
Beberapa bulan kemudian.....
Andra berlari dengan begitu kencang begitu mendengar kalau Tiara ingin melahirkan, Dia merutuki kebodohannya karena tidak mendengarkan apa kata hatinya sendiri, padahal sedari pagi Andra bisa melihat kalau Tiara sudah ada tanda-tanda ingin melahirkan.
Begitu tiba di ruang persalinan, Andra melihat tante Kia dan Widya sedang menunggu di sana.
" Tan dimana Tiara?" tanya Andra dengan wajah yang sudah kusut.
"Andra ahkirnya kamu datang juga, kamu mendingan sekarang masuk, Tiara uda di dalam, ada mama kamu dan Ara di dalam" perintah Kia.
Tanpa menjawab Andra langsung masuk ke dalam ruang persalinan, Ara yang melihat adiknya sudah datang langsung melototkan matanya karena merasa begitu kesal dengan adiknya.
"Ahkirnya anak ini datang juga" ucap Ara dengan kesal.
Andra langsung mendekati Tiara tanpa menghiraukan perkatan kakanya sama sekali.
" Maaf sayang, maafkan suami ini yang tidak punya perasaan" ucap Andra sambil menciumi kening Tiara.
" Emang, baru sadar kamu" ketus Ara.
Mama Nita hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelaukan kedua anaknya, di saat genting-genting begini malah sempat-sempatnya berantem.
" Bukaannya sudah hampir sempurna ya, mungkin babynya memang mau menunggu ayahnya datang" ucap sang dokter begitu selesai memeriksa Tiara sudah bukaan keberapa.
__ADS_1
" Yasudah mama dan kakak keluar dulu ya, kamu di harus bisa kuatkan Tiara, kasih dia kekuatan agar Tiara bisa melahirkan bayi kalian" ucap Mama Nita yang lansung di angguki kepala oleh Andra.
Mama Nita mengelus kepala Tiara dengan lembut sebelum dirinya keluar," semangat ya sayang, kamu pasti bisa" ucap mama Nita yang di jawab anggukan kepala oleh Tiara.
Andra sejujurnya merasa takur di dalam ruangan bersalin, namun demi istri dan anaknya, Andra harus bisa menguatkan dirinya.
" Bukaannya sudah selesai ya tuan, kalau saya kasih aba-aba nona mengejan ya, dan ingat jangan di leher tapi di perut" perintah sang dokter.
" Oke siap-siap ya, Satu..dua..tiga ayok nona" ucap sang dokter.
Tiara pun langsung mengejan sekuat tenaga, Andra tak lupa membacakan doa di kepala sang istri untuk memebrikan kekuatan.
" Ayo sayang kamu pasti bisa, demi anak kita" ucap Andra di telinga Tiara.
Namun percobaan pertama gagal, dokter mmeberikan aba-aba lagi seperti yang di awal, dan sat perut Tiara kembali menegang, Tiara kembali mengejan, tak lama terdengar lah suara tangisan bayi yang begitu nyaring di telinga mereka semua.
Tiara langsung membanting tubuhnya ke atas brangkat tempat tidur, air mata bahagia sudah mengalir keluar dari matanya.
" Terima kasih sayang, terima kasih sudah memberikan Mas malaikat kecil, terima kasih karena sudah mau melahirkan anak untuk Mas sayang, mas sayang banget sama kamu, I Love You" ucap Andra tepat di telinga Tiara.
Tiara hanya bisa tersenyum mendengar ucapan suaminya, Tiara tidak mampu menjawabnya, dia hanya mengelus kepala Andra yang berada di atas bahunya.
" Tuan, nona bayinya laki-laki, sehat dan lahir dengan sempurna" ucap sang dokter dan memberikan bayi mungik di dalam gendongan Tiara.
__ADS_1
Tiara terharu melihat anaknya yang ada dalam gendongannya, air mata kembali mengalir dari matanya indahnya, begitu juga dengan Andra, kini kebahagian mereka semakin bertambah dengan hadirnya bayi laki-laki di dalam keluarga kecilnya.
Setelah bayi mereka selesai di bersihkan, Tiara juga sudah selesai di bersihkan, kini mereka sudah berada di ruangan VVIP. dan pasti di sana sudah berkumpul keluarga Atmaja yang begitu bahagia menyambut kehadiran bayi mungil di hadaoan mereka.
"Tampan juga anak kalian" ejek Ara yang langsung mendapat pukulan di bahunya oleh Andra.
" Kakak gak bibitnya aja uda produk unggul, pasti anaknya juga sama lah kayak orang tuanya" sahut Andra dengan wajah kesal.
" Untung bibirnya mirip Tiara, kalau mulut kamu, bisa-bisa mulut meconnya nular" ejek Ara lagi yang langsung membuat semua yang ada di sana tertawa.
Hlulya yang sudah besar ingin melihat bayi kecil yang ada di gendongan Oma Nita," Uma au liat dek" ucap Hulya sambil menujuk bayi Andra.
" Kamu mau lihat si tampan juga, ayo kita dekati, tapi jangan di ganggu ya sayang, adiknya lagi bobok" ucap Ara namun tidak di jawab sama sekali dengan Hulya.
Berbeda dengan anak Raja dan Cahaya, Abi malah santai dudukĀ pangkuan papinya sambil mengemil snacknya yang memang di bawa dari rumah, Abi begitu mirip dengan papinya, dingin dan tak ada senyumnya sama sekali, namun walau pun begitu dia bayi yang cerdas dan tetap terlihat tampan.
" Siapa namanya kak?" tanya Ratu sambil melihat bayi yang ada di dalam gendongan Oma Nita.
"Kiano Bimantara" ucap Andra dengan mantap.
" selamat datang baby Kiano" ucap Ratu sambil menoel noel pipi gembulnya.
Namun tiba-tiba Ratu mendadak mual, pandangannya langsung berputar, dan di detik berikutnya Ratu langsung jantuh pingsan, untung saja Andra berada di belakangnya, hingga Ratu langsung di tangkap oleh Andra.
__ADS_1
" Adek" panggil semuanya, Haikal juga langsung menghampiri Ratu dan membawanya ke UGD unutuk di periksa.
Bersambung.