Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 245


__ADS_3

"Sayang ini..." tanya Aldi menggantung.


Aldi tahu kalau itu taspeck, karena Aldi sering mencari tahu dari google, beda dengan Pandu yang tidak tahu sama sekali dengan urusan hal hal seperti itu, maka nya saat Kia hamil dulu, Pandu tidak tahu apa itu taspack.


" Iyaa mas" sahut Widya tersenyum.


" Jadi benar kamu hamil sayang" tanya Aldi dengan begitu senang.


" Iya mas, aku hamil..anak kamu...buah cinta kita" ucap Widya begitu bahagia.


" Sayang terima kasih sudah mau mengandung anak Mas" ucap Aldi sambil menciumi pipi Widya dengan gemas.


Alhamdulillah ya Allah, ahkir nya engkau beri kami kepercayaan untuk memberi kan kami keturunan dalam waktu cepat, aku akan menjaga titipan mu ya Allah, batin Aldi mengucap syukur masih dengab memeluk Widya.


Satu minggu kemudian


Hari ini hari dimana Bayu benar benar datang ke rumah Bela dengan membawa keluarga nya, Yara begitu senang ahkir nya kakak kesayangan nya mendapat kan jodoh yang di cintai kakak nya.


Dulu Yara sempat berfikir kalau kakak nya gak bisa move on dari Kia, tapi sekarang bersyukur, Bayu kakak nya bisa mendapat kan wanita pengganti Kia, dan baik juga.


Di rumah Bela sudah ramai dengan kerabat Bela, dan rombongan keluarga Bayu juga sudah sampai di rumah Bela yang sederhana.


Mama dan papa Bayu tidak ada masalah dengan keluarga Bela yang hanya orang biasa, yang terpenting bagi kedua orang tua Bayu adalah etika nya bagus dan sopan.


" Ini rumah Bela Ma, Pa, dia memang orang sederhana, tapi hati nya begitu luar biasa bagi Bayu, Bela lah yang bisa membuka hati Bayu kembali, setelah dulu begitu sakit karena patah hati" ucap Bayu pada kedua orang tua nya saat baru turun dari mobil.


" Tidak apa sederhana nak, yang terpenting dia baik dan sopan di mata mama dan papa" ucap mama Bayu.


" kak Bela baik banget Ma, cantik juga" ucap Yara menimpali.

__ADS_1


" Trus kamu kapan nyusul kakak kamu Ra, apa Reza belum mengajak kamu untuk menikah" tanya mama Bayu dan Yara.


Yara terkejut mendegar ucapan mama nya, Reza yang berada di samping Yara pun tersenyum senang seperti mendapat lampu hijau dari kedua orang tua Yara.


Semenjak kejadian perkelahian antara Reza dan Bayu, Yara langsung mengenal kan Reza pada seluruh keluarga nya agar tidak terjadi kesalapahaman seperti Reza dan Bayu dulu.


" Secepat nya tante, Reza akan membawa keluarga Reza untuk berkunjung ke rumah tante dan om" ucap Reza yang membuat mata Yara melotot.


Bayu hanya bisa tersenyum karena melihat adik kesayangan nya juga sudah mendapat kan orang yang dia cintai, dan mencintai adik nya juga.


Kini keluarga Bayu sudah masuk ke dalam rumah Bela, acara pun sudah di mulai, kedua orang tua Bayu begitu suka melihat Bela yang keluar dari kamar dengan begitu sopan, dan langsunv menyalami kedua tangan orang tua Bayu.


Bayu dan Bela ahkir nya tukar cincin, setelah bercerita cerita singkat, ahkir nya pernikahan Bayu dan Bela akan di selenggara kan dua minggu lagi, Bayu memang tidak mau berlama lama lagi, maka nya Bayu meminta untuk segera di adakan pernikahan dua minggu kemudian, dan kedua belah pihak keluarga menyutujui nya.


Rombongan Pandu dan yang lain nya baru tiba di kediaman Bela, walau pun Pandu bos besar, tapi dia tetap datang menghampiri acara lamaran sahabat nya begitu juga sekretaris nya.


"Assalamualaikum" ucap Aldi dari luar rumah.


Bela pun melihat keluar, dan terkejut melihat bos nya datang ke acara lamaran diri nya.


Bayu pun ikut menyusul Bela keluar dan melihat Pandu dan Aldi beserta pasangan nya datang.


" Kalian datang juga Ndu , Al? aku kira kalian gak akan datang" ucap Bayu menyalami Pandu dan Bayu.


" Kita gak mungkin gak datang, soal nya kamu kan sahabat kita, dan Bela itu sekertaris aku, walau pun sebentar lagi gak akan jadi sekertaris aku lagi" ucap Pandu.


Bayu hanya tersenyum mendengar ucapan Pandu, Bela hanya bisa tersenyum sambil menunduk kan kepala nya.


Emang benar, Bayu dan Bela sudah membicara kan masalah Bela bekerja atau tidak, Dan ternyata setelah menikah nanti, Bela tidak bekerja lagi, Bela di suruh oleh mama Bayu untuk membantu nya di butik yang di kelola oleh mama Bayu, dan Bela menyutui itu.

__ADS_1


Ahkir nya Bela berbicara pada Pandu, dan Pandu pun mengizin kan nya untuk keluar dari perusahaan Pandu setelah Bela dan bayu menikah.


" Selamag ya Bel, semoga di lancar kan sampai hari H ya" ucap Kia memeluk Bela dan di susul Widya memeluk Bela dan mengucap kan selamat.


" Iya non Kia , No Widya, terima kasih banyak sudah mau mampir di rumah Bela ya gubuk ini" ucap Bela mengucap kan terima kasih.


" Tidak usah bicara seperti itu Bela, kita harus bersyukur pada Allah karena sudah di beri kan tempat tinggal, walau pun kecil, yang penting tidak kena panas dan hujan, dan kehangatan yang kita dapat dari dalam rumah kita sendiri" ucap Kia.


Semua yang mendengar perkataan Kia tersenyum dan mengangguk kan kepala nya tanda benar, Pandu semakin bangga dengan istri nya.


Dari kejauhan mama Bayu memperhati kan Kia yang duduk di luar dengan yang lain nya, Pandu sengaja mintak duduk di luar di bawah pohon karena lebih nyaman.


Ternyata itu yang nama nya Kia, memang cantik sekali, gak salah kalau anak ku jatuh hati pada nya nya, cara berbicara nya juga begitu lembut dan sopan, beruntung sekali tuan Pandu bisa mendapat kan Kia menjadi istri nya, Batin mama Bayu yang masih memperhati kan Kia.


" Ma liatin apa?" tanya Yara yang melihat mama nya melamun.


" Eehh...tidak sayang, mama cuma lihat istri dari tuan Pandu, wanita yang dulu begitu di cintai kakak kamu, ternyata dia memang wanita yang begitu cantik ya, dan sopan sekali cara berbicara nya" ucap mama Bayu.


" Iya Ma, nona Kia memang sangat cantik, dulu Yara fkir nona Kia itu wanita matre yang mau sama tuan Pandu karena kekayaan tuan Pandu, tapi ternyata semua itu salah, aku sempat salah menilai Nona Kia dulu Ma, saat aku baru pertama kali bekerja di rumah sakit milik keluarga Atmaja" ucap Yara mencerita kan pada mama nya.


" Tapi syukur nya sekarang kakak sudah mendapat kan wanita yang begitu di cintai nya, dan kak Bela juga wanita yang baik Ma, cantik juga, walau pun tak secantik Nona Kia, dan Yara rasa tidak ada yang bisa menandingi kecantikan nona Kia Ma, hahaha" sambung Yara lagi di barengi candaan.


Bersambung


Nanti kalau ada waktu lagi, Author bakalan Up lagi ya, di tunggu terua kelanjutan cerita nya.


Dan jangan lupa untuk selalu dukung karya author ya, dengab Like,Komen yang positif dan Vote.


Kasih bunga dan kopi juga yang banyak plissss.

__ADS_1


Love You more


__ADS_2