Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 106


__ADS_3

Pandu melihat keadaan di ruangan begitu canggung, Kia hanya tersenyum melihat suami nya sudah kembali, Pandu melihat ke arah Firman yang santai duduk di sofa sambil sedikit tersenyum lucu, Pandu kembali melihat ke arah Aldi dan Widya yang sedikit gelisah,Pandu pun merasa aneh pada asisten nya itu.


" Kamu kenapa Al?" tanya Pandu.


Deeg....


Jantung Aldi tiba tiba berdetak saat Pandu bertanya kepada nya, entah kenapa Aldi menjadi gugup saat ingin menjawab pertanyaan Aldi.


" Aa-ku akuu gak apa apa kok" sahut Aldi gugup.


Pandu pun melirik ke arah Widya yang hanya menunduk kan kepala karena sudah merasa sangat malu.


" Nantik juga kamu bakalan tau Ndu, ada apa dengan asisten mu itu" ucap Firman ikut menimpali pertanyaan Pandu.


Aldi hanya menatap Firman malas, sedang kan Widya masih tetap berdiri di samping Aldi, Kia yang melihat tingkah sahabat nya hanya bisa tersenyum saja.


" Sayang Mas sudah selesai kan semua administrasi nya, sebentar lagi kita bisa pulang setelah dokter memberikan kamu vitamin untuk kita di dalam perjalanan,kamu kuat kan sayang?" ucap Pandu sekaligus bertanya pada istri nya kuat atau tidak selama perjalanan nanti.


" Kia kuat kok Mas, lagian nantik juga ada Widya kan,Dia kan calon dokter kandungan,Mas gak usah khawatir ya" sahut Kia sambil mengelus tangan suami nya.


Pandu dan yang lain nya sudah pulang dari rumah sakit, mereka harus menempuh perjalanan kurang lebih enam jam untuk sampai di rumah sakit milik keluarga Atmaja.


Selama di dalam perjalanan, Kia hanya tertidur di dalam pelukan Pandu, Aldi menyetir di dampingi Firman di sebelah nya, sedang kan Widya duduk di kursi belakang.


Aldi yang menyetir sesekali melihat Widya dari kaca spion tengah mobil, Widya yang tau Aldi dari tadi memperhati kan menjadi salah tingkah.


Aku kenapa sih, setiap berdekatan dengan Pak Aldi jantung ku slalu seperti ini, seperti sekarang dia melihat aku dari kaca spion mobil saja,jantung ku sudah berdetak seperti ini,gumam Widya sambil meraba detak jantung nya.

__ADS_1


Tanpa Aldi sadari, pandu dari tadi memperhati kan tatapan Aldi saat melihat ke arah kaca spion mobil.


" Al kalau kamu mau pindah duduk dengan Widya, sebaik nya kita berenti dulu, biar Firman yang menyetir, aku gak mau kalau kamu terus terusan melihat ke arah Widya, kita jadi nabrak" ucap Pandu tiba tiba.


Aldi yang mendengar ucapan Pandu langsung salah tingkah, Widya apa lagi, wajah nya sudah merah padam karna ketahuan kalau Pandu memperhati kan mereka, sedang kan Firman langsung melihat Aldi dan melihat ke belakang kursi untuk melihat adik angkat nya.


" Al kalau kamu memang mau mendekati Widya, ngomong aja kali Al, jangan di pendam pendam, nantik keduluan orang nyesel kamu" ucap Firman yang tau kalau Aldi menyukai adik angkat nya.


" Kamu kalau bicara jangan asal Man, entar yang ada adik kamu besar kepala kalau dengar" sahut Aldi menyembunyi kan kegugupan nya.


" Yaelah Al, kamu kira aku anak kecil yang gak tau tatapan mata kamu ke Widya, dan seperti nya dia juga punya rasa yang sama dengan mu" bisik Firman di telinga Aldi agar Widya tidak mendengar nya.


Pandu yang melihat tingkah Firman pada Aldi hanya menggeleng kan kepala nya saja, Ia juga paham kalau Aldi pasti belum menyadari perasaan nya pada sahabat istri nya.


Setelah menempuh perjalan hampir 6 jam, ahkir nya Pandu dan yang lain nya sudah sampai di rumah sakit keluarga Atmaja.


Mama,papa dan kak Anita beserta sahabat Pandu dan Kia sudab menunggu di lobi rumah sakit, begitu Pandu keluar mengendong Kia masuk ke dalam rumah sakit, Mama dan yang lain nya langsung menghampiri Pandu yang berjalan ke arah UGD.


" Kia tidak apa apa Ma, mungkin Kia kecapean selama di perjalanan" ucap Pandu sambil berjalan ke arah UGD di ikuti yang lain nya.


Pandu sengaja tidak meletak kan Kia di brangkar rumah sakit, Ia ingin langsung membawa ke UGD agar Kia tidak terbangun saat di letak kan.


Setelah sampai di UGD, Pandu masuk ke dalam, yang lain nya meninggu di luar UGD, Pandu meletak kan Kia dengan sangat hati hati agar istri nya tidak bangun dari tidur nya.


Dokter Ricki dan dokter kandungan Kia langsung memeriksa Kia setelah Pandu meletek kan Kia di tempat tidur rumah sakit.


Dengan telaten dokter Ricki dan dokter Kandungan memeriksa Kia dengan serius, dari mulai kesehatan Kia dan anak yang ada di dalam kandungan Kia, Pandu hanya melihat para dokter tersebut bekerja dari ujung tempat tidur.

__ADS_1


" Keadaan Kia dan bayi nya sudah aman Ndu, hanga tinggal pemulihan saja, mungkin setelah dua hari di rawat Kia dan bayi nya sudah sehat" ucap Ricki.


" Alhamdulillah" ucap Pandu penuh syukur dan menciun kening Kia yang masih tertidur.


Sementara di luar kamar UGD, semua nya pada menunggu Kia untuk di pindah kan ke dalam ruangan, Firman sudah pulang karena ada pekerjaan yang harus di kerja kan nya, Aldi mencerita kan semua kejadian yang menimpa Kia pada keluarga Atmaja, sedang kan Widya menceritakan pada Rika dan Bayu sebagai sesama dokter dan sahabat Widya.


Mereka semua yang mendengar Kia di siksa begitu kejam langsung merasa iba pada Kia, papa Ridwan sudah tidak bisa mengampuni keluarga Iren lagi, dengan cepat Ia menghubungi anak buah nya dan polisi yang membawa sepupu Iren ke gudang tempat keluarga Atmaja.


" Al, om gak mau tau, segera cari tau kenapa dia ingin membalas dendam, Om yakin dia tidak sendiri untuk melakukan ini semua" ucap Papa Ridwan yang sudah begitu emosi.


" Om tenang saja, Aldi dan Pandu sudah mengurus nya dari awal Om, kita tinggal menunggu informasi saja" sahut Aldi dan di angguki Papa Ridwan.


Setelah Kia di pindah kan ke ruangan VVIP khusus untuk keluarga Atmaja, Mama Dewi dan Anita langsung masuk ke dalam ruangan Kia untuk melihat keadaan Kia, sementara para sahabat Kia sudah kembali praktek, dan Widya kembali ke panti asuhan.


" Gimana Al, sudah ada kabar dari para polisi dan anak buah kita?" tanya Pandu pada Aldi di depan ruangan Kia.


" Dia belum mau bicara Ndu, Dia juga masih berbicara untuk membunuh Kia dan anak kalian kalau dia sudah bebas" sahut aldi setelah mendapat kan informasi.


" Segera siksa dia sampai dia mau mengakui kenapa dia begitu ingin membunuh Kia, dan siapa yang membantu nya" ucap Papa Ridwan sudah marah besar.


Pandu, Aldi dan Bima yang melihat papa Ridwan sudah begitu marah hanya bisa menganggu kan kepala nya setuju dengan perkataan papa Ridwan.


Bersambung.....


Terima kasih sudah memberi kan dukungan pada saya 🙏🙏.


Dan saya mohon untuk selalu Like,Komen dan Vote yang banyak Plisss, agar novel Author bisa masuk rangking, tanpa kalian semua Author tidak ada apa apa nya.

__ADS_1


dan Dengan dukungan kalian semua membuat author makin semangat buat nulis nya.


❤❤❤❤ All buat pembaca "Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan".


__ADS_2