Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 141


__ADS_3

" Kakak akan slalu menemani kamu dek, karna kamu sudah kakak anggap sebagai adik kakak sendiri,yasudah kamu tidur ya, kakak juga mau ke kamar, mau istirahat" ucap Anita sambil tersenyum manis.


" Iya kak" sahut Kia kemudian langsung menidur kan tubuh nya ke atas tempat tidur, dan tak lupa Anita membantu untuk menyelimuti Kia terlebih dahulu.


Setelah di lihat Anita Kia sudah menutup mata nya, Anita pun keluar dari kamar Kia dan Pandu, sebelum menutup pintu kamar, Anita kembali melihat Kia sebentar.


Semoga saja rumah tangga kalian tidak kenapa napa dan kalian akan slalu bersama sampai maut memisah kan. Amin, gumam Anita.


Kemudian Anita langsung menutup pintu kamar Kia dan kembali masuk ke dalam kamar nya, saat akan memasuki kamar, Anita di kejut kan dengan panggilan papa dan mama nya.


" Nita" panggil papa dan mama Anita.


" ehk Ma, Pa..kok belum tidur?" tanya Anita yang melihat kedua orang tua nya belum tidur.


" Mama sama Papa sengaja nungguin kamu keluar dari kamar Kia nak, gimana keadaan Kia nak? apa Kia masih nangis karna memikir kan Pandu?" tanya mama Dewi.


" Kia uda tidur kok Ma, dan tadi Kia juga uda sudah sedikit tenang, kita tinggal nunggu kabar dari mereka aja, mudah mudahan tidak terjadi apa apa" jelas Anita.


Mama dan papa pun hanya bisa mengucap syukur karna menantu nya sudah sedikit tenang.


" Yauda mama sama papa balik ke kamar ya, kamu juga istirahat nak, ini uda hampir pagi soal nya" ucap papa Ridwan.


" Iya...mama sama papa juga istirahat ya" sahut Anita.


Mereka pun masuk ke kamar masing masing, kemudian langsung tidur karena memang sudah pada mengantuk.


Sementara di kota sebrang, Pandu, Aldi dan Bima sedang berbicara di kamar Pandu.


" Aku gak nyangka Bayu bisa berfikiran seperti itu, padahal dulu dia ikut untuk mencari Iren waktu tragedi penembakan Kia waktu itu" ucap Bima.


" Itu lha yang dinama kan obsesi kak, bukan cinta" sahut Pandu.

__ADS_1


" Tapi aku bersyukur dia langsung berubah saat Kia berbicara seperti itu, mudah mudahan dia benar benar bisa move on dari Kia, dan mendapat kan kebahagian di sana nanti" sambung Pandu.


" Ndu, kak Bima, seperti nya orang rumah pada khawatir dengan keadaan kita, soal nya kita belum ada ngasih kabar sama mereka semua" ucap Aldi memberi tahu.


Pandu langsung melihat jam yang melingkar di tangab nya.


" Uda jam segini, mereka semua pasti sudah tidur, sebaik nya kita juga istirahat, dan kamu Al langsung pesan tiket kita besok pagi, sebelum kita balik ke Jakarta, kita beres kan dulu semua proyek kita dengan Geri" ucap Pandu dan langsung di angguki kepala oleh Aldi dan Bima.


Mereka pun keluar dari dalam kamar Pandu, dan menuju ke kamar masing masing untuk istirahat, Aldi tidak langsung istirahat, dia memesan tiket untuk besok, Aldi memesan untuk keberangkatan besok pukul 10.00 pagi, agar sebelum balik, mereka menuntas kan masalah proyek terlebih dahulu.


Pandu yang belum bisa tidur karena masih memikir kejadian tadi di hotel.


Kenapa tadi di saat genting genting nya Kia bisa langsung menghubungi Bayu, dan kenapa Kia bisa tau kalau Bayu mau merebut nya dari ku, apa Kia juga merasakan perasaan yang gak enak di sana ya, karena aku belum mengabari nya dari tadi, aahhhk...semoga istri dan calon anakku di sana tidak kenapa napa ya Allah. batin Pandu.


Malam pun sudah berganti Pagi, Pandu,Aldi dan Bima yang sudah selesai sholat subuh langsung bersiap siap untuk bertemu dengan Bayu dan Geri di cabang perusahaan Pandu.


Mereka sengaja bertemu pagi pagi sekali, karena Bayu yang kebetulan hari ini juga langsung berangkat ke Amerika, dia juga sudah mengabari Ricki untuk mengosong kan jadwal praktek nya sampai waktu yang belum bisa di tentu kan.


Saat ini Pandu dan yang lain nya sudah tiba di kantor cabang milik perusahaan Atmaja, Geri beserta sekertaris nya juga sudah tiba, mereka tinggal menunggu kedatangan Bayu dan juga asisten nya.


Tak lama yang di tunggu pun datang juga, Bayu la gsung bergabung dengan Pandu dan yang lain nya.


" Maaf saya telat, tadi saya ada urusan sebentar" ucap Bayu.


" Tidak apa apa Bay, kami juga baru ngumpul kok" sahut Pandu dengan tersenyum.


Sekretaris Geri yang melihay senyuman Pandu langsung terhipnotis, karena baru kali ini sekretaris Geri melihay bos besar dari perusahaan Atmaja Group.


Ya ampun pak Pandu tampan sekali, lagi wajah diam saja tampan nya sudah tak terkalah kan, apa lagi tadi ketika pak Pandu lagi tersenyum, ya ampun...mimpi apa aku semalam bisa melihat senyuman pak Pandu. gumam sekretaris Geri.


Setelah berbincang bincang hampir satu jam lama nya, dan masalah proyek juga sudah beres seperti sedia kala, Bayu pun langsung pamit untuk ke bandara.

__ADS_1


" Semua nya, maaf saya gak bisa lama, soal nya saya jam 10 lewat nanti, pesawat saya sudah take off" ucap Bayu.


" Kalau gitu kita bareng aja Bay, pesawat kita juga jam 10 berangkat nya" sahut Pandu dan langsung di angguki oleh Bayu.


Mereka semua pun pamit pada Geri, karena harus kembali ke Jakarta dan Bayu balik ke Amerika.


" Ger aku serah kan proyek di tangan kamu ya, dan kalau ada apa apa jangan sungkan untuk langsung ngabari aku" ucap Pandu.


" Pasti Ndu, ini kan proyek kita yang sudah ke empat kali, jadi aku gak mungkin kecewain kamu" sahut Geri kemudian mereka bertos ala lelaki, dan bergantian dengan yang lain nya.


Saat sudah tiba di bandara, pesawat Pandu dan Bayu akan berangkat sekita setengah jam lagi.


" Ndu, sekali lagi aku minta maaf soal kejadian beberapa hari yang lalu ya, dan aku harap kamu bisa jaga Kia baik baik" ucap Bayu dengan tulus.


" Iya aku sudah maafin kamu, kalau soal Kia aku pasti akan menjaga istri ku walau nyawa ku taruhan nya, dan kamu hati hati di negara orang, semoga kamu bisa menumakan tambatan hati mu ya" sahut Pandu.


Mereka pun kembali berpelukan, dan bergantian dengan Aldi dan Bima.


Setelah itu mereka masuk ke pintu keberangkatan masing masing untuk masuk ke dalam pesawat dengan tujuan ke Jakarta dan Amerika.


Di dalam pesawat tujuan Amerika serikat, Bayu duduk dan langsung memasang safety belt, tak lama pesawat pun langsung bergerak dan langsung lepas landas.


Saat pesawat akan terbang, Bayu langsung melihat ke arah luar jendela.


Kia semoga aku bisa melupakan mu, dan mendapat kan pengganti mu kelak, batin Bayu kemudian langsung memejam kan mata nya karena pesawat sudah berada di atas awan dengan tenang.


Bersambung...


Hari ini Author uda Up sampai 3 bab ni, ayo dukung Author dengan Vote yang banyak yaa, kasih Like dan Komen yang positif.


Terima Kasih banyak 🙏🙏

__ADS_1


I Love You More 😊😊


__ADS_2