
Setelah di tunggu beberapa menit, Widya melihat hasil nya taspack nya.
Mata Widya langsung terbuka sempurna, ada dua garis merah, yang satu terang dan satu lagi masih samar belum terlihat jelas.
" Ternyata dugaan ku benar, aku hamiiiil, Alhamdulillah" ucap Widya yang masih berada di dalam kamar mandi.
" Sehat sehat ya sayang di dalam perut bunda, pasti Ayah kamu senang sekali kalau kamu sudah hadir di sini" ucap Widya lagi sambil mengelus perut nya yang masih rata.
Sementara Kia dan Rika datang ke ruangan Widya karena dari tadi belum melihat keberadaan sahabat mereka yang satu itu.
Rika langsung membuka pintu ruangan Widya, dan Kia menyusul dari belakang, saat Kia dan Rika masuk, mereka tidak melihat keberadaan Widya di dalam.
" Kosong Kia, apa dia emang belun datang ya" ucap Rika.
" Gak mungkin lah belum datang, itu tas nya" sahut Kia yang melihat tas dan ponsel Widya di atas meja.
" Lagi visit kali Ka, perawat Widya juga gak ada" sambung Kia lagi.
Rika mengangguk kan kepala nya tanda membenar kan ucapan Rika, " Bisa jadi sih" ucap Rika.
" Yaudah kita balio aja yuk ke ruangan kita, takut nya uda ada pasien, aku juga sebentar lagi mau visit" ajak Kia dan langsung di angguki kepala oleh Rika.
Mereka pun berbalik mau keluar dari ruangan Widya, tapi tidak jadi karena Kia dan Rika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.
Ceklek
Kia dan Rika menoleh ke arah kamar mandi, mereka langsung melihat Widya yang baru keluar dari kamar mandi dengan senyuman yang mengembang di bibir nya.
" Kenapa kamu senyum senyum gitu Wid habis keluar dari kamar mandi?" tanya Rika yang di angguki kepala oleh Kia ingin tahu juga.
Widya terkejut mendengar suara Rika, dia pun mengelus dada nya sambik baca istigfar.
" Kaget aku, kalian uda lama disini?" tanya Widya.
" Baru" sahut Rika singkat jelas dan padat.
Kia yang merasa sedikit lelah karena berdiri langsung duduk di kursi depan meja Widya.
__ADS_1
" Kamu kenapa Wid, kok keluar dari kamar mandi senyum senyum sendiri" kini Kia yang bertanya.
Bukan nya menjawab Widya hanya bengong.
Masa iya aku kasih tahu sama mereka diluan, aku pengen yang tahu tentang kehamilan ku Mas Aldi dulu, besok aja deh aki kasih tahu mereka, untung tespack nya aku simpan di kantung celana, kalau aku pegang bisa tahu mereka, Batin Widya.
Rika dan Kia yang melihat Widya malah bengong hanya bisa saling tatap.
" Woy Wid, kok malah bengong sih?" tanya Rika.
" Hhaaah....Ak..aku senyum senyum tadi karena ke ingat tadi pagi kelakuan mas Aldi sama aku, maka nya aku senyum senyum sendiri" ucap Widua berbohong.
Maaf sahabat ku, aku berbohong sama kalian, tapi aku lakuin ini karena aku cuma ingin suami ku dulu yang tahu kalau aku hamil, besok aku akan kasih tahu kalian, batin Widya.
" Ck...kirain apaan" Ucap Rika.
Kia yang duduk sambil mengelus perut nya hanya bisa tersenyum mendegar ucapan Widya.
Firman datang ke rumah sakit untuk bertemu dengan calon istri nya Rika, semenjak selesai acara lamaran, Firman belum ada ketemu dengan Rika, karena Firman keluar kota mengurus urusan kantor bersama dengan Reza.
Hari ini Firman free ngajar di kampus, maka dari itu dia langsunh ke rumah sakit untuk melihat wanita yang di cintai nya.
" Bebh, aku data..." ucapan Firman menggantung saat melihat ruangan calon istri nya kosong.
" Kok kosong, kemana belaham jiwa ku, apa Visit, tapi ini masih terlalu pagi" ucap Firman yang bertanya sendiri dan menjawab sendiri ucapan nya.
Ricki yang kebetulan habis dari tempat Naya, melihat Firman di depan pintu ruangan Rika langsung menepuk bahu nya.
" Kamu ngapain berdiri di depan pintu gini kayak maling kamu" ucap Ricki yang menggaget kan Firman.
" Haaisss...Kamu ngageti aja Ki, aku lagi cari belahan jiwa ku, tapi dia gak ada di ruangan, kamu tahu Rika dimana?" ucap Firman dan bertanya pada Ricki.
" Ck...lebay banget sih belahan jiwa belahan jiwa, dia tadi pergi sama Kia, mungkin ke kantin" ucap Ricki memberi tahu.
" Lagian kenapa kamu kayak orang bego gitu, kamu kan bisa telpon belahan jiwa kamu, kayak manusia purba aja kamu Man, yang hidup di jaman batu" sambung Ricki lagi.
" Sembarangan kamu" ucap Firman kesal.
__ADS_1
" Lah kan benar, nyariin Rika tapi bukan di telpon, malah bengong di depan pintu" ucap Firman.
" Aku gak teringat" sahut Firman kemudian langsung mengambil ponsel nya dari saku celana nya.
Firman pun langsung mencari nama belahan jiwa nya di ponsel nya, saat ingin mendeal, Firman malah mendengar suara belaham jiwa nya memanggil diri nya.
" Sayang" panggil Rika saat melihat calon imam nya di depan ruangan nya.
" Heiii bebh, kamu dari mana sih" tanya Firman langsung saat Rika sudah ada di hadapan nya.
Ricki yang mendengar panggilan mereka langsung memales kan mata nya, sedang kan Kia yang melihat Ricki tersenyum lucu.
" Rika dari ruangan Widya Yank, soal nya kami gak lihat dia dari pagi" ucap Rika memberi tahu.
" Aku kangen sama kamu bebh" ucap Firman mentoel hidung Rika gemes.
Rika tersenyum menampil kan gigi nya yang putih bersih, Ricki yang melihat kelakuan pasangan lebay itu semakin jengah di buat, sementara Kia hanya bisa cekikikan melihay wajah Ricki yang lagi kesal.
" Males banget aku di sini, uda kayak ngontrak aja, serasa rumah sakit ini milik kalian berdua tahu gak" ucap Ricki.
" Yeeee....syirij bilang" ucap Rika dan Firman mengejek Ricki.
Ricki pun langsung berjalan meninggal kan mereka semua ke ruangan nya, begitu juga dengan Kia, yang berjalan meninggal kan Rika dan Firman untuk ke ruangan nya, sementara Rika dan Firman masuk ke dalam ruangan Rika, dan Rika langsung menghubungi perawat yang biasa menemani nya untuk visit.
Di kantor Pandu, Bayu belum pulang dari mengantar Bela ke kantor, Pandu dan Aldi yang kebetulan ada meeting dengan dewan direksi, langsung keluar dari ruangan Pandu.
Namun Pandu dan Aldi terkejut melihat Bayu yang masih setia menemani Bela bekerja, sedang kan Bayu negeliatin Bela bekerja dengam tumpang dagu nya.
" Tuh anak ngapain Ndu di situ?" tanya Aldi.
Aldi memang belum mengetahui tentang hubungan Bayu dan Bela, tadi saat Bayu mengantar Bela, Aldi sudah datang diluan dan masuk ke ruangan Pandu, maka nya Aldi tidak mengetahui kalau Bayu mengantar Bela ke kantor.
Bersambung
Jangan lupa tinggal kan jejak ya readers tercinta, dengan Like,komen yang positif, dan vote.
Kasih bunga dan kopi yang banyak banyak banyak ya readers tercinta.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mendukung karya author, dukungan kalian sangat sangat memotivasi author untuk semangat buat nulis.
Love you more