
"CUKUUUUUUP" ucap Pandu yang sudah emosi dan bangkit dari duduk nya
Aldi yang melihat Pandu semakin emosi langsung berdiri dari duduk nya juga, dan Papa Iren juga bangkit dari duduk nya juga melihat Pandu yang sudah emosi membara.
" Cukup anda mengatai istri saya dengan sebutan itu, anda tidak kenal dengan istri saya seperti apa, istri saya bahkan jauh lebih baik dari apa yang kata kan tadi" ucap Pandu dengan penuh amarah.
" Kamu tidak perlu membela istri kamu yang bermuka dua itu Pandu, memang itu lha kenyataan nya, asal kamu tau Ndu, Meri tidak mungkin melakukan itu semua, dan bahkan dia tidak kenal dengan istri mu, dari mana cerita nya Meri menyiksa istri mu, dan aku sebagai papa Iren dan paman nya Meri tidak tinggal diam, aku akan membalas ini semua, aku gak terima keluarga kalian sudah membuat keluarga ku hancur" sahut papa Iren.
" Dulu aku sampai masuk rumah sakit dan merasakan sakit karna putri ku masuk penjara, tapi sekarang aku tidak terima dengan apa yang kalian lakukan pada keponakan ku, aku akan balas apa yang sudah kalian perbuat pada keluarga, ingat itu Pandu" sambung Papa Iren lagi.
" Silahkan...silahkan anda mau berbuat apa, yang jelas aku gak akan biar kan anda mengusik keluarga ku sedikit pun, dan kalau itu sampai terjadi, anda akan tau sendiri akibat nya" ucap Pandu semakin marah.
" Aku jadi semakin yakin kalau istri mu bukan orang baik, aku pun tau alasan nya kenapa Iren ingin menyingkir kan istri mu, karna kamu sudah di buta kan oleh cinta istri mu, yang melupakan Iren,kalian tunggu saja pembalasan ku keluarga Atmaja" sahut papa Iren kemudian pergi meninggal kan ruangab Pandu.
Setelah kepergian Papa Iren, Pandu langsung menduduk kan tubuh nya di sofa sambil memijit pangkal hidung nya, Aldi yang melihat Bos sekaligus sahabat yang sudah di anggap sepupu itu langsung mendekati Pandu.
" Ndu tenang kan diri mu, aku yakin dia tidak bisa berbuat apa apa" ucap Aldi.
" Al cabut semua saham yang aku tanam di perusahaan Bulgari, aku gak mau melakukan keeja sama dengan orang seperti itu" sahut Pandu penuh penekanan.
" Baik lha, aku akan menarik semua saham perusahaan kita, tapi kita harus segera menyelesai kan ini, agar tidak terjadi apa apa pada keluarga mu" ucap Aldi memberi tahu.
Pandu yang mendengar perkataan Aldi langsung teringat pada Kia, Ia pun langsung memngambil ponsel nya yang ada di saku celana nya dan langsung menghubungi Kia.
" Assalamualaikum Mas" ucap Kia dari sebrang telpon.
" Walaikumsalam sayang, kamu lagi dimana?" sahut Pandu dengan sedikit khawatir"
" Kia masih di rumah sakit Mas, ini bareng kak Nita, ada apa Mas" ucap Kia.
" Ada kak Nita ya, boleh Mas bicara sama kak Nita sayang" sahut Pandu saat mengetahui kalau dia bersama kakak nya.
__ADS_1
" Boleh dong Mas" ucap Kia kemudian memberi ponsel nya pada Anita.
" Kak mas Pandh mau bicara sama kakak" ucap Kia pada Anita saat memberi kan ponsel nya pada Anita.
Anita yang sedikit aneh pun mengambil ponsel yang di berikan Kia.
" Ada apa Ndu?" tanya Anita.
" Kak tolong kakak jaga Kia ya, tadi Om Bram datang ke kantor dan ingin menyakiti istri ku, dia gak terima kalau keponakan nya kita sekap, dan dia akan membalas dendam nya pada keluarga Kita, dan salah satu nya adalah Kia kak" ucap Pandu pada Anita mencerita kan apa yang terjadi barusan di kantor Pandu.
Anita yang mendengar ucapan Pandu langsung terkejut, Anita langsung melirik Ke arah Kia yang sedang memakan jambu biji, sedang kan Kia yang di perhatikan oleh kakak ipar nya langsung melihat heran.
" Baik lha kakak akan lakukin apa yang kamu bilang, nantik kakak akan antar Kia ke rumah, sebaik nya kamu urus ini secapat nya, jangan sampai terjadi yang tidak kita ingin kan lagi seperti kemarin kemarin" sahut Anita sudah sedikit menjauh dari Kia, agar Kia tidak mendengar apa yang di katakan nya pada suami nya Pandu.
Kia yang melihat kakak ipar nya berbicara menjauhi nya menjadi curiga.
Mas Pandu lagi bicarain apa ya sama kak Nita, kok sampek kak Nita jauhin aku gitu ngomong nya, gumam Kia yang masih memperhatikan kakak ipar nya.
Anita pun langsung memberi kan ponsel nya kembali pada Kia.
" Ini Kia Pandh mau bicara lagi" ucap Anita memberi kan ponsel nya pada Kia.
" Ada Apa Mas" tanya Kia langsung setelah Anita memberi kan ponsel nya lagi.
" Gak ada apa apa sayang, tadi Mas ada perlu sama kak Anita, dan kebetulan kamu lagi sama kak Anita" sahut Pandu agar Kia tidak curiga.
" Emmm...sayang, nantik kamu pupang bareng sama kak Nita ya, tadi Mas uda kasih tau juga sama kak Anita" sambung Pandu lagi.
" Lho emang kenapa Mas, biasa nya Kia juga sama Mang Madi atau naik taksi Mas, lagian kak Nita juga pasti mau jemput Qiara Mas di sekolah" ucap Kia semakin aneh pada suami nya.
" Mang Madi yang jemput Qiara sayang, nantik pokok nya kamu pulang sama kak Nita aja ya, dengar kan sayang" ucap Pandu agar istri nya tidak membantah.
__ADS_1
" Iya Mas" sahut Kia yang semakin curiga pasti ada yang di sembunyi kan pada nya.
" Yasudah mas tutup ya sayang,Mas masih ada perkerjaan, Assalamualaikum" ucap Pandu.
" Walaikumsalam" sahut Kia.
Pandu yang sudah menutup sambungan telpon nya langsung terdiam sesaat.
Bukannya Mas gak mau memberi tahu soal ini sama kamu sayang, tapi Mas takut kamu jadi kepikiran dan Mas gak mau kamu dan calon anak kita kenapa napa, lebih baik seperti ini dulu, gumam Pandu.
Sementara di ruangan Anita, Kia jadi melamun karna perkataan suami nya, Anita yang menyadari itu langsung mengalih kan percakapan agar Kia tidak curiga.
" Kamu kenapa dek, kok jadi ngelamun" ucap Anita sambil menepuk bahu Kia.
Kia yang terkejut langsung tersadar, dan sedikit tersenyum pada kakak ipar nya.
" Kamu gak usah mikir aneh aneh dek, Pandu cuma gak mau kamu itu kenapa napa, soal nya kehamilan kamu kan sudah masuk lima bulan, jadi harua di jaga extra" sambung Anita agar Kia tidak semakin curiga.
" Iya kak" sahut Kia sambil kembali makan jambu biji yang ada di hadapan nya.
" Ndu aku sudah memberi tahu pada kak Bima dan Firman, mereka segera menuju ke sini, kita harus ke tempat di mana perempuan iti di sekap, sekarang kita udah gak bisa diam lagi" ucap Aldi memberi tahu pada Pandu.
" Baik lha, kita kesana sekarang, biar aku yang akan turun tangan langsung" sahut Pandu sambil mengepal kan tangan nya kuat.
Bersambung....
Jangan lupa slalu dukung karya Author terus ya, dengan Like, komen dan Vote yang banyak plissss ππ
Dan terima kasih banyak yang udah like dan vote,semoga Allah membalas dengan berlipat lipat ganda.
β€β€β€All semua πππ
__ADS_1