
Sudah seminggu Ara bekerja di rumah sakit tempat dia bekerja sekarang, dan entah kenapa bayang bayang Azmi yang selalu menganggu nya selalu menghantui fikiran nya.
Saat ini Ara sedang berada di kantin bersama dokter lain nya, dia tertawa dengan dokter lain sambil bercerita, Azmi yang saat itu sedang lewat dari kantin hendak ke masjid di rumah sakit tak sengaja melhat Ara tertawa dengan dokter lain langsung menatap Ara dengan tatapan tak suka.
" Ckck..Kenapa harus duduk dengan mereka sih, malah di kelilingi dokter dokter cowok lagi" ucap Azmi langsung masuk ke kantin rumah sakit dan berjalan ke arah meja di mana Ara duduk.
" Dokter Qiara" panggil Azmi.
Ara dan yang lain nya langsung melihat kepala rumah sakit sekaligus pemilik rumah sakit sedang menghampiri meja mereka.
" Dokter Azmi" ucap Ara dan semua dokter yang duduk bersama Ara.
Mereka pun langsung berdiri saat Azmi sudah berada di depan meja mereka.
" Sudah selesai makan siang nya kan, kamu ikut saya sekarang" ucap Azmi yang sudah memegang tangan Ara dan membawa nya pergi dari kantin.
Semua Dokter yang ada di meja bersama Ara tadi hanya bisa melongo melihat dokter Azmi membawa pergi Ara.
" Ada apa ya? kenapa Ara di tarik gitu aja? gak biasa nya dokter Azmi seperti itu" ucap Dinda sahabat Ara sebagai dokter di rumah sakit.
" Iya..padahal jarang jarang kita bisa duduk bareng dia kan" ucap Heru dokter yang begitu kagum dengan Ara.
Sementara Ara yang sudah di bawa ke dalam ruangan Azmi hanya diam saja, dia menatap Azmi yang malah masuk ke dalam kamar mandi.
Ara diam saja sambil memain kan ponsel nya, tak lama terdengar suara pintu kamar terbuka, Azmi keluar dengan wajah yang basah karena baru selesai wudhu.
Ara yang melihat Azmi dengan wajah dan rambut yang basah hanya bisa mematung, karena ketampanan Azmi semakin bertambah.
" Sudah sholat" tanya Azmi tepat di hadapan Ara.
Ara hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya saja, namun tatapan mata nya masih menatap Azmi yang berdiri di hadapan nya.
Azmi tersenyum melihat Ara yang menatap nya seperti itu, " Aku sholat bentar ya, kamu tunggu di sini" ucap azmi dengan lembut dan Ara hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala saja.
__ADS_1
Ara memandangi azmi yang begitu tampan saat sholat, entah kenapa Ara membayang kan suatu saat Ara bisa sholat berjamaah dengan Azmi nanti, sampai sampai Azmi yang sudah selesai sholat dan berdiri di hadapan Ara pun Ara tak sadar.
Azmi menunduk kan tubuh nya agar bisa menghadap Ara, Ara yang yang terkejut langsung menjauh kan kepala nya agar ada jarak di antara Azmi.
" su...sudah selesai sholat nya?" tanya Ara gugup.
" Sudah" sahut azmi lembut.
" Emmm...tadi kamu narik aku ada apa ya?" tanya Ara.
Azmi memegang tangan Ara dan membawa Ara berdiri dari kursi yang di duduki Ara,Ara hanya bisa mengikut apa yang di buat Azmi.
" Tolong jangan dekat dengan pria lain selain aku dan keluarga mu" ucap Azmi tepat di depan wajah Ara.
Ara yang merasa kan nafas Azmi mendadak merinding, dia memaling kan wajah nya karena tak sanggup di tatap oleh Azmi dari dekat.
Azmi melihat wajah Ara yang sudah memerah seperti tomat, dan jangan di tanya dengan jantung kedua nya, sudah seperti lari maraton, begitu kencang.
" Karena aku gak suka Ra, aku gak ikhlas senyuman dan wajah cantik mu dipandangi laki laki di luar sana selain aku" ucap Azmi mengelus pipi mulus Ara.
Ara yang mendapat kan sentuhan dari jari Azmi langsung menutup mata nya karena dia merasa kan desiran yang belum pernah di rasa kan sama sekali.
Azmi yang melihat Ara menutup mata nya langsung mendekat kan wajah nya ke wajah Ara.
Cup
Satu kecupan di pipi Ara Azmi layang kan, membuat Ara lansung membuka mata nya dan menatap Azmi dengan tatapan tajam.
" Kenapa..." belum sempat Ara berkata ketukan pintu dari luar langsung menganget kan Ara dan Azmi.
" Masuk" ucap Azmi dan langsung duduk di meja kerja nya.
Kayla masuk membawa makanan untuk makan siang Azmi dan juga diri nya, tapi saat masuk dia melihat Ara yang sedang berdiri tepat di depan meja Azmi.
__ADS_1
" Loh kamu kan dokter spesialis jantung yang baru seminggu ini bekerja di sini kan? sedang apa kamu di sini?" tanya Kayla menatap Ara dengan tatapan tak suka.
" Tanya kan saja sama dokter Azmi" sahut Ara menatap Azmi dengan tatapan tajam nya.
" Azmi...sedang apa dia di sini?" tanya Kayla menatap Azmi dengan penuh pertanyaan.
" Aku hanya ingin di temani dengan dia saja, gak ada maslah bukan" jawab Azmi menatap Ara dengan tatapan lembut.
" Gak biasa nya kamu minta di temani Az, biasa nya kalau aku nawari diri kamu juga gak mau" ucap Kayla yang langsung duduk di depan meja kerja Azmi.
" Tapi Ara berbeda Kay, aku begitu membutuh kan nya" sahut Azmi masih menatap Ara dengan lembut.
Ara yang males berada di ruangan Azmi langsung mengambil ponsel nya yang terletak di atas meja, dia ingin keluar dari ruangan Azmi.
" Mau kemana Ra?" tanya Azmi lembut.
" Mau melanjut kan makan siang ku yang tertunda" sahut Ara ingin menlangkah kan kaki nya.
Namun Azmi langsung menarik nya dan Ara kini jatuh terduduk di atas pangkuan Azmi.
kayla yang melihat kejadian di hadapan nya mendadak langsung menatap Azmi dan Ara, Ara sendiri langsung beontak dan berdiri dari pangkuan Azmi.
" Kamu apa apain sih, gak lihat ada orang di sini, gak tahu malu banget" ucap Ara semakin geram melihat Azmi.
" jadi kalau hanya kita berdua boleh?" bukan menjawab, Azmi malah kembali bertanya.
Ara langsung melotot kan mata nya, sedang kan Kayla menatap Azmi tak percaya, dia sudah tidak mengenal seorang Azmi, Azmi yang di kenal Kayla adalah pria dingin yang tidak perduli dengan wanita setelah di khianati calon tunangan nya dahulu, tapi ini Kayla menatap Azmi menjadi sosok yang hangat, walau pun hanya di depan Ara saja.
" Kayla aku dan Ara mau keluar makan siang, kamu boleh keluar" ucap Azmi mengusir Kayla.
Kayla benar benar menatap Azmi dengan tatapan tak percaya, Azmi dengan santai nya mengandeng tangan Kayla dan keluar dari ruangan nya, sedang kan Ara hanya bisa diam saja dan menatap Kayla dengan tatapan tdak enak karena Azmi begitu dingin pada diri nya.
Bersambung
__ADS_1