
Acara yang di tunggu tunggu pun tiba, Acara di buat tepat di halaman samping kediaman Atmaja, dan saat ini Ara sedang di ajak jalan jalan oleh Ratu dan juga Haikal, sedangkan Azmi masih memantau acaranya dan berpura pura sedang sibuk dengan urusan kantor, agar istrinya itu percaya.
Karena temanya acara gender reveal partynya holowen, jadi Ara dan Azmi memakai pakaian seperti anak sekolah yang sudah di rancang oleh tim Wo, Ratu susah payah membujuk Ara agar mau memakai pakaian yang sudah mereka bawa tanpa di ketahui Ara.
" kenapa kakak malah di suruh pakai baju gini sih dek, kakak bukan anak SMA lagi" ucap Ara.
" Udah kakak ikut saja" sahut Ratu dengan senyuman yang melekat di bibirnya.
Dan kini mereka sudah hampir tiba di rumah, Ratu langsung menutup mata Ara agar kejutan nya semakin berhasil.
" Ini kenapa lagi dek, kok malah di tutup mata kakak" tanya Ara tapi tetap nurut.
Ratu tidak menjawab, Ia hanya tersenyum dan kemudian membantu Ara untuk turun dari mobil dan menuntun Ara ke tempat acara di buat.
begitu sudah sampai, dan semua keluarga sudah berkumpul di sana, Ratu dengan cepat membuka penutup mata Ara.
" SUPRISE" teriak seluruh keluarga besar Atmaja dan keluarga Nugroho.
Ara langsung menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini, Ia menatap suaminya yang tersenyum menatapnya dan memakai pakaian yang sama dengan dirinya.
" Aby buat acara ini untuk Ara?" tanya Ara dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya karena begitu bahagia.
" Apa pun buat kamu sayang, Aby akan lakukan" jawab Azmi memeluk Ara dengan erat.
" Ayo dong kita mulai acaranya, biar tahu boy atau girl babynya" ucap Andra yang malah begitu semangat.
" Semangat banget kamu Yank" tanya Tiara.
" Gak sabar akunya sayang, mau tahu keponakan aku apa" jawab Andra yang di jawab senyuman oleh Tiara.
Cahaya juga tersenyum duduk di sebelah Raja sambil ngemil coklat, Ia ingin calon anak yang di kandung nya akan semakin naik bobotnya, jadi apapun akan Cahaya lakukan agar kandungan nya sehat.
" Kamu nanti mau di buat acara seperti ini sayang?" tanya Raja.
Cahaya tersenyum menjawabnya kemudian dia menggelengkan kepalanya yang membuat Raja malah mengerutkan alisnya.
" Kenapa gak mau sayang?" tanya Raja penasaran.
" Justru Aya pengen jadi kejutan buat anak kita nanti Aii, tapi Aya nanti mau nya maternity shoot Aii, boleh ya" ucap Aya yang di jawab senyuman dan anggukan kepala oleh Raja.
" Pasti sayang, apa pun buat sayang Aii ini" ucap Raja memeluk Cahaya dan mencium pucuk kepala Aya.
Dan acara pun di mulai, saat ini Ara dan Azmi sedang berdiri di depan satu buah kendi besar, Ara dan Azmi di berikan sebuah tongkat oleh MC.
Dimana tongkat tersebut akan di ayunkan di dalam candi, apabila asap yang keluar dari dalam kendi tersebut berwarna biru maka anak nya adalah laki laki, dan sebaliknya apabila yang keluar berwarna pink maka anaknya adalah perempuan, begitulah MC menerangkan pada Ara dan Azmi.
" Gimana sudah mengerti dan siap?" tanya MC.
" Siap" jawab Ara dan Azmi dengan kompak.
" Sekarang arahahin tongkat nya ke dalam Kendi, saat kita bilang mulai, maka ayun kan tongkat nya secara bersama sama ya" ucap Mc lagi dan di di ikuti oleh Ara dan Azmi.
" 1......2....3 Mulai" terika Mc dengan begitu semangat.
Ara dan Azmi langsung memutar mutar tongkat tersebut di dalam kendi dengan senyuman yang tak lepas dari bibir mereka, dan selang beberapa saat, keluar lah asap yang tentunya membuat semua yang ada di sana menjerit histeris termasuk Ara yang begitu bahagia bahkan dia sampai menangis loncat loncat sambil memeluk Azmi yang juga begitu terkejut dengan jenis kelamin anak mereka.
" Ara senang banget By" ucap Ara di dalam pelukan Azmi.
__ADS_1
" Aby juga senang banget sayang, pasti dia nanti begitu cantik" ucap Azmi sambil mencium perut buncit Ara yang memasuki usia 24 weks.
Yaah asap yang keluar dari kendi adalah berwarna pink jadi anak yang ada di dalam kandungan Ara saat ini adlah perempuan.
" Calon neng geulis Uma, sehat sehat ya di dalam perut Uma, sampai kita nanti ketemu sayang" ucap Ara mengelus perut buncit nya.
Semua langsung memberikan ucapan pada Ara dan Azmi, karena akan di karuniai seorang bayi cantik, dan tak lupa mereka selalu mendoa kan kesehatan untuk ibu dan calon anak bayi Ara dan Azmi.
Semua keluarga begitu senang, dan saat ini semua pasangan muda sedang duduk di sebuah meja bulat dengan pasangan mereka masing masing, siapa lagi kalau bukan Ara dan Azmi, Raja dan Cahaya, Andra dan Tiara dan Ratu dan Haikal.
" Ayo kita tebak tebakan main games" ucap Ara yang langsung membuat semuanya menoleh ke arah Ara.
" Games apa?" tanya Andra.
" Nyebutin kepanjangan nama obat" ucap Ara yang langsung membuat yang lainnya mengerut kan dahinya.
" Kok pada gitu sih wajahnya?" tanya Ara.
" Iya lah, situ dokter jadi tahu lah nama obat, lah kami mana tahu" ucap Andra.
" Ck, nama obatnya kita yang kasih tahu, nah saat giliran siapa yang jawab, dia harus sebutin kata kata kepanjangan yang cocok dari nama obat itu, ngerti kan?" ucap Ara dan sekalian bertanya ngerti apa gak.
Semua nya pun langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti, " Dan Aby yang catat nama nama obatnya, dan siapa yang kalah harus dapat hukuman, di bedakin aja ya biar seru" ucap Ara dan di jawab anggukan lagi dengan antusiun.
Dan kini nama nama obat sudah selesai di catat oleh Azmi dan di letak di tengah tengah, botol pun langsung di putar oleh Ara, semua mata mengarah ke arah botol tersebut dan botol berhenti tepat di hadapan Ratu.
" Adek yaa" ucap Ara yang di jawab anggukan kepala oleh Ratu dengan wajah sedikit cemas takut gak bisa jawab.
Ara langsung melihat kertas yang di tulis oleh Suaminya. " DIAPET" Ucap Ara dengan antusiusnya.
Semua mata langsung menujuk ke arah Ara," Ayo jawab Dek" ucap Ara menyemangati.
" Nyambung ya, jadi gak di hukum" ucap Azmi kemudian kembali memutar botolnya.
Dan ujung botol tersebut menuju ke arah Andra, " ORALIT" ucap Azmi memberi tahu nama obatnya.
Semua menunggu jawaban Andra sambil melihat ke arah Andra, " ORALIT, ooh hidup ini terasa sulit" ucap Andra dengan wajah di buat msesedih mungkin.
" Ooohhh" ucap semua yang ada di sana, kemudian lagi lagi semua yang ada di sana tertawa mendengar jawaban Andra karena Andra menirukannya dengan wajah yang murung.
" Lanjut ya, dan aku gak di hukum" ucap Andra yang langsung mengambil alih memutar botol yang ada di atas meja.
Dan kali ini botol tertuju tepat di hadapan Cahaya, " ANTANGIN" ucap Andra.
Semua yang ada di sana menunggu jawaban yang keluar dari mulut Cahaya, " ANTANGIN, antara suka dan ingin" ucap Cahaya.
Semua yang ada di sana langsung tepuk tangan mendengar jawaban Cahaya, Raja pun memeluk sang istri dengan gemas.
" Ayo lanjut lagi, ucap Cahaya, dan botol pun di putar oleh Raja mewakili Cahaya, dan botol berhenti tepat di hadapan Tiara.
" Tiara" ucap Ara.
Tiara merasa deg degan karena takut gak bisa jawab, " AMOXILLIN" Cahaya membaca kan nama obatnya.
" Waah lumayan susah ini, ayo apa tebak" ucap Ara yang begitu antusias.
Tiara benar benar tidak tahu, ia menggelengkan kepalanya ke arah Andra karena benar benar gak tahu jawabannya.
__ADS_1
" AMOXILLIN, aku belum move on kamu sudah ada yang lain" Bukan Tiara yang menjawab tapi Andra lah yang menjawab.
" Ck, kok kamu sih yang jawab, gak boleh dong" ucap R atu gak terima.
" Kan mewakili kak, kita kan pasangan" jawab Andra.
" Di sini gak ada yang namanya pasangan, kalian berdua harus di hukum" ucap Ara lagi yang langsung menabur bedak ke wajah Tiara dan Andra dan langsung mendapat tawa dari yang lain.
" Kita lanjut ya" ucap Ara lagi dan langsung memutar botol nya dan kali ini botol itu langsung tertuju pada Azmi semuanya.
" Aby" ucap Ara yang langsung melihat kertas catatat obatnya,
" SCABIMATE" ucap Ara.
" Obat gatel itu mah" jawab Azmi langsung yang mendapat sorakan semuanya yang ada di sana.
" Hukum kak Azmi, gak bisa jawab" ucap Ratu yang langsung di tabur wajahnya oleh Ara.
Semuanya tertawa melihat wajah yang sudah putih karena terkena hukuman, dan botol kembali di putar dan kali ini giliran Ara.
" MIXESAGRIB" ucap Azmi langsung dengan semangat.
" Ayo kak Ara pasti bisa" teriak Ratu dan Cahaya bersaman.
" MIXESAGRIB, mikirin kamu sampai magrib" ucap Ara sambil menujuk ke arah Azmi yang langsung membuat semua yang ada di sana tertawa begitu kekeh.
" Masak mikirin Aby nya sampai magrib doang, setelah selesai magrib gak mikirin Aby lagi?" tanya Azmi.
" Ya enggak lah, kan uda tidur" jawab Ara yang lagi lagi membuat semua nya tertawa lucu, sedang kan Azmi yang mendengarnya kesal.
" Lanjut" ucap Ratu dan memutar botolnya.
" Haikal" teriak Andra.
" BETTADINE" Ucap Azmi.
Semuanya pun memandang wajah Haikal untuk menunggu jawabannya, " Ayo buruan" teriak Ratu.
" BETTADINE, Berusaha kera tapi dia tak ingin" jawab Haikal.
" OOhhhh" sahut semua yang ada di sana mendengar jawaban Haikal.
"Ingin ku teriak, ingin ku menangis" Ratu malah bernaynyi dan langsung mendapat cubitan dari Haikal di bahunya.
" Aww sakit kak" ucap Ratu.
" Karena di sini tinggal Raja, jadi Raja yang jawab ya" ucap Ara.
" OSKADON" ucap Haikal.
" OSKADON PANCEN OYE" jawab Raja yang langsung kabur agar tidak terkena hukuman siraman bedak di wajah.
Semua pun langsung berteriak memanggil Raja yang sudah berlari ke dalam rumah sambil menggendong Cahaya secepat kilatnya.
" Raja dasar mumi biang rusuh, gak asik mah, kamu curang Raja" teriak Ara dengan kesal.
Sementara yang lainnya terkekeh melihat Ara yang sudah dongkol, dan permainan pun selesai. semuanya langsung masuk ke dalam rumah untuk istirahat, sedang kan Andra mengantar Tiara pulang karena hari juga sudah malam.
__ADS_1
bersambung.