
" Kenapa diam kak, ngakuin kalau emang bener kemarin jadi demit penghuni Danau Toba" kali ini Ratu yang meledek Andra dan membuat semua yang ada di sana balik menertawakan kan Andra.
" Ya enggak lah, kakak itu malah menjadi malaikat nya, karena kalian tidak keterusan, ya kan sayang" ucap Andra membela diri.
" Keterusan apa emang nya" tiba tiba Oma Dewi bersuara karena keluar dari dalam kamar.
" Waduuh malaikat pencabut nyawa keluar beneran" gumam Andra menutup mulutnya keceplosan lalu menutup mulutnya dengan kedua tanganya.
Tiara langsung mencubit perut Andra karena mulutnya suaminya yang begitu lemes, " mulut kamu Mas?" ucap Tiara dengan melototkan matanya.
" Aku gak tau kalau Oma di sini sayang" sahut Andra dengan berbisik.
" Ndra..kenapa diam? keterusan apa?" tanya mama Oma yang sebenarnya sudah tau apa maksud cucu nya itu.
" keterusan buat Photo Oma, sampai gak ingat waktu" Ratu yang menjawab agar Oma nya tidak tahu.
kalau sampai tahu bisa gawat urusanya, begitulah fikir mereka semua saat ini, sedangkan semua para orang tua hanya bisa diam tanpa ada yang membela anak-anaknya, biar kan saja kali ini Oma nya yang bertindak.
*****
Sedangkan di kediaman Atmaja, Ara yang saat ini kembali kontraksi berteriak sekuat-kuatnya karena merasakan perutnya yang begitu sakit.
" Sakiiiiit By" teriak Ara.
" Iya sayang Aby tahu, sekarang kita kerumah sakit ya, kamu harus tahan, sebenatar lagi kita mau ketemu sama neng geulis" ucap Azmi berusaha menengkan Ara.
Di dalam perjalanan pun Ara tetap teriak teriak, dan itu membuat Cahaya sedikit ketakutan dan langsung memegang perutnya karena merasakan ngilu tibatiba.
Raja langsung memegang tangan Cahaya dan di genggamnya dengan kuat.
" Jangan takut sayang, dan jangan di lihat kalau kamu takut" ucap Raja.
Azmi yang melihat Raja malah memegang tangan Cahaya sebelah, dan sebelah lagi menyetir dengan kecepatan tinggi begitu terkejut,
__ADS_1
" Ja fokus kalau nyetir, kamu mau bawa kita ke rumah sakit apa kuburan, malah pegang-pegangan pula" ucap Azmi dan langsung membuat Raja melepaskan peganggannya dari tangan Cahaya.
" Aaaahhhk By sakit banget, mama mana sih? tega banget sama anaknya, bukannya pulang malah asik liburan" teriak Ara dengan kesal.
Cahaya berusaha mencoba menghubungi semua yang ikut jalan jalan ke Sumatera, tapi semua nomornya masih tidak nyambung.
" Masih belum nyambung Mas, mungkin masih di pesawat" ucap Cahaya pada Raja.
" iya sayang, masih di pesawat kayaknya" jawab Raja.
" Ja buruan dong, kasian Ara udah sampai begini" teriak Azmi lagi-lagi karenamelihat wajah pucat istrinya dan juga keringat dingin di wajahnya.
" Ck, ini udah kecepatan maksimal kak, kan kakak sendiri yang bilang kalau kita mau ke rumah sakit bukan ke kuburan" jawab Raja.
" Lagian kakak kan seorang dokter handal, masa gak bisa nenagin kak Ara sih" sambung Raja sambil melihat wajah kedua suami istri itu dari kaca spion tengah.
Benar juga ya, kenapa gue jadi ikutan panik, ya ammpun Azmi, kenapa mendadak jadi bodoh gini di saat istri mau lahirin anak sendir, batin Azmi.
" Uma dengar Aby, tarik nafas perlahan kemudian keluarkan sayang, ini mungkin belum pembukaan sempurna sayang, kamu harus sabar dan kuat, sebentar lagi kita sampai oke" ucap Azmi kembali memangkan Ara.
Azmi begitu setia di samping Ara, Dokter dengan telaten memeriksa keadaan Ara dan juga bayinya.
" Dokter Azmi, saat ini dokter Ara masih pembukaan lima, masih beberapa jam lagi untuk melahirkan, sebaiknya doker temani dokter Ara untuk jalan-jalan dan sering sering jongkok biar pembukaannya cepat bertambah", ucap dokter yang menangani Ara.
Azmi langsung menatap istrinya, " kamu kuat kan sayang, biar kita bisa bertemu dengan neng geulis" tanya Azmi.
" Gak By, Ara gak kuat kalau harus jalan lagi, sakit banget By" jawab Ara dengan wajah yang sudah begitu pucat dan keringat yang membanjiri wajah Ara.
Di luar Cahaya dan Raja menunggu dengan setia, tak lama kedua orang tua Azmi tiba dengan nafas yang ngos-ngosan karena berlari dari depan ke ruang bersalin.
" Raja, Cahaya gimana dengan Ara nak?" tanya mama Azmi dengan wajah paniknya.
" Masih di dalam Tan, sedang menunggu persalinan mungkin" jawab Cahaya.
__ADS_1
" Pa mama mau masuk ya lihat keadaan menantu kita" ucap mama Azmi yang langsung di jaab anggukan kepala oleh papanya.
Ibu Nugroho langsung masuk ke dalam untuk melihat menantu kesayangannya, sedangkan Pak Nugroho menunggu di luar bersama dengan Raja dan Cahaya.
"Papa dan yang lainnya belum balik dari Sumatera Ja?" Tanya pak Nugroho.
" Lagi di jalan Om?" jawab Raja yang langsung di jawan anggukan kepala oleh pak Nugroho.
Di dalam pesawat, perasaan Nita sudah ketar ketir, Bima memenangkan kegelisahan istrinya agar tetap tenang. di tatapnya terus jam yang melingkar di pergelangan tanganya. masih sekitar satu jam lagi sampai mereka tiba di Jakarta.
" Paperasaan mama benar-benar gak enak, apa Ara sudah mau melahirkan ya Pa?" ucap Nita bertanya-tanya.
" Kamu harus tenang dong Ma, kalau pun Ara mau lahiran kan ada Azmi suaminya di sana, kita di sini bantu doa, nanti juga kita bakalan kesana juga" sahut papa Bima.
" Tapi kan harusnya kita sebagai orang tua ada di sana Pa, buat menyemangati" ucap mama Nita tak mau kalah.
" Kita ada di sana juga gak bisa masuk Ma, gimana mau nyemangati, anak kita sedang berjuang buat lahiran, bukan mau main bola atau bertempur di medan perang" ucap papa Bima yang langsung membuat mama Nita tenang.
Di rumah sakit Ara sudah begitu lemah, tenaganya seperti sudah tidak ada lagi, dan saat ini masih pembukaan delapan, Azmi begitu setia menemani Ara, begitu juga dengan mama Azmi.
" Sayang kamu minum dulu ya, biar kamu ada tenaga buat lahirin cucu mama" ucap mama mertua Ara sambil memberikan air minum.
Ara menerima nya dan meminumnya dengan gelas yang masih di pegang oleh mama mertua nya.
" Sayang kamu mau makan?" kali ini Azmi yang bertanya.
" Ya ampun By, kamu ada-ada aja deh, Ara udah gak sanggup mau ngapa-ngapain malah di tawarin makan" kesal Ara.
Azmi langsung diam begitu istrinya sudah kembali dalam mode galaknya.
Bersambung.
Ayo Ara semangat biar bisa ketemu dengan neng geulis.
__ADS_1
Ayo Readers semangati Ara biar Ara dan neng geulis selamat saat melahirkan dan Ara dan bayinya sehat sehat saja.