Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 24


__ADS_3

" Ja berhenti atau gak aku gak mau ketemu sama kamu lagi" teriak Cahaya dan spontan langsung membuat Raja mengerem mobil nya mendadak, sehingga Cahaya langsung maju ke depan dan kening nya terbentur dashboard mobil.


" Awwww...." ucap Aya sambil memegangi kening nya yan sudah memerah karena terbentur dashboard.


Raja diam saja, dia tidak memandangi Cahaya sama sekali, tatapan nya hanya ke depan dan memegang stir mobil dengan begitu kuat, hati nya mendadak sesak saat meilhat Cahaya tersenyum dengan pria lain, apa lagi senyman itu pada Wisnu, orang yang begitu membenci diri nya, karena Raja tidak mau menerima cinta Tiara adik nya.


Cahaya langsung melihat ke arah Raja yang diam saja menatap ke arah depan sambil memegang kening nya yang sedikit nyeri.


" Ja ada apa dengan mu? kenapa kamu jadi marah marah gak jelas begini?" tanya Aya sambil memegang kening nya.


Raja langsung menatap Aya sesaat dan melihat kening Aya merah bercampur sedikit membiru, Raja pun langsung melaju kan kembali mobil nya tanpa menjawab pertanyaan Cahaya, Cahaya hanya diam saja mengikuti kemana Raja membawa nya.


Namun tiba tiba mobil berhenti tepat di sebuah apotik, Raja turun dari mobil dan masuk ke dalam apotik membeli salep untuk kening Cahaya.


Tak lama Raja sudah kembali dan langsung melaju kan mobil nya tanpa melihat Aya dan berbicara pada Aya, Aya sendiri hanya bisa menarik nafas melihat Raja yang hanya mendiam kan nya.


Sekitar menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, mobil yang di kendarai Raja sampai di sebuah apertemen Raja yang di beli nya dengan hasil keringat nya membuka usaha bengkel mobil bersama Andra dan Haikal.


Di gedung itu tak hanya ada apertemen Raja saja, namun ada apertemen Haikal dan Andra yang sama sama mereka beli dengan hasik keringan mereka sendiri, hanya saja kamar mereka berbeda lantai saja.


Raja membuka pintu mobil nya dan berjalan memutari mobil nya untuk membuka pintu mobil Aya, Aya sendiri bingung dan sedikit takut karena di bawa Raja ke apertemen.


" Ja kenapa kamu bawa aku ke sini? ini apertemen siapa?" tanya Aya saat Raja sudah membuka pintu mobil Aya.


Raja tidak menjawab, Ia langsung menarik tangan Aya, Aya sendiri sedikit berontak karena takut bercampur kesal melihat tingkah Raja.

__ADS_1


" Ja kamu mau bawa aku kemana? aku gak mau Ja, kamu kenapa sih dari tadi bersikap seperti ini dengan ku?" ucap Aya menarik paksa tangan nya.


Tapi karena kekuatan Raja lebih kuat, sehingga tangan Aya tetap berada di gengaman tangan Raja, ahkir nya Aya pun pasrah dan mengikuti langkah kaki Raja walau pun sebenar nya hati nya takut.


Raja membuka pintu apertemen nya, saat pintu apertemen terbuka Raja sudah melangkah masuk, namun ia kembali melihat ke belakang karena Aya hanya diam saja.


" Ayo masuk" ucap Raja dengan suara dingin nya.


" Aku gak mau, kamu kira aku wanita seperti apa? masuk ke dalam apertemen pria dan hanya berdua di dalam sana?" sahut Aya dan berbalik ingin pulang.


Namun Raja dengan cepat menarik tangan Aya, " Bukan kah semalam kita juga berdua di dalam ruangan kerja mu, bahkan sampai setengah hari" ucap Raja.


" Itu Beda Ja, di sana banyak orang walau pun tidak berada di ruangan ku, kalau ini hanya kita berdua, aku mau pulang" ucap Aya dan melepas kan tangan Raja dan tangan nya.


Namun Raja langsung menarik Aya dan masuk ke dalam apertemen nya, Raja dengan cepat mengunci pintu apertemen nya agar Aya tidak bisa keluar.


Raja yang melihat Aya ketakutan hanya bisa mendesah kesal, Ia berjalan mendkati Aya dan menarik nya untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


Aya mengikuti Raja duduk dengan tubuh gemetaran, Raja sendiri mengambil salep dari saku jaket yang di pakai nya kemudian membuka nya dan mengoles kan ke kepala Aya yang sudah semakin membiru.


" Apa masih sakit?" tanya Raja dengan suara masih dingin dan wajah datar nya.


Aya hanya bisa mengangguk kan kepala nya karena merasa takut dengan sikap Raja saat ini, Raja langsung mendekat kan wajah nya ke wajah Aya, Aya yang ketakutan di tambah melihat Raja semakin mendekati diri nya mendadak memundur kan wajah nya dan sedikit menjauh dari duduk nya.


Raja yang paham dengan ketakutan Aya langsung mendesah dan malah menjauh dari tubuh Aya, Aya yang melihat Raja malah menjauhi nya malah mengerut kan kening nya.

__ADS_1


" Aku bukan seperti pria yang brengsek yang mau melakukan zina pada wanita yang bukan istri ku Ya, jadi kamu tidak perlu takut aku akan ngapa ngapain kamu, papa dan mama ku selalu mengajar kan aku untuk menghargai seorang wanita, dan tidak boleh merusak nya, karena aku juga mempunyai saudara perempuan yang begitu aku sayangi" ucap Raja yang langsung membuat Aya lega dan menghembus kan nafas nya.


" Aku tadi cuma mau menghembus luka yang ada di kening mu agar tidak perih" ucap Raja kembali.


Cahaya yang mendengar ucapan Raja mendadak malu dan menuduk kan kepala nya.


Ya ampun Ya, kamu ini mikir apaan sih tadi, bisa bisa nya kamu berfikir kalau Raja mau mencium mu, Batin Aya.


" maaf kan aku karena aku kamu jadi terluka" sambung Raja lagi dan beranjak dari tempat duduk nya menuju ke arah jendela dan menatap pemandangan yang indah dari jendela apertemen nya.


Cahaya mengikuti Raja dan berdiri di samping Raja, Cahaya menatap wajah tampan Raja yang menarik nafas nya begitu dalam.


" Ada apa dengan mu Ja? kenapa kamu bisa seperti tadi?" tanya Aya yang masih menatap wajah Raja.


" Aku gak suka kamu dekat dekat Wisnu" jawab Raja tanpa menatap Aya.


Cahaya yang mendengar perkataan Raja langsung mengerut kan kening nya karena tidak mengerti.


" Tapi kenapa Ja, dia teman ku, bahkan aku lebih dulu kenal dengan nya dari pada kamu" ucap Aya yang malah membuat Raja semakin sesak dan emosi mendengar ucapan Aya yang tidak paham maksud Raja.


" Karena aku cemburu Ya, aku cemburu kamu dekat dekat dengan pria lain selain aku, apa lagi dengan Wisnu yang notaben nya dia begitu membenci ku" ucap Raja dengan sedikit keras sehingga membuat Aya terkejut dan memegang dada nya.


Aya mundur perlahan sedikit menjauhi Raja yang menatap nya dengan tatapan mengerikan bagi Aya.


Bersambung

__ADS_1


 


 


__ADS_2