Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 152


__ADS_3

Firman yang mendengar jeritan Rika langsung terkejut karena selama mengenal Rika, Firman tidak pernah seperti itu.


Ya ampun...kenapa Rika bsa berteriak seperti itu, tapi aku jadi gemas melihat nya seperti itu yang apa ada nya, gumam Firman.


Rika yang di lihatin oleh Firman merasa malu karena bertingkah seperti tadi.


Ya ampun, malu banget gue sama kak Firman, kok gue bisa lupa si kalau ada kak Firman di sini, batin Rika  sambil menggaruk kening nya.


Ricki yang melihat kelakuan Rika langsung terkekeh melihat wajah malu Rika, Dia pun menjalan kan mobil nya mendekati mobil Firman, dimana Firman dan Rika masih berdiri di luar mobil.


" kayak nya Firman jadi ilfil tu sama kamu Ka, karna dia mendengar suara kaleng rombeng kamu barusan" ucap Ricki sambil terkekeh.


Wajah Rika merah padam karena menahan kesal mendengar ucapan Ricki. Pandu dan yang lain nya tidak mau ambil pusing, mereka langsung masuk ke mobil dan langsung meninggal kan tempat parkir menuju kampus untuk mengantar Kia dan Widya.


Sementara Ricki yang sudah meninggal kan Firman dan Rika yang masih mematung karena yang satu malu dan yang satu nya masih  sedikit syok akibat jeritan Rika.


" Ayo Rika, kakak antar ke kampus" ucap Firman membuyar kan lamunan Rika.


" iya Kak" sahut Rika kemudian masuk ke dalam mobil Firman.


Di dalam perjalanan menuju kampus, firman dan Rika sama sama diam, tidak ada pembicaraan sama sekali, agar tidak meraa bosan, Firman menghidup kan musik yang ada di mobil nya.


Entah kenapa lagu yang terdengar di mobil Firman begitu pas banget dengan isi hati mereka berdua, yang sebenar nya ada hati tapi masih belum mengakui nya.


Bukan nya merasa terhibur, justru keadaan di dalam mobil makin semakin canggung, ahkir nya Firman kembali memati kan musik yang ada di dalam mobil nya.


" Kok di mati kan Kak" tanya Rika.


" Eeeehk..Ini lagu nya gak enak" sahut Firman gugup.


Rika cuma mengangguk kan kepala nya saja, karena dia juga agak tidak suka mendengar lagu yang ada di dalam mobil Firman tadi.


Sementara di mobil Pandu, Kia memeluk manja Pandu dan meneggelam kan wajah nya di dada Pandu, entah kenapa Kia semenjak hamil memang begitu manja dengan pandu.


Pandu membelai punggung Kia agar lebih nyaman dan Kia pun tak lama tertidur di dalam pelukan Pandu.


Pandu tersenyum melihat istri nya sudah tertidur dan mencium pucuk kepala Kia dengan lembut.


" Kenapa kamu liatin aku kayak gitu Al?" tanya Pandu karena melihat Aldi menatap nya dengan dari kaca spion tengah.


" Kamu bermanja manja dengan Kia tidak melihat kita masih ada di sini" sahut Aldi kesel.


" Sebentar lagi kalian juga akan merasakan apa yang aku dan Kia lakukan tadi" ucap Pandu dengan wajah santai nya.


Aldi tidak menyahut ucapan pandu, Dia hanya melirik Widya, dan Widya yang di lihat hanya tersenyum saja pada calon suami nya.


" Nanti kamu kalau kita sudah menikah apa seperti itu juga Wid?" tanya Aldi pada Widya.


" Tergantung Kak, karena wanita pasti butuh di manja kan sama pasangan nya" sahut Widya.


" Apa kakak nanti akan melakukan itu sama Widy sama seperti Kak Pandu yang begitu memanja kan Kia?" tanya Widya lagi pada Aldi.

__ADS_1


Aldi yang mendegar nya hanya tersenyum saja, sedang kan Pandu pura pura tidak mendengar obrolan Aldi dan Widya, Dia hanya sibuk dengan ponsel nya dan sebelah tangan nya mengelus kepala Kia dengan lembut.


" Kakak gak bisa janji Wid, tapi yang pasti Widy tahu kalau kakak akan membahagia kan kamu semampu kakak dan kakak akan melindungi kamu walau pun nyawa kakak yang menjadi jaminan nya" ucap Aldi.


Widya yang mendengar perkataan Aldi langsung memaling kan wajah nya karena wajah nya sudah merah, Aldi yang melihat wajah Widya yang sudah merah karena ucapan nya langsung tersenyum senang bisa membuat calon istri nya malu.


Tak lama mobil yang di kendarai oleh Aldi sudah sampai di parkiran kampus, Aldi dan Widya langsung keluar dari mobil karena tidak mau melihat keromantisan Pandu saat embangun kan Kia.


Widya dan Aldi duduk di bangku taman menunggu sang bos yang sedang membangun kan Kia.


" Sayang bangun, kita sudah sampai di kampus" ucap Pandu membangun kan Kia dengan mengelus pipi Kia dengan lembut.


Kia yang merasa terganggu dengan tidur nya langsung membuka mata nya dengan perlahan, di lihat nya suami nya yang tersenyum melihat ke arah nya.


" Mas kita dimana?" tanya Kia.


" Kita sudah sampai di kampus sayang" sahut Pandu sambil mengelus wajah Kia.


" Kemana Widy Mas?" tanya Kia lagi.


" Itu sayang, duduk di taman menunggu kamu bangun" sahut Pandu tersenyum ke arah Kia.


" Ya ampun Mas, yasudah kalau gitu Kia turun dulu ya, Mas hati hati ke kantor nya, nanti Kia aja yang ke kantor Mas, soal nya Kia cuma sebentar kok di kampus nya, mau nyerahin Tesis aja sama dosen pembimbing Kia" ucap Kia memberi tahu.


" Gimana kalau Mas tunggu aja sayang, kalau cuma sebentar doang kan?" ucap Pandu.


" Tidak usah Mas, nanti Kia naik taxi aja" tolak Kia.


" Tapi kalau cuma sebentar kan mendingan Mas tunggu aja sayang, mas gak mau kamu naik taxi sayang, Mas masih truma kejadian beberapa bulan yang lau" ucap Pandu memberi tahu.


" yasudah kalau itu mau nya Mas" sahut Kia dan langsung keluar dari mobi di susul Pandu.


Widya dan Aldi yang melihat Bos mereka sudah keluar langsung berjalan ke arah Pandu dan Kia.


" Ayo Wid kita ke dalam, aku mau langsung jumpai pembimbing ku, soal nya Mas Pandu mau nunggu aku di kampus" ucap Kia.


Widya hanya mengganguk kan kepala nya saja, kemudian berjalan masuk ke arah gedung bersama Kia sambil berbincang bincang.


" Kita nunggu Kia di ruangan Firman saja, sekalian aku mau bertemu dengan rektor di kamous ini, mau lihat bagaimana perkembangan kamous ini sekarang" ucap Pandu dan langsung di angguki Aldi.


Mobil Firman sudah sampai di kamus, Rika yang ingin keluar langsung di tahan oeh Firman.


" Rika sebentar" panggil Firman mencegah Rika turun dari mobil.


" Ada apa ya kak?" tanya Rika.


" Kamu masih ada waktu sebentar kan? ada yang mau aku bicarain sama kamu?" tanya Firman.


Rika melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya, masih ada waktu sekitar 30 menit lagi, dia pun langsung menganggu kan kepala nya.


" mau bicara dimana kak?" tanya Rika.

__ADS_1


" Di sini saja deh Ka, soal nya kamu kan ada kelas juga, biar gak makan banyak waktu" ucap Firman dan langsung di angguki kepala oleh Rika.


" Emmm...Rika, kamu ada hubungan apa sama Reza?" tanya Firman ingin tahu.


" Reza...Reza sepupu kakak?" tanya balik Rika.


Firman hanya mengangguk kan kepala nya saja tanda ucapan Rika benar.


" Rika gak ada hubungan apa apa sama Reza kak, hanya sebatas teman saja, sama seperti Rika dan kakak" ucap Rika.


Firman yang mendengar ucapan Rika kalau Rika hanya menganggap nya teman, entah kenapa hati nya sakit mendengar nya.


Kenapa hati ku sakit sekali mendengar ucapan Rika barusan, gumam Firman.


Sementara Rika sedikit heran kenapa Firman bertanya seperti pada nya.


" Maaf kak, ada apa ya kakak bertanya itu sama Rika?" tanya Firman.


Hahhk.....


Bersambung....


maaf semalam gak Up karena Author baru saja ada kemalangan.


Ini Author Up satu episode dulu ya, dan jangan lupa untuk selalu dukung karya author ya, dengan like, komen dan Vote yang banyak plisss...


dukungan kalian sangat berarti buat author, dan buat author semakin semangat buat nulis nya.


maksih yang masih setia dukung karya Author, dn Author doa kan semoga rezeki kalian di limpah kan oleh Allah dan di berikan kesehatan unruk readers tercinta.


I Love You More


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2