Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 180


__ADS_3

" Makasih ya kak sudah di belain datang ke gubuk Naya, dan ini bukan salah kakak juga kali, memang uda ajal ayah" sahut Naya sedikit tersenyum.


Deg..deg..deg..


Ricki yang melihat senyuman di wajah Naya jantung nya langsung beroperasi lebih cepat, Ricki langsung menunduk kan kepala nya untuk menghilang kan kegugupan nya, dada nya di sentuh nya agar Naya tidak mendengar jantung nya yang sudah berdetak seperti orang yang habis lari di kejang anjing.


Ricki masih terdiam belum membalas percakapan Naya, dia masih memikir kan kenapa tiba tiba jantung nya bisa berdetak se kencang ini.


Kenapa senyuman Naya cantik banget, dan aku baru sadar sekarang, padahal Naya juga bekerja di rumah sakit yang sama dengan ku, batin Ricki.


" Naya kamu uda berapa lama kerja di rumah sakit Atmaja Hospital?" tanya Ricki memecah kegugupan nya.


" Baru setahun ini kak, setelah lulus sekolah apoteker, Naya langsung ngelamar di semua rumah sakit, dan alhamdulillah Naya di terima di Atmaja Hospital" jawab Naya.


" Usia kamu berapa Nay? kalau boleh kakak tau" tanya Ricki penasaran.


" 21 kak" jawab Naya singkat.


Muda banget, kalau aku ajak dia jalan jalan, aku kayak om om gak ya, secara umur ku sekarang 29 tahun, ini akibat kelamaan ngejomblo ni, batin Ricki.


Para tetangga yang masih berada di rumah Naya satu persatu sudah pulang, tinggal lhaa beberapa orang saja yang masih ada di rumah Naya.


" Kak sebentar Naya buat kan minun dulu ya" ucap Naya.


" Ehk gak usah Nay, kakak gak mau ngerepoti" ucap Ricki menolak.


" Hanya air kok kak" sahut Naya dengan tersenyum.


Lagi lagi Ricki melihat senyuman Naya langsung terdiam dan hanya mengangguk kan kepala nya saja.


Baru beberapa langkah Naya berjalan, tiba tiba di rumah Naya kedatangan 3 orang lelaki, dua dari mereka berpostur badan yang gedek, dan satu nya sudah berumur, seperti seorang bos.

__ADS_1


" Hanifah keluar kamu" teriak seseorang yang berdiri di paling depan, yang dua lagi berdiri di belakang seperi bodigat.


Naya begitu terkejut melihat kedatangan ketiga orang itu, dengan langkah pelan, Naya berjalan menemui ketiga orang yang berada tepat di depan rumah Naya.


Ibu dan adik Naya juga langsung keluar begitu mendengar teriakan seseorang yang begitu mereka kenal.


" Ada apa ya bang" tanya Naya sedikit ketakutan dan menunduk kan kepala nya.


" Kau bilang ada apa? jelas lah aku mau nagih utang kalian yang menumpuk itu" jelas bang Rahim orang yang berteriak tadi.


Naya hanya menutup mata nya mendengar bang rahim menagih hutang, ibu Naya menangis berdiri di samping Naya, sedang kan adik nya Naya putri sudah menangis ketakutan.


" Maaf bang, kan belum waktu nya untuk bayar ya, lagian kami masih berduka bang" ucap Naya memberani kan diri.


" Justru karna bapak loe uda gak ada maka nya aku ke sini mau nagis hutang kalian, karna aku yakin kalian tidak akan bisa bayar hutang hutang itu, di tambah sekarang bapak kalian tidak ada" sahut bang Rahim dengan keras.


Ricki yang berada di teras rumah Naya masih melihat saja, masih mendengar kan percakapan antara Naya dan Bang Rahim.


" Abang gak bisa seenak nya gitu, kami belum jatuh tempo untuk waktu membayar nya bang, dan saat ini kami masih berduka, apa abang gak punya hati" sahut Naya denagn berlinang air mata.


" Aku gak perduli Nay, karena aku yakin kalian juga tidak akan mampu membayar hutang kalian itu, mengingat cuma kau saja yang bekerja, dan gaji mu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian sehari hari, jadi kapan kau mau bayar hutang kalian, mau nyicil iya...sampai bertahun tahun pun gak akan pernah lunas" ucap Rahim dengan suara yang keras.


" Tolong Rahim, beri kami waktu untuk membayar hutang itu, saat ini kami masih berduka" mohon ibu Naya sambik memeluk kedua anak nya.


" Tidak ada waktu lagi, karena aku gak punya banyak waktu, sekarang kalian pergi dari sini karena rumah ini mau aku kontrak kan" ucap Rahim dengan kejam.


Naya dan keluarga nya tak punya pilihan, mereka memeng tidak bisa sama sekali bayar hutang mereka pada bang Rahim, mau tidak mau biar lha rumah peninggalan Ayah nya di berikan begitu saja pada rentenir kejam itu.


Tapi saat Naya hendak masuk ke dalam rumah, Ricki langsung bersuara dan menghenti kan langkah kaki Naya, dan ibu nya.


" Berapa semua hutang Naya" ucap Ricki lantang sambil berjalan kehadapan Rahim.

__ADS_1


" Siapa kau? tidak usah ikut campur urusan orang" sahut Rahim tak suka.


" Kau tidak perlu siapa aku, yang jelas sekarang aku tanya berapa hutang ibu Hanifah, bukan nya kamu mereka membayar hutang itu kan, dan sekarang aku tanya beraoa hutang nya" ucap Ricki dengan tenang sambil menatap Rahim dengan tatapan tajam nya.


" Kak gak usah kak, Naya gak mau merepot kan orang lain, biar lha kenengan satu satu dari Ayah kami serah kan sama bg Rahim, karena memang itu kesepakatan nya saat kami meminjam uang pada bang Rahim" ucap Naya menolak karena Ricki mau membayar hutang keluarga nya.


" Kau dengan bung apa kata Naya, jadi kau tidak ikut campur, lagian kau pun tak akan sanggup bayar hutang mereka" ucap Rahim dengan sombong.


Ricki hanya tersenyum, Ricki juga tidak menghirau kan Naya yang terus menolak untuk diri nya membayar hutang keluarga Naya.


" Kata kan saja berapa hutang nya, kamu gak perlu banyak bicara" ucao Ricki lagi sambil mengeluar kan ponsel pintar nya.


" Hutang keluarga mereka itu 150 juta, mau apa kau? mau bayar, pasti gak akan sanggup" sahut Rahim dengan nada mengejek.


Ricki hanya tersenyum sekilas, kemudian dia mengetik ponsel nya dan menyerah kan pada Rahim.


" Ketik nomor rekening nya" ucap Ricki menyerah kan ponsel nya pada Rahim dengan wajah datar.


Rahim mengambil ponsel Ricki dan mengetik nomor rekening nya di ponsel Ricki, setelah itu Rahim langsung mengembali kan ponsel nya dengan Ricki.


Ricki pun langsung mengambil nya dan kedua jari jempol nya menari nari di layar ponsel nya, setelah itu Ricki menunjuk kan kalau dia sudah mentrasfer hutang keluarga Naya.


" Sudah" ucap Ricki sekarang kamu cek.


Mata Rahim terbelalak melihat jumlah yang di kirim Ricki, dia memandang Ricki dari atas ke bawah.


Bersambung...


Jangan lupa dukung karya Author ya readers tercinta, dengan Like,Komen dan Vote, dan kasih poin yang banyak juga ya buat karya Author, plisssss 🙏🙏


Terima Kasih yang udah Like,dan Komen dan uda Vote dan uda kasih poin yang banyak, Author ucap kan banyak banyak terima kasih, semoga rezeki kalian semua di limpah kan dan slalu di beri kan kesehatan, aamiiin.

__ADS_1


Love You More 😊😊


__ADS_2