
Perjalanan menuju perkemahan masih setengah perjalanan lagi, Cahaya masih betah tertidur di pelukan Raja, Raja menatap sekeliling bus, semua nya pada tertidur, termasuk kedua sepupu nya juga tertidur begitu pulas.
Namun saat mata Raja bertatapan dengan mata Wisnu yang juga sedang menatap nya dengan tatapan tajam nya, Wisnu langsung memaling kan wajah nya dan kembali melihat ke depan.
Di tatap nya wajah Cahaya yang berkeringat di kening nya, di hapus nya keringat yang ada di kening Cahaya dengan tangan nya.
Raja membenar kan Ac yang ada di atas kepala nya agar mengarah ke Cahaya, agar Cahaya tidak kepanasan.
Bus melaju dengan sedikit kencang agar cepat sampai sebelum sore hari, namun saat ada persimpangan yang menghadap ke arah bukit, bus hampir saja menabrak pengendara yang lain, dengan cepat bus mengerem mendadak sehingga semua yang berada di dalam bus maju kedepan.
Raja yang tidak mau Cahaya terbentur kursi yang ada di depan nya langsung memeluk dengan erat, sehingga tubuh Raja lah yang membentur kursi di depan nya.
Namun karena kejadian itu Cahaya tetap terbangun karena guncangan yang begitu kuat, saat Cahaya membuka mata nya, Ia langsung terkejut wajah Raja tepat berada di hadapan, begitu pun sebalik nya, Raja juga terkejut melihat wajah Cahaya yang sudah membuka mata nya sedang menatap diri nya.
Tatapan mata mereka begitu dalam, Raja menatap wajah Cahaya dari mulai mata, hidung dan terahkir bibir Cahaya yang berwarna pink.
Glek
Raja menelan saliva nya saat menatap bibir pink Cahaya, Cahaya sendiri terkagum menatap wajah Raja dari dekat, wajah putih bersih yang terawat, ingin sekali Cahaya mengelus rahang Raja yang berada di hadapan nya.
Raja ingin mengecup bibir pink Cahaya, jarak mereka sudah hampir dekat, hanya tingga beberapa centi saja, Cahaya begitu saat Raja malah semakin mendekat kan wajah nya ke wajah Cahaya, namun belum sempat bibir Raja merasa kan bibir Cahaya, suara Andra menghenti kan pergerakan Raja.
" Kalian tidak apa apa kan?" tanya Andra menongol kan kepala nya dari kursi belakang.
Namun mata nya langsung membulat sempurna saat melihat jarak di antara Raja dan Cahaya yang begitu dekat.
Ohh mati lah aku, pasti Raja akan memaki ku setelah turun dari bus ini, kenapa aku tidak melihat dulu, kenapa mulut ku langsung bertanya tadi, batin Andra.
Raja sendiri langsung menutup mata nya saat mendengar suara Andra yang mengaget kan diri nya, begitu juga dengan Cahaya yang langsung menjauh kan kepala nya hingga Cahaya terbentur dengan kaca bus yang berada di tepat di belakang nya.
__ADS_1
Buuuuk
" Awwwww" ucap Cahaya yang langsung mendorong Raja dan memegang kepala nya yang kejedut kaca.
" Kamu gak apa apa Ya?" tanya Raka.
" Gak apa apa kok" ucap Cahaya menatap Raja dan melirik Andra yang masih melihat mereka berdua dan tersenyum tipis.
Raja yang mengerti dengan wajah Cahaya yang malu karena ulah sepupu nya langsung menatap Andra dengan tatapan membunuh.
Tuhh kan bener apa yang aku bilang, bakalan kenak sidak aku nih, batin Andra.
" Apa kau tidak bisa duduk dengan benar di kursi mu?" tanya Raja dengan menatap Andra dengan mata elang nya.
Andra tidak menjawab, dia langsung mengangkat tangan kanan nya dan menunjuk kan angka dua tanda damai, Haikal yang di belakang hanya diam sambil melirik Wisnu yang sudah mengepal kan tangan nya saat melihat insiden Raja dan Cahaya barusan.
Tiara sendiri sudah tidak tahan dengan perlakuan Raja yang begitu manis pada Cahaya, tanpa sadar air mata nya sudah menetes, dada nya yang sesak tidak bisa menahan air mata nya.
"Sebentar lagi kita sampai. apa kamu maish mual?" tanya raja menatap Cahaya.
" Sudah tidak lagi kok, cuma pusing nya saja yang masih terasa sedikit" ucap Cahaya yang di jawab anggukan kepala oleh Raja.
Dan benar saja, bus yang membawa semua mahasiswa/i sudah sampai di perkemahan tepat waktu sholat ashar.
Raja melihat sekeliling tempat mereka kemah, bukit yang indah dan juga pohon pinus yang berjejer rapi di depan mata nya.
Satu persatu mahasiswa/i sudah turun dari mobil, termasuk Raja cs dan Cahaya beserta teman teman nya, Wisnu langsung menghampiri Cahaya saat sudah di luar bus.
" Ya sini aku bantu membawa kan barang barang mu?" ucap Wisnu sengaja mengeras kan suara nya agar Raja mendengar nya.
__ADS_1
Saat ini Raja di panggil oleh perwakilan Rektor untuk memberi kan intruksi pada Raja, Raja di pilih untuk memantau dari fakultas nya, begitu juga dengan dari fakultas lain nya yang sudah berdiri dengan Raja sebagai perwakilan.
Raja melihat Wisnu yang mendekati Cahaya dan menawar kan bantuan nya untuk membawa kab barang barang nya.
Cahaya yang di dekati Wisnu mendadak langsung melhat Raja, Cahaya mengerti dengan arti dari tatapan Raja, ahkir nya Cahaya menolak tawaran dari Wisnu.
" Tidak perlu Wis, aku masih bisa membawa sendiri nya, lagian ini tidak berat kok" ucap Cahaya menolak dengan halus.
Wisnu hanya mengangguk kan kepala nya dan menatap Raja yang sudah tidak menatap diri nya dan Cahaya lagi.
Setelah mendengar kan intruksi dari perakilan Rektor, Raja mendekati perwakilan dari fakultas tataboga.
" Arif, aku minta agar fakultas mu berada di dekat fakultas ku nanti saat mendirikan tenda ya" ucap Raja menatap ke Arif, ketua dari perwakilan tataboga tepat nya fakultas Cahaya.
" Beres Ja, kau pasti mau dekat dengan Cahaya kan? aku tadi memperhati kan kedekatan mu di dalam bus" ucap Arif dengan senyuman nya.
Raja hanya tersenyum kecil dan mengangguk kan kepala nya, " Kalian berdua sangat cocok, aku doain kalian segera di persatu kan" ucap Arif lagi lalu menepuk bahu Raja.
" Ayo kita cari tempat untuk mendiri kan tenda kita" ajak Arif yang langsung di angguki kepala oleh Raja.
Semua ketua dari masing masing fakultas sudah memberi kan instruksi untuk mendiri kan tenda nya masing masing.
Raja membantu mendiri kan Tenda Cahaya dan teman teman nya yang berada tepat di di sebelah tenda Raja Cs.
Wisnu yang melihat kedekatan Cahaya dan Ratu semakin meradang, sedang Tiara entah kenapa menjadi tidak mood mau ngapain ngapain, dia diam saja duduk di batu besar sambil melihat kedekatan Raja dan Cahaya.
Bersambung.
__ADS_1