
Anita melihat Kia menangis di kamar, entah apa yang membuat Kia menangis, sehingga membuat Anita bertanya tanya. Anita mengetuk pintu kamar Kia yang tidak tertutup rapat.
Tok...Tok...Tok..
" Dek boleh kakak masuk? Tanya Anita.
" Masuk aja kak" sahut Kia sambil menghapus air mata nya.
" Kamu kenapa menangis dek? apa yang sudah kamu lakukan itu sudah benar, jangan kamu tangisi wanita gilak itu" ucap Kia menenang kan Kia.
"Kia bukan menangisi Dia kak, tapi Kia gak habis fikir, begitu tega nya dia berbuat itu pada Kia, apa salah Kia sama Dia kak? sahut Kia sambil menngis kembali.
" Sudah lha dek, kamu gak usah fikir kan tentang wanita ular itu lagi, biar kan dia membusuk di dalam penjara" ucap Kia yang menenang kan Kia.
Saat Anita masih terus menyamangati Kia agar tidak kepikiran kejahatan yang di lakukan Iren padanya, tiba tiba Pandu masuk dengan napas yang masih tak beraturan.
" Sayang" panggil Pandu/
Kia yang mendengar suara suaminya langsung menoleh ke arah pintu, begitu melihat suaminya di depan pintu kamar, Kia langsung berlari memeluk Pandu dan menagis di dalam pelukan Pandu.
" Mas" ucap Kia kembali menagis.
"Sudah sayang, jangan menagis lagi, Mas ada di sini" sahut pandu membalas pelukan Kia.
" Mas boleh Kia melihat wanita itu di penjara?" tanyak Kia saat Kia melepaskan pelukannya.
Pandu dan Anita terkejut mendengar permintaan Kia begitu terkejut.
" Untuk apa kamu mau bertemu Dia sayang? Mas gak mau kamu di jahatin sama Dia lagi sayang" sahut pandu.
" Iya dek, buat apa kamu mau menemui wanita ular itu?" lanjut Anita.
" Kia hanya mau melihat Dia saja Mas, kak, Kia mohon Mas pertemukan Kia dengan Iren,sekali saja" ucap Kia memohon.
Pandu menarik napasnya dalam, Pandu takut kalau istrinya akan disakiti oleh Iren lagi.
" Mas, dia mungkin ngelakuin apa pun sama Kia, di sana ada yang menjaga kan, dan Mas juga ada bersama Kia juga" sambung Kia lagi.
" baik lha kita kesana sekarang bersama aldi ya sayang" sahut Kia dan di anggukin kepala oleh Kia tanda setuju.
*******
Kia sekarang telah dudk di ruang tunggu di kantor polisi di temani Pandu dan Aldi, Tak lama Iren datang di kawal dua orang sipir yang menjaga Iren selama ada tamu yang sedang menjenguk nya di dalam penjara.
Iren yang melihat Kia ada di hadapan nya memberi kan tatapan tajam kepada Kia.
" Untuk apa kau datang kesini? mau menertawakan aku karena melihat kondisi ku sekarang?" tanya Iren dengan tatapan benci pada Kia.
" Aku datang ke sini cuma untuk melihat mu dan memberikan mu ini" jawab Kia sambil menyerah kan tasbih dan Alqur'n kecil.
Iren yang melihat apa yang di berikan Kia padanya hanya melirik sekilas tanpa mau menerima apa yang di berikan Kia.
" Aku gak butuh apa yang kau beri, yang aku butuh kan kalau kau MATI, aku sangat berharap kamu mati Kia" ucap Iren dengan tatapan yang sudah ingin membunuh Kia.
__ADS_1
" sadar lha Iren, apa yang kamu lakukan sekarang salah, aku sudah memaaf kan perbuatan kamu padaku, bertobat lha Iren" ucap Kia dengan tenag.
" Aku tidak butuh maaf dari mu, aku menyesal kenapa pada saat kau di nyatakan sudah mati, aku tidak melihat mu langsung, dan pada saat kau koma aku akan membunuh pada saat itu juga, agar kamu tidak bisa lagi bersama dengan Pandu, kau telah merebut Pandu ku Kia, Kau hanya wanita murahan yang telah berani menggoda pandu Ku, aku ingin kamu mati Kia, aku ingin Kau mati sekarang juga" ucap Iren dengan begitu emosi.
Pandu yang mendengar ucapan Iren begitu emosi nya, apalagi Iren dengan mudahnya mengatakan kalau istri nya wanita murahan, jelas Pandu tidak terima dengan apa yang dikatakan Iren.
" IREEN cukup sudah apa yang kau lakukan pada istriku, selama ini aku sudah cukup diam terhadap mu, sekarang tidak akan lagi, aku pasti kan kau akan mendekap di dalam penjara dengan waktu yang sangat lama" ucap Pandu dengan nada yang sudah meninggi.
" Aku tidak akan membiar kan Dia bahagia Pandu, tidak akan...sampai kapan pun aku akan membuat kau menderita Kia" sahut Iren sambil menujuk nujuk jarinya di wajah Kia.
Kia yang sabar dari tadi ahkir nya berdiri mengadap Iren dan menatap Iren dengan tajam.
PLAAAAAAAAAAK
Bunyi tamparan keras di wajah Iren, Pandu dan Aldi terkejut melihat apa yang di lakukan Kia. Iren Pun tak kalah terkejut nya dengan apa yang di lakukan Kia padanya.
" Beraninya kau menampar wajahku dengan tangan kotormu itu" ucap Iren dengan emosi yang sudah meradang.
" Selama ini aku sudah cukup sabar dengan apa yang kau lakukan padaku, bahkan aku sudah memaafkan dirimu, agar kau menyadari kesalahanmu, aku sengaja tidak mencabut tuntutan suamiku agar kau bisa merenungi kesalahan mu di dalam penjara, tapi apa yang aku lihat ternya salah, kau memang pantas berada di dalam penjara, agar kau tau rasa nya hidup sendiri di dalam penjara dengan penuh kegelapan" ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
" Aku kira aku uda salah karena membiar kan dirimu mendekap di dalam penjara, tapi ternyata dugaanku salah besar, apa kau tau karena perbuatanmu suamiku hampir kehilangan aku, kalau kau memang mencintai mas pandu, seharus nya kau membiar kan dia behagia dengan istrinya sekarang, bukan dengan mudahnya kau berusaha membunuh aku" sambung Kia lagi.
Pandu yang melihat Kia sudah begitu emosi langsung memeluknya dari samping untuk menenagkan istrinya.
" Sayang sudah, tahan emosi kamu sayang, kamu baru sembuh sayang" ucap Pandu menengkan Kia,tapi Kia hanya diam saja tak menjawab ucapan suaminya.
"Aku pstikan kau akan menyesal karena perbuatanmu Iren, dan bertaubat lha sekali masih ada kesempatan" ucap Kia langsung meninggal kan Iren.
" Kurang ajar, aku akan balas perbuatan mu Kia" ucap Iren geram.
Di dalam mobil Kia hanya diam saja, dia berfikir kenapa ada manusia sekejam Iren, apalagi dia seorang wanita.
" Sayang sudah jangan kamu fikir kan lagi ya apa ucapan Iren tadi, kalau kamu seperti ini terus, Mas takut kamu sakit lagi sayang, apa kamu gak kasian liat Mas sedih terus?" ucap Pandu dengan lembut.
Kia yang mendengar ucapan suami nya langsung tersadar.
" Astagfirullah maafin Kia ya Mas, gara gara Kia kepikiran kelakuan Iren, Mas jadi terlupakan, Kia janji gak gini lagi deh" ucap Kia tersenyum hangat.
" Pandu yang melihat senyuman istrinya langsung memeluk Kia dengan erat dan mencium pucuk kepala Kia yang tertutup hijab.
" Mas malu dong, ada Aldi di sini Mas" ucap Kia lagi.
" Dia sudah dewasa sayang, jadi dia pasti sudah menegrti" sahut Pandu tanpa merasa bersalah.
Sementara aldi yang mendengar hanya bisa mengupat dalam hati.
Dasar Bos laknat,gini gini melihat kalian seperti itu jiwa jonblo ku meronta neronta kali, gumam Aldi.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya untuk Like,Komen dan Vote.
Dukungan kalian sangat berarti untu author
Salam sayang untuk kalian semua.
__ADS_1