di atas gedung dengan dua brangkar sekaligus, dengan cepat mereka membawa Raja dan Cahaya menuju ke ruang tindakan.
Kia yang sudah mendapat kabar dari suami nya saat ini sedang berlari di koridor rumah sakit bersama dengan keluarga nya kecuali Oma Dewi. Oma Dewi sudah tua dan Kia tidak mau kalau mama nya terlalu capek, sehingga Kia dan Anita menyuruh mama nya untuk tetap berada di rumah saja.
" Mas...mas bagaiman keadaan Raja, Raja tidak apa apa kan?" tanya Kia langsung memberondong pertanyaan pada suami nya.
" Tenang lah sayang, Raja masih berada di dalam, kita biar kan dokter agar memeriksa keadaan nya terlebih dahulu" ucap PAndu ambil memeluk tubuh Kia.
Sementara Ara dan Azmi juga sedang berlari kecil menyusuri koridor rumah sakit milik keluarga Atmaja untuk melihat keadaan Raja.
" Mama..tante Kia" teriak Ara saat sudah berada di depan UGD.
__ADS_1
Semua menoleh ke arah Ara dan Azmi. " Gimana keadaan Raja?" tanya Ara.
"Raja masih di periksa, dokter belum keluar dari tadi" ucap Andra yang menjawab pertanyaan kakak nya.
Sedang kan Arti sahabat Cahaya yang sudah di beri kabar oleh supir pribadi keluarga Atmaja atas suruhan Haikal dan Andra berlari sambil menangis.
" Suster suster saya teman nya Cahaya,dimana pasien korban dari jatuh nya ke dalam jurang" tanya Arti sambil menangis.
Semua keluarga Atmaja yang mendengar suara Arti langsung melihat ke arah Arti.
" Pasien masih berada di UGD dan di tangani oleh dokter, adik bisa menunggu di sana" ucap seorang suster dan langsung meninggal kan Arti.
Arti berjalan dengan cepat menuju UGD, namun langkah nya mendadak memelan saat melihat tatapan dari keluarga Atmaja.
" Kamu saudara nya Cahaya?" tanya Andra yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Arti.
" Kamu bisa menunggu di sini sama sama kita, Raja dan Cahaya masih di periksa di dalam" ucap Andra.
" Apa yang terjadi pada Aya, dia tidak kenapa napa kan?" tanya Arti menatap Andra.
" Kita tunggu saja dokter keluar" sahut Andra kemudian pergi meninggal kan Arti yang diam mematung melihat ke arah pintu UGD.
Ratu terkejut begitu tahu kalau kakak nyajatuh ke dalam jurang bersama dengan Cahaya, wanita yang ingin di satu kan dengan kakak nya.
Dengan langkah gontai, Ratu mendekati Haikal yang berdiri tepat di depan pintu UGD sambil bersandar di tembok dan melipat tangan nya di dada.
" Kakak...tidak terjadi apa apa kan pada kak Raja dan kak Aya?" tanya Rat sambil memeluk Haikal tepat di depan semua keluarga Atmaja.
Haikal yang mendapat pelukan dari Ratu tiba tiba mendadak melihat ke arah keluarga yang kebetulan semua nya sedang menatap ke arah nya.
Haikal mendadak menelan saliva nya karena merasa takut, apalagi Haikal saat itu langsung menatap mata Om Pandu nya yang begitu tajam saat melihat putri kesayangan nya sedang berada di pelukan Haikal.
berambung.
__ADS_1