
Di taman belakang kediaman Atmaja, Ratu, Sabrina dan Karin sedang tertawa sambil mengejar kan tugas sekolah mereka, saat sedang asik mengerjakan, tatapan mata Ratu menatap kedatangan Haikal dan juga Andra mendekati pendopo tempat ketiga gadis remaja itu sedang mengerja kan tugas.
" Kakak kenapa lama sekali sih? Adik dari tadi nungguin tau gak?" ucap Ratu sambil mengerucut kan bibir nya.
" Lihat lah adik tercinta mu itu Kal, kalau lagi mengerut manis sekali bukan?" bisik Andra saat melihat Ratu sudah merajuk karena mereka lama datang nya.
Haikal hanya tersenyum sedikit, dia langsung duduk tepat di sebelah Ratu dan Sabrina, sedang kan Andra duduk di sebelah Karin.
" Mana tugas nya?" tanya Haikal dengan wajah datar nya.
Rat langsung memberi kan tugas nya agar Haikal mengajari nya, Haikal pun langsung mengambil buku yang di beri kan Ratu, saat sedang asik mebaca tugas Ratu, Sabrina dan Karin, tak di sengaja Ratu melihat Sabrina menatap Haikal begitu dalam.
Dan bukan hanya Ratu aja yang melihat Sabrina ngeliatin Haikal, namun Karin juga.
" Begitu banget liat kak Haikal nya Sab< entar jatuh cinta Lu" ucap Karin dengan kekehan.
" Emang" sahut Sabrina tanpa sadar.
Deg
Jantung Ratu mendadak sakit mendengar ucapan Karin dan Sabrina, dan yang lebih sakit lagi saat Haikal malah tersenyum kecil mendengar ucapan Sabrina.
Ratu melihat Andra dan Karin malah terkekeh, dan Haikal malah mengelus lembut rambut Sabrina sambil berkata " jangan main cinta cintaan dulu, belajar yang benar" ucap Haikal.
Hati Ratu semakin sakit, mata nya sudah hampir mengeluar kan air mata nya, dia langsung meletak kan buku nya dengan kasar kemudian langsung berlari meninggal kan pendopo dan masuk ke dalam kamar nya.
Semua yang ada di sana melongo melihat kepergian Ratu yang begitu saja.
" Ada apa dengan Ratu? kenapa dia seperti marah begitu?" Tanya Sabrina.
Karin hanya mengangkat bahu nya tanda tidak tahu, namun dia masih melihat punggung Ratu yang masih kelihatan.
__ADS_1
Haikal pun hanya diam saja, Andra menarik nafas melihat reaksi Ratu tadi, Andra berfikir mungkin kah Adik nya itu cemburu saat Haikal mengelus kepala Sabrina tadi.
Haikal menatap Andra, andra yang melihat pun hanya bisa mengangkat tangan nya sambil menggeleng kan kepala.
Di arah balkon kamar, Raja melihat semua kejadian yang ada di pendopo, dia memang tidak mau turun ke bawah setelah pulang dari kampus, dia lebih memlih di kamar dan memikir kan apa yang harus dia lakukan untuk acara kampus besok, tapi saat melihat adik nya yang tertawa begitu kekeh di taman belakang, ahkir nya dia melihat nya dari balkon kamar nya, dan semua kejadian tadi di lihat oleh Raja.
" Seperti nya Adik dan Haikal sama sama menyimpan perasaan" ucap raja sambil memijit pangkal hidup nya.
Ratu masuk ke kamar sambil menangis, hati nya mendadak sesak saat Sabrina mengatakan kalau dia mencintai Haikal, dan Haikal malah tersenyum saat mendengar ucapan Sabrina.
Ratu yang sedih karena melihat interaksi Haikal dan Sabrina, sedang kan di kamar sebelah Ara sedang tersenyum bahagia karena mendengar kata kata Azmi kalau dia begitu mencintai diri nya.
******
Malam hari pun tiba, seluruh keluarga Atmaja sedang makan malan bersama, Ara yang dari tadi tersenyum membuat semua keluarga menatap nya juga tersenyum karena Anita sudah membicara kan semua kejadian antara Azmi dan Ara.
" Dik selesai makan kita ke ruang musik yok, besok kakak kan 2 malam kemah, kakak pengen dengar kamu nyanyi" ucap Andra sengaja buat menghibur Ratu.
" Boleh" sahut Ara dengan dingin.
Semua keluarga yang mendengar suara Ratu yang singkat jelas dan padat di tambah suara nya yang datar mendadak langsung menatap ke arah Ratu.
" Adik kenapa? seperti nya sedang ada masalah?" tanya Pandu.
" Adik gak apa apa Pa, cuma banyak tugas sekolah aja" sahut Ratu setelah selesai makan.
" Kak Adik tunggu di ruang musik ya, Adik uda selesai makan nya, Adik diluan ya semua nya" ucap Ratu meninggal kan meja makan begitu saja.
Semua yang ada di meja makan semakin aneh melihat sikap Ratu malam ini, tidak biasa nya Ratu seperti itu di depan mereka, biasa nya Ratu itu selalu saja ceria dan cerewet di depan mereka semua.
__ADS_1
" Adik kenapa Ma? gak seperti biasa nya?" tanya PAndu pada Kia.
" Mama juga gak tahu Pa, tadi sore masih ketawa ketiwi di taman belakang bareng Karin dan Sabrina, nanti Mama tanyain deh Adik Pa" ucap Kia.
" Nanti Ara juga bantu tanyain deh Om, om gak usah khawatir" ucap Ara menyambung ucapan Kia dan langsung di angguki kepala oleh Pandu.
Di ruang musik, Ratu memencet piano dari lagu yang lembut mendadak lagu yang begitu kencang, Andra yang sudah berada di sana hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja.
" Kamu mau nyanyi apa dek, keluarin aja unek unek yang ada di hati mu, kalau kamu lagi ada beban" ucap Andra sengaja memancing Ratu.
Ratu pun mengambil buku dairi nya yang sudah di tulis nya beberapa bulan yang lalu, dan Ratu juga sudah membuat intonasi dari lagu tersebut.
" Adik mau nyanyiin lagu ciptaan adik sendiri kak" ucap Ratu yang membuat Andra terkejut.
" Oiaa..kapan adek buat lagu ini, seperti nya enak" ucap andra saat menbaca lirik demi lirik kata kata yang di tulis Ratu.
" Oke deh coba adek coba pakai piano, kakak mengiringi nya pakek gitar ya" ucap Andra dan Ratu pun langsung mengangguk kan kepala nya.
Ratu dengan perlahan menekan touch piano sat demi satu sehingga mencipta kan sebuah irama lagu yang menyentuh hati.
Andra sendir yang mendengar lantunan musik yang ratu membuat langsung mengimbangi nya dengan petikan suara nya suara piano Ratu.
Tanpa Ratu sadari, Raja, Haikal, Ara dan mama Kia sudah berada di dalam ruangan musik, dan tak lama di susul oleh Pandu, Aldi dan Widya yang penasaran setelah Kia mengecet Pandu saat mendengar kalau Anak nya ingin bernyanyi lagi ciptaan nya sendiri.
Raja dan Ratu memang mengikuti jejak Kia yang bisa bernyanyi, namun Ratu yang lebih begitu unggul, kalau Raja hanya sekali kali mau mengeluar kan suara nya, walau pun sekali bernyanyi semua orang yang mendengar nya bakalan tercengang.
Hingga papa Pandu langsung membuat ruangan khusuh musik di rumah besar Atmaja, agar anak anak dan keponakan nya bisa mengembang kan bakat nya.
Bersambung.
__ADS_1