
Kia yang sudah sampai di tempat memilih berdiam diri di dalam mobil melihat sekeliling, hanya ada mobil mobil saja, tapi tidak nampak di mana suami nya dan yang lain nya.
" Ya Allah lindungi suami ku dan saudara saudara ku ya Allah" ucap Kia kemudian membuka pintu mobil dengan perlahan dan turun dari mobil.
Mang Madi yang melihat Nona muda nya turun langsung melarang nya karena takut nona muda nya kenapa napa.
" Non Kia...non Kia mau kemana? mamang takut non kenapa napa?" panggil mang Madi saat Kia mau masuk ke dalam hutan lebih dalam.
" Mamang tunggu di sini saja ya, kalau ada apa apa tolong mamang panggil polisi, dan pasti kan selalu ponsel mamang hidup ya" ucap Kia setelah itu kembali melanjut kan jalan nya.
" Tapi non..." ucap mang Madi tapi tidak di dengar Kia karena Kia sudah berlari masuk ke dalam hutan.
Mang Madi merasa takut terjadi sesuatu pada tuan dan nona muda nya, dia hanya bisa menunggu di mobil saja seperti apa yang di sampai kan nona muda nya tadi.
Di dalam hutan, Iren atau Adela sudah berhadapan dengan Pandu dan lain nya.
Pandu begitu benci menatap Iren yang sudah berubah menjadi Adela.
Adela hanya bisa tersenyum memandangi wajah tampan Pandu, tapi setelah itu tatapan nya berubah menjadi tatapan penuh dendam.
" Apa mau mu? kenapa kau tidak pernah puas untuk selalu menganggu keluarga ku" tanya Pandu dengan wajah begitu marah.
Adela tidak menjawab, dia malah tertawa mengejek sambil menatap Pandu dan lain nya.
" Kau tanya aku mau nya apa? jelas jelas aku mau membalas kan dendam ku pada kalian semua, karena kalian lah aku menjadi seperti ini, begitu enak nya kalian mencampak kan ku ke pulau terpencil, sepupu ku Merry bunuh diri, dan aku akan membalas kematian papa ku dan juga sepupu ku, tapi kau masih bisa bertanya mau ku apa?..hahahaha...Pandu Pandu begitu bodoh nya pikiran mu itu" ucap Iren dengan kekehan mengejak Pandu.
__ADS_1
Kia yang melihat suami nya dan lain nya adu mulut masih bersembunyi di balik pohon besar, Kia masih ingin tahu apa tujuan Iren sebenar nya.
" Tapi bukan aku penyebab kematian papa dan sepupu mu, itu semua karena ulah mu sendiri, dan sekarang kau sudah berhasil membuat papa dan mama ku kecelakaan, sampai papa ku meninggal dan mama ku lumpuh, apa semua itu masih kurang di mata mu" ucap Pandu.
" Jelas saja Pandu, aku tidak terima melihat kalian semua bahagia sementara aku seperti ini, tidak punya keluarga, bahkan untuk hidup saja aku harus menjadi simpanan orang, dan karna itu aku akan membalas kan dendam ku pada kalian semua, bukan hanya pada mu, tapi sahabat sahabat mu yang dulu pernah ikut campur untuk mengantar kan aku ke pulau terpencil itu" ucap Iren dengan mata tajam nya.
Iren mengambil pistol yang ada di belakang baju nya, dia masih bermain dengan pistol yang ada di genggaman nya dan menatap Pandu, Bima, Aldi dan Firman secara bergantian.
Sementara Pandu dan yang lain nya masih diam menyaksi kan apa yang akan di lakukan Iren pada mereka.
" Coba kata kan, siapa yang ingin pertama kali merasa kan timah peluru ini, aku cuma mau istri istri tercinta kalian menjadi janda muda" ucap Iren sambil tertawa mengejek.
Kia yang sudah tidak tahan dengan persembunyian nya ahkir nya keluar, tapi sebelum iti dia membaca doa terlebih dahulu agar diri nya, suami nya dan keluarga nya tidak kenapa napa dalam menyelesai kan masalah ini.
" Aku....aku orang yang pertama ingin merasa kan peluruh dari pistol yang kau pegang itu Iren" ucap Kia dengan lantang sambil berjalan mendekati Pandu suami nya.
Sedang kan Iren malah tertawa puas melihat kedatangan Kia, orang yang dulu pernah menghancur kan hidup nya karena cinta nya yang tak perna di balas oleh Pandu, menurut pemikiran Iren.
" sayang" panggil Kia tapi tidak di jawab oleh Kia.
" Kalau memang kau bisa puas dengan menghabisi nyawa ku, maka tembak lah aku" ucap Kia dengan lantang walau pun ada rasa takut di diri Kia.
Iren tertawa mendengar ucapan Kia, dia menatap Kia begitu dalam.
" Kalau hanya karena dendam mu pada ku, hingga kau mau membunuh orang lain hanya karena aku, maka arah kan pistol itu pada ku, agar kau puas setelah itu" ucap Kia lagi.
__ADS_1
" Sayang mas mohon pulang lah, biar ini menjadi urusan mas sayang" ucap Pandu.
Kia sama sekali tidak menjawab ucapan Pandu, kini dia berjalan mendekati Iren, walau pun air mata nya mengalir di pipi nya, Tapi Kia yakin kalai dia bisa menyelesai kan masalah yang rumit ini.
" Iren....aku minta maaf pada mu kalau aku telah menghancur kan rasa cinta mu dulu, tapi itu semua mungkin sudah kehendak Allah kalau kamu memang bukan jodoh mas Pandu" ucap Kia menatap mata Iren.
" Karena dendam mu pada ku dan ingin merebut mas Pandu dari ku, sehingga segala macam cara kau buat hingga banyak korban karena keegoisan mu sendiri bukan" lanjut Kia masih tetap menatap Iren.
" Tidak kah kau kasihan pada mama mu yang masih hidup dan menunggu kabar kalau kau juga masih hidup" ucap Kia yang kini membuat Iren menatap nya dan mendengar kan ucapan Kia.
" Jangan hancur kan hidup mu hanya karena cinta dan dendam mu yang berlebihan Iren, Saat ini Allah masih sayang dengan mu, sehingga kau bisa selamat dari maut" ucap Kia yang sontak membuat Iren menatap Kia begitu dalam.
" Sadarlah Ren, jangan hancur kan hidup mu lagi, sekarang kau bisa memulai semua nya, aku yakin mas Pandu dan keluarga nya memaaf kan apa yang sudah kau buat mertua ku, tapi keadilan memang harus di lakukan bukan" ucap Kia dengan air mata di pipi nya.
" Aku yakin, jika kau bertaubat, maka hidup mu bisa tenang, kau bisa mendoa kan ayah mu dan Merry agar mereka tenang di sana, dan kau bisa hidup dengan mama mu, dan aku yakin kau akan mendapat kan jodoh yang sudah di kirim Allah untuk mu kelak, percaya lah pada ku" ucap Kia yang entah kenapa membuat Iren mengeluar kan air mata nya.
Semua yang ada di sana hanya bisa memandang Kia dan Iren saja, dan lelaki yang selama ini menolong Kia tersenyum di balik pohon melihat keberanian Kia pada Iren.
" Wanita itu memang wanita benar benar wanita berhati lembut, kalau di banding kan dengan Iren, jelas bagai langit dan bumi, semoga saja dia bisa menyadar kan Iren menjadi wanita yang lebih baik" ucap nya kemudian dia langsung pergi meninggal kan hutan tersebut.
Bersambung...
Jangan lupa untuk dukungan nya selalu..
Terima Kasih Banyak
__ADS_1
Love You 😊😊