Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 182


__ADS_3

Kia senyum mendengar perkataan keponakan nya yang cantik itu, Kia pun dengan lembut mengelus pipi Ara yang chubby.


" Emang Ara mau di ajari nyanyi lagu apa sayang" tanya Kia dengan suara lembut nya"


" Emang Ara gak bisa minta ajari sama mama" tanya Pandu pada Qiara sebelum menjawab pertanyaan Kia.


" Mama nawari sih Om buat ajarin Ara, tapi Ara nya yang gak mau" sahut Ara yang dengan muka polos nya.


" Kenapa?" tanya Pandu lagi.


" Suara mama itu sangat jelek Om, apa Om gak pernah dengar kalau mama lagi ngomel ngomel, Ara saja sampai sakit dengar nya, apa lagi kalau mama yang ajarin Ara nyanyi, yang ada Ara kalah Om" ucap Ara menjelas kan.


Spontan yang ada di ruangan keluarga tertawa mendengar perkataan Ara, Pandu sambil memegang perut nya karena sakit, mama dan papa menggeleng geleng kan kepala nya mendengar ucapan lucu cucu nya.


Kia yang mellihat semua nya tertawa begitu keras mengejek Anita pun menggeleng kan kepala nya, Sedang kan Anita sudah sebel di katawai karena perkaatan anak nya.


" Sayang...Ara gak boleh gitu bicara nya, kan mama uda baik mau ngajari Ara buat nyanyi kan, harus nya Ara dengar dulu mama nyanyi" ucap Kia menasehati Ara.


" Sebaik nya jangan deh sayang, yang di kata kan Ara itu benar, jangab sampai kak Nita mengeluar kan suara emas nya di rumah ini, Mas takut nya dinding rumah ini yang kokok retak gara gara kak Nita nyanyi" ucap Pandu makin membuat Anita sebal.


" Iya bener itu Tan" ucap Ara membenar kan.


" Lebay" ucap Anita dengan wajah kesel.


" Its oke Mam, Ara belajar dengab tante Kia saja" ucap Ara sambil membuat wajah imut nya.

__ADS_1


Mama dan papa Ridwan tersenyum melihat kebahagian pada anak dan cucu nya, mama dan papa berharap tidak ada lagi yang menimpa cobaan untuk anak anak nya terutama Pandu dan Kia.


Saat Ara sedang asik menjelas kan lagu apa apa aja yang boleh untuk di nyanyi kan, dan ternyata boleh duet kalau memang ada wali murid yang mau, dan sangat di perboleh kan agar acara semakin meriah.


Tiba tiba Bima masuk setelah mengurus masalah Talita di kantor polisi.


" Assalamualaikum, waahh asik banget sedang apa ini" sapa Bima langsung mencium kedua tangan orang tua nya, kemudian mencium kening Anita dan terahkir putri kecil nya yang sedang berbicara panjang lebar dengan tingkah imut nya.


" Kamu liat aja sendiri dia lagi ngapain Mas" sahut Anita cemberut.


Bima yang melihat wajah istri nya cemberut pun merasa tidak mengerti, namun Pandu langsung mencerita kan kenapa wajah istri nya bisa seperti itu, sontak Bima langsung menutup mulut nya agar tidak mengeluar kan suara tawa, sekuat mungkin Bima menahan tawa nya agar tidak terlihat oleh istri nya, karena kalau sampai Anita melihat Bima juga ikut mengejek dan mentertawa kan istri nya, bisa gawat diri nya akan berpuasa sebulan full, kayak bulan Ramadhan, itu lah pikiran yang ada di otak Bima, sehingga dia menahan tawa nya.


" Ara gak boleh gitu sayang, cepat minta maaf sama mama" ucap Bima agar Ara segera meminta maaf pada Anita, dan nasib Bima pun aman.


" Sorry Mam" ucap Ara sambil memegang kedua telinga nya.


" Okey Mam" sahut Ara dan langsung berlari ke dalam kamar nya.


Setelah kepergian Ara, Semua pandangan langsung menghadap ke arah Bima, dan Bima pun langsung memberi tahu kondisi kejadian yang ada di kantor polisi tadi.


" Untuk Talita sudah beres semua Ndu, tapi papa nya pak Gunawan tidak terima karena anak nya di tuntut dan di masuk kan ke dalam penjara, pak Gunawan langsung mambatal kan kerja sama nya pada perusahaan kita dan dia juga mengatakan akan memberi tahu pada pemilik saham agar mencabut saham nya dari perusahaan kita" ucap Bima menjelas kan.


" Biar kan saja dia bertindak seperti itu, karena itu tidak akan berpengaruh aku akan mencabut tuntutan ku pada Talita, dan untuk masalah pak Gunawan membatal kan kerja sama nya dengan kita, itu gak masalah bagi Pandu, masih banyak yang mau kerja sama dengan perusahaan kita, dan walau pun saham di perusahaan kita turun karena ulah nya, aku juga gak masalah, yang terpenting Talita tetap di penjara karena ulah nya sendiri yang sudah main main dengan Pandh Bumi Atmaja" Ucap Pandu dengan wajah dingin dan mata tajam nya.


" Iya Bim, apa yang di kata kan Pandu benar, soal saham biar papa yang yang urus nanti, kamu gak usah khawatir" ucap Papa Ridwan.

__ADS_1


" Walau pun aku rugo bermilyaran karena pak Gunawan, iti semua gak berpengaruh pada ku kak, yang penting istri ku tidak kenapa napa" ucap Pandu lagi sambil mengelus kepala Kia.


" Mas, maafin Kia, karna Kia perusahaan Mas jadi seperti ini" ucap Kia dengan mata berkaca kaca.


" Ini bukan karena kesalahn kamu Nak, memang ini murni karena ulah wanita jadi jadian itu, dan papa gak masalah yang penting keluarga kalian tidak berpengaruh karena ulah wanita itu" sahut Pak Ridwan agar Kia tidak merasa bersalah.


Semua yang ada di sana mengangguk kan kepala nya dan tersenyum ke arah Kia, Kia pun langsung menangis bahagia dan memeluk suami nya, Pandu pun membalas pelukan Kia dan mencium pucuk kepala Kia.


Sementara di sebuah restoran, Rika dan Firman sedang makan malam, Firman menepati janji nya untuk menjemput Rika di rumah sakit karena baru selesai praktek, saat sedang asik makan sambil sesekali bercerita dan sesekali tertawa.


Rika dan Firman tidak menyadari kalau dari ujung meja, ada yang memperhati kan Rika dan Firman dengan tatapan sedih.


Mereka terlihat bahagia sekali, sesak rasa nya dada ini melihat kemesraan mereka, tapi aku bisa apa, Rika tidak mencintai ku, dia hanya menganggap ku seorang teman, dan aku juga tidak mau menghancur kan kebahagian saudara ku, Batin Reza yang kebetulan makan di restoran yang sama.


Karena tidak sanggup melihat kebersamaan Rika dan Firman, Reza memelih untuk menyudahi makan malam nya dan langsung beranjak untuk pulang ke apertemen nya untuk menenang kan hati nya.


Karena jujur sampai saat ini dia belum benar banar bisa melupakn Rika di hati nya, rasa cinta itu masih ada di dalam hati Reza, tapi walau pun begitu, Reza tetap mengikhlas kan Rika untuk saudara nya Firman.


Bersambung...


Jangan lupa tinggal kan jejak ya readers tercinta dengan Like,Komen dan Vote yang banyak plisss, dsn kasih poin yang banyak juga yaa reaedrs yang baik hati dan rajin menabung.


Karena dukungan kalian dengan Like, dan komen positif kalian yang membuat Author makin semangat buat nulis nya.


Happy Reading 😊😊

__ADS_1


Love You More 😘😘


__ADS_2