Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 207


__ADS_3

Reza melepas kan pelukan nya dari Yara, di tatap nya wajah Yara yang sudah basah karena air hujan, Masih ada getaran di hati Reza saat memandangi cinta pertama nya itu.


" Buat aku agar slalu mencintai mu lagi Ra, seperti dulu" ucap Reza sambil menangkup kedua pipi Yara.


Yara hanya bisa mengangguk kan kepala nya, diri nya tidak bisa menolak karena Yara juga masih mencintai Reza, air mata yang keluar dari mata Yara sudah menyatu dengan tetesan air hujan yang mengenai wajah nya.


Reza membuka jas nya dan memakai kan nya di tubuh Yara, walau pun sudah basah, setidak nya bisa menutupi tubuh Yara, karena saat ini Yara hanya memakai gaun dengan tangan pendek.


" Ayo aku antar kamu pulang, sekalian aku mau mintak maaf sama kakak kamu karena tadi sudah memukul nya" ajak Reza dan di angguki kepala oleh Yara.


Reza langsung memegang tangan Yara dan membawa nya ke mobil Reza.


🍁🍁🍁


Bela berjalan di pinggir jalan dengan hujan hujanan dan menangis karena mengingat kejadian saat di pesta tadi.


" Kenapa hati ku sakit sekali saat melihat pak Bayu berjalan bersama wanita tadi, tapi kenapa pak Bayu memberi kan bunga nya dengan ku, aku gak mau di sebut pelakor" ucap Bela dalam hati nya sambil mengingat kejadian di pesta.


Bela terus berjalan sambil melamun, jalanan sudah sepi karena sudah malam dan hujan pula, hanya ada sesekali kendaraan yang lewat, di sebrang jalan ada 3 orang preman yang sedang memperhatikan Bela jalan sendirian.


" Bos ada mangsa itu" ucap salah satu anak buah nya.


Si Bos langsung mengarah kan kepala nya dengan telunjuk anak buah nya di sebrang jalan.


" Dia seperti nya bukan anak orang kaya, apa yang bisa kita dapat dari dia" sahut si bos.


" Yaelah si bos, kita memang gak dapat duit bos, tapi coba bos perhatikan, dia cantik bos, lumayan buat angetin badan bos, mumpung cuaca lagi dingin karena hujan" ucap anak buah nya lagi.


Si bos pun langsung menoleh ke arah Bela yang sudah hampir jauh.


Benar juga ya, kelihatan nya dia masih perawan, gumam si Bos.


" Yasudah ayo tangkap dia, setelah aku yang cicipi, giliran kalian setelah itu" ajak si bos.


Bela yang masih berjalan sambil melamun di kejut kan dengan kedatangan ke tiga preman tadi.

__ADS_1


" Haii cantik, malam malam begini sendirian aja, mau abg temani" ucap salah satu dari mereka.


Bela yang ketakutan langsung berjalan mundur, tubuh nya sudah gemeteran karena melihat preman yang malah berjalan ke arah nya.


" Jangan mendekat, atau aku akan berteriak" ucap Bela memperingati ke tiga preman itu.


Bukan nya takut, ketiga preman itu malah mentertawa kan ucapan Bela.


" Hahahahahajaha" ketawa ketiga preman.


" Yaelah neng, mau sampek pita suara eneng putus pun kagak ada yang bakalan dengar, neng gak liat jalanan uda sepi gini" ucap preman memberi tahu.


Bela langsung mengitari mata nya ke sekeliling, benar saja, jalanan begitu sepi, diri nya baru menyadari kalau dia sudah jalan sejauh ini dari hotel tempat resepsi pernikahan bos nya.


Ya Allah, tolong lah hamba mu ini, aku tidak mau sampai mereka melakukan hal hal yang tidak aku ingin kan ya Allah, doa Bela dalam hati.


Bela ingin lari, tapi tangan nya keburu di tarik oleh sang Bos, bela ketakutan dan menjerit jerit sekuat kuat nya, Bela berontak dengan sekuat tenaga nya, tapi tidak berhasik sama sekali.


" Lepaas kan saya, saya mohon..toloooong tolooong, siapa pun tolong saya" ucap Bela yang sudah terisak.


" Saya mohon lepas kan saya, kasihani lah saya" ucap Bela memohon.


" Waaah bos dia makin cantik kalau memohon seperti itu" ucap sang anak buah.


Si bos melihat wajah Bela, air mata nya sudah tidak terbendung lagi, di lihat nya pakaian Bela yang basah karena kehujanan, semakin membuat si bos bergairah.


" kau jangan menangis, aku akan membantu mu agar kau tidak kedinginan lagi karena habis kehujanan" ucap sang Bos yang langsung menarik paksa Bela menuju barak mereka.


Bela semakin ketakutan, Dia berteriak sekuat tenaga, ketiga preman itu tertawa melihat ketakutan Bela, di lempar Bela ke barak tempat duduk mereka, jalanan yang sepi tidak akan menganggu kegiatan mereka saat ini, itu lah pikiran ketiga preman itu.


Bayu yang sedang berada di dalam mobil menyandar kan kepala nya dan memejam kan mata nya, entah kenapa Bayu kepikiran dengan Bela saat ini, Niko yang melihat jalanan begitu sepi, langsung melaju kan mobil nya dengan kecepatan cepat agar cepat sampai di rumah, berhubung hujan sudah berhenti, tinggal gerimis rintik rintik saja.


Mobil yang di kendarai Niko melewati jalanan tempat Bela di jahatin preman, Bela yang berusaha untuk menghindar melihat ada cahaya mobil yang akan lewat, sekuat tenaga Bela menjerit berteriak meminta tolong.


Mobil Bayu lewat begitu saja karena tidak mendengar jeritan Bela, tapi saat mobil lewat, Bayu membuka mata nya karena tiba tiba perasaan nya tidak enak, sementara Niko melihat dari kaca spion seperti melihat Bela, karena Niko tanda dengan warna baju yang di pakai Bela.

__ADS_1


Wanita itu seperti Bela, tapi mana mungkin Bela berada di sini sendirian, tapi seperti nya wanita itu sedang di ganggui preman, batin Niko.


Niko pun langsung tersadar dan memberhati kan mobil nya, Bayu merasa heran karena Niko tiba tiba berhenti mendadak.


" Ada apa Nik, jangan bilan mobil nya mogok" tanya Bayu.


" Bukan Bos, tapi seperti nya ada yang butuh pertolongan" ucap Niko memberi tahu.


Niko langsung keluar dari mobil di susul Bayu, Niko berlari ke arah preman yang sedang memaksa Bela untuk melayani mereka, Bayu yang belum tahu apa apa hanya mengikuti nya.


Tapi saat sudah hampir sampai, mata Bayu melotot karena mendengar suara wanita yang menangis akibat di leceh kan.


Dengan berlari kencang, bahkan melewati Niko, Bayu langsung menarik bos preman dan menghajar nya dengan habis habisan.


Niko menghajar anak buah nya dengan beberapa pukulan, anak buah nya sudah terkapar, begitu pun dengan bos mereka.


Bela yang sudah ketakutan menangis sambil memeluk lutut nya, hijab nya sudah terbuka karena di tarik paksa oleh preman, dan leher nya sedikit berdarah terkena jarum karena di hijab yang di tarik paksa.


Sementara gaun yang di kenakan Bela, bagian tangan nya sudah robek akibat di tarik paksa juga oleh preman tadi, sehingga nampak lah lengan Bela yang putih bersih.


Bayu dan Niko yang sudah selesai menghajar ketiga preman itu langsung mendekati Bela, Bayu dan Niko belum tahu siapa wanita yang mereka tolong, karena wajah nya masih menunduk.


" Anda tidak apa apa kan nona, semua sudah aman" ucap Bayu mendekati Bela.


Bela yang mendengar suara langsung mengangkat kepala nya.


Deg....


Bersambung....


Mohon untuk selalu dukung karya author ya readers tercinta, dengan Like,komen dan Vote yang banyak plisss


kasih bunga dan kopi yang banyak juga yaa 😊😊


terima kasih banyak 🙏🙏

__ADS_1


Love You More 😊😊


__ADS_2