Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 135


__ADS_3

Setelah Kia dan Widya bimbingan, entah kenapa perasaan Kia campur aduk tidak enak, Kia memutus kan untuk kembali menelpon suami nya.


Saat Kia mengambil ponsel nya, Kia melihat ada 3 panggilan tak terjawab dari suami nya, Kia pun langsung menghubungi suami nya lagi.


Pandu yang kebetulan lagi diskusi dengan Bima dan Aldi, saat mendengar suara Hp nya berbunyi, dan di lihat nya Kia yang menghubungi, dia langsung menjeda sebentar pembicaraan nya dengan Aldi dan Bima.


" Sebentar, Kia yang nelpon" ucap Pandu dan di angguki Aldi dan Bima.


" assalamualaikum sayang" ucap Pandu.


" walaikumsalam Mas, Maaf Mas tadi Kia lagi bimbingan dan ini uda selesai,Mas dimana? dari tadi Kia hubungi kenapa gak di angkat!! Apa Mas lagi meeting?" sahut Kia dan langsung bertanya pada suami nya.


" Hmmm...maaf sayang, tadi Mas ada masalah sedikit di kantor sayang, dan kayak nya Mas gak bisa nemeni kamu ke toko buku sayang, karena sore ini Mas harus berangkat ke Palembang karna ada masalah di sana" sahut Pandu menjelas kan.


" Mas mau ke palembang sore ini? berapa lama?" tanya Kia dengan suara yang senduh.


Pandu yang mendengar suara istri nya langsung memejam kan mata nya, Pandu tau ahkir ahkir ini Kia tidak bisa jauh dari Pandu.


" Sayang kita ketemu di rumah aja ya, besok kamu ke toko buku nya di temani kak Nita" bujuk Pandu.


" Iya Mas, Kia pulang sekarang kalau gitu, Assalamualaikum Mas" sahut Kia.


" Walaikumsalam sayang, hati hati ya, sampai ketemu di rumah sayang" ucap Pandu dan langsung mematikan ponsel nya.


" Kak, Al..Aku harus balik dulu ke rumah, sekalian beres kan pakaian untuk di bawa ke sana" ucap Pandu.


" Oke sekalian kakak juga mau balik,kebetulan Anita juga di rumah mama, kakak ambil baju dari sana aja, kamu ikut kita aja Al, sekalian baju nya dari sana juga, baju kamu kan banyak di rumah" ucap Bima.


" Iya kak, kita satu mobil aja" sahut Aldi dan langsung di angguki Pandu dan Bima.


Mereka bertiga pun langsung pulang ke kediaman Atmaja.


Kia kebetulan tiba diluan di rumah, Kia melihat mertua dan kakak ipar nya sedang berada di ruang keluarga.


" Assalamualaikum semua" salam Kia dan langsung menyalami semua yang ada di sana.


" Sayang kamu sudah pulang, Pandu mana nak?" tanya mama Dewi.


" Kia dari kampus langsung balik Ma, Kia gak jadi ke toko buku, Mas Pandu lagi di jalan mau pulang juga" sahut Kia dan di angguki oleh mama Dewi.

__ADS_1


Tak lama Pandu dan yang lain nya sudah sampai di kediaman Atmaja, dan Pandu melihat istri dan keluarga nya di ruang keluarga.


" Assalamualaikum" ucap ketiga pria tampan bersamaan.


Semua yang ada di ruangan keluarga menoleh ke arah ketiga pria tampan, Pandu langsung menyalami kedua orang tua nya, setelah duduk di sebalah Kia.


" Ma, Pa sore ini Pandu harus ke Palembang, ada masalah di sana, Pandh titip Kia ya" ucap Pandu.


" Lho emang kenapa dengan proyek pembuatan jembatan di sana Ndu, apa ada masalah yang begitu besar, sampai sampai harus kamu sendiri yang turun tangan" tanya papa Ridwan.


" Menurut dari info orang kepercayaan kita, proyek kita di sabotase dan hampir 70% ambruk Om" ucap Aldi menjelas kan.


" Ada yang tidak beres ini,yasudah kamu berangkat lha, biar papa yang urus perusahaan di sini, dan soal Kia kamu gak usah khawatir, kami pasto menjaga nya" sahut papa ridwan.


" Kamu berdua aja ke sana nak? tanya mama Dewi.


" Tidak Ma, Mas Bima juga ikut, karena Mas Bima juga ada memegang proyek ini" sahut Pandu dan di angguki semua nya.


" Yasudah kalau gitu Pandu mau ke kamar dulu ya, Pandu mau ngepak barang barang dulu yang mau di bawa" pamit Pandu.


Pandu pun langsung mangajak Kia untuk ke kamar, dan di susul oleh Bima dan Anita, begitu juga dengan Aldi, mereka semua mau ngepak barang yang akan di bawa.


Saat sudah sampai di kamar, Pandu langsung mengajak Kia untuk duduk di sofa yang ada di kamar mereka.


Pandu yang melihat Kia hampir menangis pun langsung membawa Kia ke dalam pelukan nya.


" Sayang...Mas janji secepat nya Mas akan mengurus masalah di sana, tolong jangan seperti ini sayang, Mas gak tega ninggalin kamu dalam keadaan seperti ini" ucap Pandu sambil mencium pucuk kepala Kia.


Kia pun langsung tersenyum kecil walau pun sedikit tidak terima dengan kepergian suami nya.


" Yasudah sebaik nya Mas mandi, biar Kia ngepak barang barang Mas" ucap Kia.


" Iya sayang" sahut Pandu mencium bibir Kia sekilas.


Pandu pun langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedang kan Kia memasuk kan pakaian dan barang barang suami nya ke dalam koper.


Sementara di kamar lain, Aldi yang sedang bertelponan dengan Widya untuk pamit berangkat ke kota palembang.


" Jadi kakak mau berangkat sore ini" ucap Widya pada Aldi di sebrang telpon nya.

__ADS_1


" Iya Wid, Kakak bertiga pergi nya, bareng kak Bima juga" sahut Aldi.


" Hati hati ya kak, jangan lupa kasih kabar ke Widy selama di sana, dan jangan lupa makan" ucap Widya lagi.


" Siap calon istri kakak yang cantik, kakak pasti sangat merindukan mu" sahut Aldi sambil tersenyum walau pun Widya tidak bisa melihat nya.


" Sejak kapan kakak pintar ngegombal begini" tanya Widya.


" Sejak Mas ketemu sama kamu" sahut Aldi sambil terkekeh.


Widya yang mendengar nya hanya bisa tersenyum saja.


" Yasudah kakak mau mandi dulu ya, nantik kalau kakak mau pergi kakak kabari, kamu juga hati hati ya, tunggu kakak pulang, dan jangan bandel selama gak ada kakak" sambung Aldi.


" Iya kak, semua yang kakak bilang akan Widya lakukan" sahut Kia sambil terkekeh.


Aldi pun yang mendengar juga terkekeh, setelah selesai menelpon Widya, Aldi langsung membersih kan tubuh nya agar mereka segera berangkat.


Di kamar Pandu, Kia yang sudah selesai memberes kan pakaian suami nya langsung membantu suami nya untuk mengancing baju Pandu dan memasang kan dasi untuk suami nya, kemudian memasang kan jas ke tubuh Pandu.


" Sudah" ucap Kia sambil mengelus dada bidang Pandu.


" Mas jangan lupa makan ya di sana, dan jangan terlalu di paksa, Kia gak mau Mas jadi sakit kalau terlalu di porsir kerja nya" ucap Kia lagi.


" Iya sayang, Mas akan ingat pesan pesan istri Mas ini" sahut Pandu sambil mencium gemas bibir Kia.


" Dan satu lagi Mas, jangan lupa kabari Kia kalau uda sampai di sana" ucap Kia lagi.


" siap ibu negara" sahut Pandu sambil hormat.


Kia hanya tersenyum melihat tingkah suami nya, mereka pun langsung keluat kamar dan turun ke ruang keluarga, Saat sudah tiba di ruang keluarga, Bima dan Aldi sudah menunggu di bawah.


Bersambung....


**Dukung slalu karya Author ya Readers


Dengan cara Like,Komen dan Vote yang banyak Plisss


Dan kasih hadiah ya buat Author.

__ADS_1


Terima Kasih banyak.


Salam hangat Author untuk kalian semua 😊😊**


__ADS_2