Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 12


__ADS_3

" Kenapa kamu mencari cariku, apa aku meninggal kan sesuatu saat itu? atau aku membawa barang mu?" tanya Aya yang msih tidak mengerti dengan perkataan Raja kalau Raja mencari nya selama ini.


Raja menatap Aya, tatapan Raja kali ini begitu dalam, " Iya..kamu membawa sesuatu milik Ya, maka nya aku mencari mu selama empat tahun ini?" ucap Raja yang membuat Aya terkejut.


" Apa?" tanya Aya.


Raja memegang tangan Aya dan mengarah kan pada dada nya, Aya sendiri menaut kan mata nya melihat perlakuan Raja pada nya.


" Hati ku Ra, hati ku telah kamu ambil, dan sekarang aku mau meminta hati ku kembali" ucap Raja yang langsung membuat Aya melotot kan mata nya.


Aya menarik tangan nya yang ada di gengaman tangan Raja, Aya berdiri dari sofa yang mereka duduki, dia berjalan mundur masih menatap Raja.


Raja hanya menatap Aya, Kini Aya membelakangi Raja dan berjalan ke arah jendela, di tatap nya kendaran kendaraan yang lalu lalang di depan ruko nya.


" Bagaimana bisa kamu mengatakan kalau aku membawa hati mu, sedang kan pertemuan kita saat itu hanya 10 menit saja" ucap Aya masih menatap jalanan di depan ruko nya.


Raja berjalan mendekati Aya, di tatap nya wanita cantik yang ada di samping nya.


" Aku melihat kamu berbeda saat itu, kamu begitu hebat saat menolong ku, biaa nya wanita yang aku kenal adalah wanita yang manja, yang tahu nya hanya shopiing, tapi tidak dengan kamu" ucap Raja yang berhsil menatap Aya menatap diri nya.


" Aku melihat kesederhanaan pada diri mu Ya, senyuman saat sudah menolong ku, walau pun saat itu aku melihat di mata mu ada kesedihan" ucap Raja yang berhasil membuat air mata Aya mengalir mengingat kedua orang tua nya.


Raja yang melihat raut wajah Aya kembali sedih langsung mendekat pada Aya dan menaut kan tangan nya di pipi Aya.


" Ada apa Ya? kenapa kamu selalu sedih saat aku membahas masalah pertemuan kita" Tanya Raja.


Aya hanya menggeleng kan kepala nya kemudian menurun kan tangan Raja di pipi nya, Aya kembali menatap keluar jendela, dia menghapus air mata nya yang mengalir di pipi.

__ADS_1


" Cahaya" panggil Raja dengan lembut.


Cahaya melihat Raja dan tersenyum ke arah Raja, Raja yang melihat senyuman di wajah Aya, jantung nya kembali berdetak dan mengingat kan nya pada kejadian empat tahun yang lalu.


" Di saat aku menolong mu empat tahun yang lalu, saat itu juga aku kehilangan kedua orang tua ku" ucap Aya memberitahu yang sontak membuat Raja terkejut.


" Saat itu aku sedang membeli penawar racun untuk kedua orang tua ku, tapi saat akan pulang aku melihat kamu dikeroyok preman pasar, awal nya aku tidak mau menolong kamu, mengingat ayah dan bunda ku membutuh kan penawar racun yang ada di tangan ku, tapi rasa kemanusian ku mengatakan kalau kamu juga membutuh kan bantuan saat itu, hingga aku langsung menolong mu, dan setelah selesai aku langsung pergi walau pun kamu memanggil ku, karena aku takut telat memberikan penawar racun itu pada ayah dan bunda ku" ucap Aya kembali menetes kan air mata nya.


" Tapi ternayata aku memang benar benar telat, saat aku sampai di depan rumah, ayah dan bunda uda gak ada, mereka meninggal kan aku sendirian saat itu" sambung Aya.


" Itu sebeb nya wajah ku murung saat malam itu kamu mengatakan kalau kamu adalah lelaki yang aku tolong tepat empat tahu yang lalu" ucap Aya menatap Raja dengan air mata yang mengalir di pipi nya.


Jantung Raja sesak mendengar cerita Aya, dia berfikir karena diri nya lah sehingga orang tua Aya meninggal, karena Aya menolong nya, sehingga Aya tidak sempat memberi kan penawar racun pada orang tua nya.


" Cahaya...apa kamu membenci ku? karena menolong ku kamu jadi kehilangan orang tua mu?" tanya Raja hati hati.


" Aku tidak membenci mu sama sekali Ja, bukan kamu penyebab kepergian orang tua ku, memang sudah takdir kalau mereka akan pergi meninggal kan ku" ucap Aya kali ini menatap Raja.


" lantas kenapa wajah mu menjadi murung saat aku beri tahu aku lah lelaki yng kamu tolong saat itu" tanya Raja.


" Aku hanya mengingat kepergian ayah dan bunda ku saja, bukan karena membenci mu' ucap Aya sambil menghapus air mata nya.


Raja menghela nafas nya lega karena Cahaya tidak membenci nya, dia langsung memeluk Aya dan membuat Aya terkejut dengan kelakuan Raja.


" Izin kan aku untuk mengganti kan posisi orang tua mu Ya, menjaga mu dan melindungi, memberi kan kebahagian untuk mu" ucap Raja masih memeluk Aya.


Aya tidak menjawab, dia melepas kan pelukan nya dan menatap Raja, " KIta baru kenal Ja, bahkan kamu belum tahu siapa aku, begitu juga sebalik nya" ucap Aya dengan lembut.

__ADS_1


" Tapi kita bisa berteman" ucap Aya dengan senyuman manis di wajah nya.


Raja pun membalas senyuman Aya dan mengangguk kan kepala nya, kemudian kembali memeluk Aya kembali.


" Tidak apa kamu mengajak aku berteman dulu,tapi aku yakin kamu lah teman hidup ku nanti nya Ya" ucap Raja yang membuat Aya tersenyum di dalam pelukan Raja.


Kini Raja sudah tahu alasan kenapa Aya murung saat diri nya memberi tahu bahwa dia adalah lelaki yang di tolong nya, dan Raja senang karena wanita yang di cari nya selama ini sudah berada di hadapan nya dan mau berteman dengan nya.


Lain Raja dan Cahaya, lain pula Ara dan Azmi, kini Ara dan Azmi berada di pantai, Ara sedang memandangi pantai yang begitu damain di barenagi dengan deburan ombak.


Azmi sendiri memandangi Ara yang begitu cantik saat memandangi pantai yang ada di hadapan nya.


" Cantik sekali kan" ucap Ara masih memandang pantai yang ada di hadapan nya.


" Iyaa....cantik sekali" sahut raja yang masih betah menatap Ara.


" Kamu tahu, aku begitu suka ke pantai, apa lagi melihat matahari terbenam, itu pasti begitu indah" ucap Ara yang langsung menatap Azmi yang juga menatap nya.


" kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Ara saat mendapati Azmi menatap nya begitu dalam.


" Karena aku melihat kamu lebih cantik dari pantai yang saat ini kamu lihat" sahut Azmi yang langsung membuat Ara memaling kan wajah nya karena malu.


Wajah Ara medadak terasa pans mendengar kata kata Azmi, jantung nya juga medadak berdisko kembali, entah perasaan apa yang dia rasa kan yang jelas Ara sebenar nya begitu nyaman saat berada di dekat Azmi.


 


 

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2