Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 121


__ADS_3

Saat ini seluruh keluarga Atmaja sedang makan malam bersama, mereka saling menikmati makan malam mereka dengan saling bercanda tawa. Setelah makan malam, masing masing langsung pamit untuk beristirahat karena memang sebenarnya mereka masih pada lelah sehabis pesta pernikahan Raja dan Cahaya, di tambah lagi dengan musibah yang menimpa Cahaya dengan terbakarnya toko kue Cahaya.


Saat semua sudah masuk kamar masing masing, mama Anita malah mengikuti Andra masuk ke dalam kamar putranya.


Andra yang ingin membuka pintu terkejut dengan panggilan mamanya yang sudah berada tepat di belakangnya.


" Andra" panggil mama Anita.


Qiara yang kebetulan mendengar mamanya memanggil adiknya langsung menghentikan gerakan tangannya untuk memegang hendle pintu, Azmi sang suami yang paham dengan maksud istrinya langsung menyentuh bahu Ara dengan lembut.


" Aby tunggu di dalam ya, jangan lama sayang" ucap Azmi.


" Heemm" jawab Ara dengan hanya berdeham.


Ara langsung berjalan pelan-pelan dan bersembunyi di balik tembok agar mama dan adiknya tidak melihat keberadaan nya.


" Mama, kenapa mama malah kesini? gak istirahat? nanti papa nyariin mama loh" ucap Andra yang heran melihat mamanya malah ikut ke kamarnya.


" Ada yang mau mama bicara kan sama kamu Ndra" ucap mama Anita yang langsung to the point tanpa menjawab pertanyaan Andra sebelumnya.


" Soal apa Ma, soal pembahasan mama kemarin yang menyuruh Andra untuk menjalin hubungan Arti, maaf Ma, Andra gak bisa" ucap Andra yang langsung mengerti arti pembahasan mamanya.


" Bukan Andra mau menjadi anak durhaka Ma, tapi itu akan membuat Arti semakin sakit nanti nya, karena Andra tidak mencintai Arti, kalau kami akan tetap bersama, yang ada akan membuat Arti tertekan, Andra gak mau itu terjadi Ma, sudah ada wanita lain di hati Andra saat ini" sambung Andra berusaha menjelaskan pada mamanya.


" Tiara, itu kan wanita yang saat ini berada di hati kamu?" tanya mama Anita.

__ADS_1


Andra diam saja tidak menjawab pertanyaan mamanya, dia menundukkan kepalanya tanpa berani menatap wajah mamanya.


" Diamnya kamu berarti jawaban nya adalah iya" ucap mama Anita kembali.


" Andra kamu tahu kan bagaimana keluarga besar kita, untuk bisa masuk ke dalam keluarga kita bukan hanya karena dia cantik tampan, atau dia kaya raya, tidak ada semua itu nak, yang penting dia sopan, baik budi, dan kalau dari keduanya saja tidak ada pada keluarga Tiara apa mama bisa menerima wanita yang kamu cintai itu Andra" ucap mama Anita memberi penjelasan pada anaknya.


" Tiara wanita baik ma, jangan sama kan dia dengan Wisnu kakaknya, Tiara tidak seperti apa yang mama fikir kan, buka lah mata hati mama untuk melihat kebaikan Tiara Ma, dia tidak sejahat yang mama fikir kan" ucap Andra memberi tahu.


" Mama tidak bilang kalau Tiara itu jahat nak, yang mama bilang adalah kakaknya yang mempunyai kelakuan tidak baik, apa kamu lupa kalau karena ulah kakaknya, Raja dan Cahaya hampir mati karena kelakuan kakaknya, yang pertama kejadian di hutan dan yang kedua kecelakaan Cahaya, apa kamu lupa Andra" ucap mama Anita berusaha mengingat kan anaknya.


" Andra tidak lupa ma, tapi Tiara tidak ada hubungannya dengan itu semua, itu karena kebencian kakaknya pada Raja karena.." ucapan Andra terhenti karena hampir saja dirinya mengatakan kalau Wisnu melakukan itu semua karena Raja selalu menolak cinta Tiara dulu.


" Karena apa? kenapa kamu tiba tiba diam dan tidak melanjutkan ucapan kamu" tanya mama Anita yang melihat gelagat tidak beres dari wajah anaknya.


" Coba lah mama mengenak Tiara lebih dalam lagi, kenali dia Ma, Andra yakin mama juga pasti akan menyukainya sama seperti tante Kia" ucap Andra memohon pada mamanya.


" Baik, mama akan mencoba mengenal Tiara, tapi kalau mama melihat dia tidak sebaik yang kamu kata kan, mama tidak mau tahu, kamu harus melakukan apa yang mama kataknya kemarin untuk mendekati Arti dan menjalin hubungan dengannya" ucap Anita langsung meninggalkan Andra tanpa mendengar penolakan dari mulut putranya.


Ara yang sudah meihat mamanya pergi langsung menghampiri Andra yang masih terdiam mematung setelah mendengar kata-kata terahkir dari mamanya sebelum pergi meninggalkan nya.


" Tenang saja, kamu gak sendirian, banyak yang mendukung hubungan mu dengan Tiara, nanti mama pasti akan luluh dan merestui hubungan kalian, yang penting kamu harus pertemukan Tiara dengan mama terlebih dahulu" ucap Ara yang sukses membuat Andra terkejut.


" Apa kakak yakin?" tanya Andra.


" Ya, asal kamu juga yakin dengan hatimu, kalau kamu benar-benar mencintai Tiara" ucap Qiara yang langsung pergi meninggalkan Andra begitu saja karena pasti suaminya sudah menunggu lama di kamar.

__ADS_1


Sementara di kamar pengantin baru, Raja yang menyandar di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya sedang menunggu Cahaya yang saat ini sedang berada di kamar mandi, namun karena terlalu serius melihat foto foto pernikahannya, Raja tidak menyadari Cahaya sudah berada di samping tempat tidur.


" Aii" panggil Cahaya yang langsung mengagetkan Raja.


" Iya sayang" sahut Raja menatap Cahaya dengan senyum tampannya.


Cahaya langsung memutar tubuhnya untuk duduk di sisi tempat tidur yang di tempati Raja, Ia menyerahkan buku tabungan pada Raja, Raja yang melihat Cahaya menyerahkan buku tabungan padanya hanya bisa terdiam sambil menyatukan alisnya karena tidak mengerti maksud istrinya.


" Ini maksud nya apa sayang" tanya Raja pelan.


" Ini tabungan Aya dari keuntungan toko roti beberapa tahun Aii, mudah-mudahan cukup buat renovasi toko kue yang terbakar itu" ucap Cahaya menatap wajah suaminya.


Raja tersenyum dan menolak buku tabungan pemberian dari istrinya, " kamu simpan saja sayang, Aii tidak butuh itu, dan jangan gunakan sedikit uang kamu untuk renovasi toko roti kamu, bahkan dengan kartu yang sudah Aii berikan pada kamu juga, karena untuk renovasi itu semua sudah Aii yang bayar semua nya" ucap Raja dengan santai.


" Tapi Aya gak mau di kira memanfaat kan kekayaan kamu Aii, pakai ini saja ya, kalau pun kurang nanti Aya jual saja mobil Aya, toh juga mungkin gak akan ke pakai lagi, karena kemana mana pasti Aya perginya sama Aii atau di antar sama Mang Madi" ucap Cahaya.


" Kamu boleh membeli atau melakakukan apa pun dari uang kamu dan uang yang Aii kasih sayang, tapi tidak dengan reonavasi toko kue kamu sayang, karena itu sudah kewajiban Aii buat renovasi nya, dan jangan pernah jual mobil kamu apa pun itu ceritanya, karena itu adalah mobil pertama yang kamu beli dari hasil keringat kamu sendiri, kamu bisa pakai mobil itu, tapi tidak dengan nyupir sendiri, kalau gak Aii yang jadi supir nya ya Mang Madi" ucap Raja menasehati Cahaya.


Cahaya tersentuh dengan kata-kata suaminya, dengan cepat Ia langsung memeluk Raja dengan erat.


" Makasih ya Aii, kamu hadir setelah kepergian Ayah dan ibu, jangan pernah tinggalin Aya Aii, jujur Aya gak sanggup" ucap Aya dengan meneteskan air matanya.


" Gak akan sayang, karena kamu adalah Cahaya untuk diri Aii, kamu penerang untuk kehidupan Aii, dan kamu jantung dari kehidupan Aii sampai kita tua nanti, tidak ada yang bisa memisahlan kita, siapa pun itu, termasuk kematian, karena kita akan hidup dan mati bersama" sahut Raja sambil mencium ubun ubun Cahaya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2