Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 176


__ADS_3

Pandu langsung mendorong tubuh Talita dengan kuat sehingga talita terjatuh ke lantai, Pandu pun langsung menghampiri Kia yang diam mematung di depan ointu ruangan nya dengan air mata yang sudah mengalir di pipi mulus nya.


" sayang ini tidak seperti yang kamu lihat, Mas bisa jelas kan semua nya" ucap Pandu menatap wajah Kia.


" Kia kamu jangan salam, benar kata Pandu, wanita ini memang sudah gika Kia, tolong jangan salah paham sama Pandu" ucap Bima agar adik ipar nya tidak salah paham.


Aldi pun menganngguk kan kepala nya tanda apa yang di benar Pandu dan Bima benar.


Kia tidak menjawab, dia diam saja berdiri menatap Pandu begitu dalam, air mata nya terus mengalir membasahi pipi nya.


" Sayang" panggil Pandu dan ingin memeluk Kia, tapi langkah nya terhenti dengan ucapan Kia.


" Jangan sentuh Kia Mas" ucap Kia dengan lantang.


Pandu langsung mematung seketika mendengar ucapan istri nya, Aldi dan Bima langsung berjalan ke arah Kia untuk mencerita kan kejadian yanh sebenar nya, tapi lagi lagi Kia menghenti kan langkah kaki mereka.


" Kak Bima dan kak Aldi tidak perlu berbicara" ucap Kia lagi.


Pandu merasa sedih melihat istri nya, Pandu berusaha untuk memberi tahu pada Kia kejadian sebenar nya, tapi Kia tetap diam tanpa menjawab.


Kali ini tatapan Kia beralih pada Talita, tatapan mata Kia begitu tajam pada Talita, sedang kan Talita hanya tersenyum melihat kesedihan Kia.


Gak apa apa deh pinggang ku sakit karena di dorong Pandu, tapi hasil nya istri nya pasti marah, dan Pandu merasa frustasi, dan aku akan menyenang kan malam ini dengan diri nya, gumam Talita tersenyum membayangan kan malam panas nya dengan Pandu.


Kia berjalan menghampiri Talita dengan tatapan mata yang seperti ingin menelan nya hidup hidup.


Sedang kan Talita masih tersenyum senyum sendiri mengkhayal pergulatan panas nya dengan Pandu, namun semua itu hilang tiba tiba saat Kia menghampiri nya dan


PLAAAAAAAAAAK

__ADS_1


Kia menampar pipi Talita begitu kuat, Talita langsung terkejut dan memegang pipi nya yang panas.


Sedang kan Pandu,Bima dan Aldi terkejut melihat kemarahan Kia sehingga menampar Talita begitu kuat.


Bela yang berada di luar ruangan Bos nya begitu terkejut mendengar suara tamparan dari dalam.


" Ya ampun siapa yang di tampar ya, apa Kia menampar pak Pandu karena salah paham apa yang di lihat Kia tadi" ucap Bela berbicara sendiri.


" Berani nya kau menampar wajah cantik ku" ucap Talita dengan amarah di wajah nya.


" Jangan kan menampar mu, sekarang juga aku bisa menyeret mu dan melempar mu dari atas gedung ini" sahut Kia dengan lantang walau air mata nya terus mengalir di pipi mulus nya.


" Aku hanya meminta bayaran ku karena sudah memberi kan tander ini kepada suami mu, tapi kau malah menampar ku, dasar wanita tidak tahu diri, kau tau kan kalau tander ini untung nya bermilyaran rupiah, bisa buat kamu shoping sepuas nya, aku hanga minta tubuh suami mu satu malam saja dan kau semarah ini pada ku" ucap Talita dengan tak tahu malu nya.


Kia yang mendengat itu langsung mengepal kan tangan nya begitu kuat.


" Tutup mulut mu Talita, buang jauh jauh mimpi mu sekarang juga, karena ini semua tidak akan terjadi, bahkan aku jijik melihat diri mu" ucap Pandu dengan emosi yang sudah membara.


" Sebaik nya kamu keluar sekarang juga dari sini, dan jangan tunjuk kan wajah mu lagi di hadapan ku, kalau tidak kamu akan tahu akibat nya karena sudah bermain main dengan Pandu Bumi Atmaja, cam kan itu" ucap Pandu mengusir Talita dan mengancam Talita dengan suara berat nya uang sudah emosi.


" Oke..aku pergi, tapi begitu aku keluar dari gedung ini, aku yakin saham dari Atmaja Group jelas akan turun drastis karena para pemegang saham pasti akan kecewa karena perusahaan terbesar di Asia telah menggelap kan dana bermilyaran rupiah dalam pembangunan proyek perumahan mewah" ucap Talita sengaja menakuti Pandu, agar Pandu segera menuruti permintaan nya.


" Sekali pun aku bamgkrut, aku tidak akan berlutut pada mu, kau dengar itu baik baik" ucap Pandu.


Kia kembali menatap Talita dengan penuh amarah, dengan mudah nya dia berbicara seperti itu di depan Kia.


" Aku tidak mau mengotori tangan ku untuk menampar mu lagi, tapi yang harus kau tau, kalau kau akan menyesel ke depan nya" ucap Kia dengan lantang.


" Seharus kau sebagai wanita menghormati diri mu sendiri dan majaga harga diri mu di depan lelaki yang bukan mukhrim mu, tapi ini kau malah suka rela memberi kan tubuh mu dengan suami orang, seharus nya kau malu pada diri mu dan ingat lha dosa" sambung Kia lagi.

__ADS_1


" Kau tidak perlu menceramahi ku, karena aku tidak butuh" sahut Talita dengan santai.


Tiba tiba pintu terbuka dan masuk lha beberapa anggota polisi yang sudah di hubungi oleh Bima.


" Segera tangkap wanita itu, dan pasti kan dia tidak bisa keluar dari penjara karena hanya kami yang akan bisa mencabut tuntutan nya karena sudah membuat laporan palsu atas perusahaan Atmaja group yang di rekaya wanita itu" ucap Bima dengan tegas.


Talita terkejut dengan perkataan Bima, dia pun ingin berlari tapi tak bisa, ahkir nya dia langsung menarik Kia dan langsung melilit kan tangan nya di perut Kia agar para polisi tidak menangkap nya.


Semua yang melihat kejadian itu terkejut karena tubuh Kia sudah do jepit oleh Talita.


" Berani kalian menangkap ku, maka aku akan memukul perut wanita ini sampai anak yang di kandungan nya mati" ucap Talita senagaja memposisi kan tangan nya di atas perut Kia.


" Jangan sakiti istri ku atau kau akan menyesal seumur hidup mu" ucap Pandu dengan mata yang sudab penuh dengan amarah.


Pandu dan Aldi berjalan untuk melepas kan Kia dari dekapan Talita, tapi saat hampir mendekati Kia dan Talita, Kia menjerit karena perut nya yang di tekan Talita.


" Aahhkk" jerit Kia.


Pandu dan Aldi langsung berhenti mendengar jeritan Kia, " Satu langkah lagi kalian jalan, aku pasti kan bayi yang ada di dalam perut ini akan menghembus kan nyawa sebelum dia merasakan hidup di dunia" ucap Talita masih memegang perut Kia.


Kia yang merasa ada kelonggaran di perut nya, karena melihat suami nya dan Aldi tidak mendekati mereka, ahkir nya Kia menyikut perut Talita dengan kuat dan menginjal kaki Talita dengan sekuat tenaga nya.


Talita terkejut dan langsung melepas kan dekapan nya di tubuh Kia, Pandu langsung menarik tangan Kia ke dalam pelukan nya.


Bersambung


Jangan lupa tinggal kan jejak ya untuk karya author, dengan like,komen dan Vote yang banyak plissss.


dan Kasih hadiah yang banyak ya buat Author.

__ADS_1


Terimah kasih yang terus menyamangati Author dalam menulis novel ini, dan terima kasih atas dukungan kalian semua.


Love You More 😊😊


__ADS_2