Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 142


__ADS_3

Sementara di pesawat lain yang tujuan Jakarta baru saja mendarat dengan selamat di bandara Soeta, Pandu, Aldi dan Bima langsung turun dari pesawat setelah barang barang mereka di serah kan oleh pramugara di dalam pesawat.


Aldi langsung menghubungi supir kantor mereka untuk segera ke pintu penjemputan, setelah berjalan tidak berapa jauh, mobil jemputan Pandu, Aldi dan Bima sudah berada di depan, dan mereka pun langsung masuk dan mobil segera melaju ke kediaman Atmaja.


Sementara di kediaman Atmaja, Kia sedang duduk sambil melihat ikan yang mondar mandir, sesekali Kia melihat ponsel nya apakah ada kabar dari suami nya, tapi sudah sampai tengah hari belum juga ada kabar, bahkan Kia juga belum bisa mengabari suami nya, maupun Aldi dan kak Bima.


" Mas kamu dimana? kenapa sampai tengah hari ini gak ada kabar sama sekali" ucap Kia sambil melihat foto Pandu dan Kia yang ada di layar ponsel nya.


Kia melamun di tepi kolam ikan memikir kan keadaan suami nya, Kia takut kalau Bayu akan benar benar mencelakai Pandu suami nya.


" Ya Allah lindungi suamu ku dimana pun dia berada sekarang" Doa Kia sambil melihat ke arah langit.


Sementara Pandu, Aldi dan Bima baru saja sampai di kediaman Atmaja.


Pak Ridwab yang sudah mengetahui kepulangan anaka nya langsung menyambut di pintu masuk.


" Assalamualaikum Pa" salam Pandu kemudian langsung mencium punggung tangan pala nya, dan kemudian di susul oleh Bima dan Aldi.


Mereka langsung masuk dan duduk di ruang keluarga, Mama Dewi yang melihat Putra, menantu dan anak asuh nya pulang dengan selamat langsung memeluk Pandu, Bima dan Aldi secara bergantian, dan di susul oleh Anita memeluk mereka satu persatu.


Pandu yang tidak melihat keberadaan istri nya langsung merasa khawatir takut kalau istri nya kenapa napa.


" Kia mana Ma?" tanya Pandu.


" Kia di taman belakang Nak, dia begitu khawatir memikir kan kalain, tadi pun dia makan seperti tidak makan, yang penting asal tertelan saja" sahut mama Dewi.


" Sebaik nya kamu temuin Kia dulu Ndu, biar dia tidak khawatir lagi" ucap Anita dan langsung di angguki kepala oleh Pandu.


" Ma, Pa Pandu liat Kia dulu ya" ucap Pandu pamit untuk melihat istri nya.


" Iya nak" sahut papa dan mama berbarengan.

__ADS_1


Pandu berlari ke arah taman belakang dengan wajah yang sedikit cemas dengan keadaan istri nya, Pandu memang belum mengaktif kan ponsel nya dari pagi dan belum ada menghubungi Kia karena dari selesai sholat subuh Pandu sudah mengurus masalah proyek agar bisa cepat kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan keluarga nya, terutama istri nya.


Saat sudah sampai di taman belakang, Pandu melihat istri nya yang lagi duduk melamun sambil melihat kolam ikan.


Dengan perlahan Pandu mendekati istri nya yang sedang duduk membelakangi Pandu.


" Sayang" panggil Pandu.


Kia yang mendengar suara suami nya memanggil nya menutup mata nya, karena Kia terbayang bayang dengan suara suami nya.


" Ya Allah Mas, di saat seperti ini kenapa Kia slalu mendengar suara kamu, Kia mohon cepat lha kembali Mas" ucap Kia tidak sadar kalau Pandu benar benar ada di belakang nya.


" Sayaang" panggil Pandu sekali.


Kia yang mendengar suara suami nya memang benar benar terasa nyata pun langsung membalik kan badan nya untuk melihat benar suami nya atau hanya perasaan nya saja.


Dan saat dia Berbalik, Kia melihat suami nya yang sudah berdiri sambil tersenyum ke arah Kia.


Kia menangis di dalam pelukan Pandu karena sedikit lega melihat suami nya selamat sampai di rumah.


Kia melepas kan pelukan nya dan melihat seluruh tubuh suami nya apakah ada yang luka atau tidak.


" Mas kamu benaran gak apa apa kan, apa ada yang sakit atau luka, Kak Bayu gak jahatin Mas Pandu kan" tanya Kia berurutab sambil mengecek seluruh tubuh suami nya.


" Sayaang..Sayaang liat Mas sini" sahut Pandu sambil mengarah kan wajah istri nya ke hadapan nya.


" Mas gak apa apa sayang, Mas juga gak ada lecet sedikit pun, Bayu tidak ada nyakitin Mas, Dan semua masalah nya sudah selsai" ucao Pandu menjelas kan.


" Syukur Alhamdulillah ya allah" sahut Kia kemudian kembali memeluk Kia.


Pandu pun membalas pelukan istri nya dab mencium pucuk kepala Kia yang tertutup hijab.

__ADS_1


" Kia khawatir sekali sama Mas, sampai tengah malam gak ada kabar dari Mas, dan tiba tiba suara ponsel papa berbunyi dan saat di angkat Kia malah mendengar percakapan antara Mas dan Kak Bayu yang mau menyakiti Mas, Kia takut sekali saat mendengar itu Mas" ucap Kia tanpa sadar air mata nya sudah mengalir saat mengingat percakapan tadi malam antara suami nya dan Bayu di ponsel.


Pandu melepas kan pelukan nya dan menghapus air mata yang mengalir di pipi istri nya.


" Jadi karna itu kamu langsung nelpon Bayu dan berbicara panjang lebar tadi malam dengan nya sayang" tanya Pandu penasaran karena dari mana Kia tau tentang kejadian tadi malam.


" Iya Mas, hanya itu pikir Kia yang bisa menolong Mas di sana, Kia gak bisa mikir saat itu dan Kia takut Kak Bayu nyakitin Mas di sana" sahut Kia sambil sedikit terisak


" Sayang uda jangan menagis ya, Mas gak kenapa napa kok" ucap Pandu yang menenang kan istri nya agar tidak menangis terus.


" Kalau boleb Mas tau siapa yang mengabari kalau ada kejadian itu tadi malam sayang" sambung Pandu lagi bertanya pada Kia ingin tahu.


" Tadi malam kita semua kumpul di ruang keluarga Mas karena sampai hampir tengah malam Mas dan yang lain nya gak ada kabar, tapi tiba tiba ponsel papa berdering dan itu panggilan dari kak Bima, saat papa mengangkat sambungan telpon nya, kita semua mendengar percakapan antara Mas dan Kak Bayu, karna itu lha Kia langsung menghubungi Kak Bayu agar dia sadar kalau dia salah dan tidak nyakitin Mas" sahut Kia menjelas kan pada suami nya.


" Tapi Mas beneran gak kenapa napa kan? dia gak ada nyakitin Mas di sana kan?" tanya Kia lagi sambil melihat tubub suamu nya.


" Mas gak kenapa napa sayang, Bayu gak ada nyentuh Mas sedikit pun, kita hanya cekcok saja tadi malam, dan sekarang semua nya sudah beres" ucap Pandu agar Kia tidak merasa khawatir lagi.


Pandu yang melihat perut buncit istri nya langsung mencium perut Kia dan mengelus perut Kia dengan lembut.


Bersambung


**mohon untuk slalu dukung karya Author dengan Like,Komen dan Vote yang banyak yaa pliss


Dan kasih hadiah di karya Author juga ya 😊😊


Dukungan kalian sangat berarti untuk author dan membuat semangat author buat nulis.


Oia singgah di karya Author yang kedua ya, judul nya La Tahzan ( jangan bersedih), di jamin cerita nya gak kalah seru.


Terima Kasih

__ADS_1


I Love you More 😊😊**


__ADS_2