
Haikal yang uring-uringan setelah mendengar perkataan Bunda dan Ayahnya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Ratu.
Namun baru deringan pertama, Ratu langsung merijek panggilan telpon Haikal dan mebuat jantung Haikal serasa berhenti mendadak.
Deg.
Dengan gerakan cepat Haikal langsung mengambil kunci motornya dan langsung berjalan ke rumahutama Atmaja, Ayah Aldi dan Bunda Widya yang melihat putranya pergi dengan terburu buru langsung keluar dari kamar karena tadi mereka memang mengintip di balik pintu saat melihat Haikal kebingungan semenjak mendengar ucapan kedua orang tuanya.
" Sepertinya putra mu sudah memikirkan hubungannya ke depan dengan Adek Bun" ucap Ayah Aldi.
" Kita lihat saja Mas, Soalnya Bunda juga mau Haikal dan Adek segera menikah, Ayah tahu kan Bunda juga ingin menimang cucu, karena dulu ingin punya anak lagi tapi gak bisa" sahut Bunda Widya.
" Sabar Bun, kita lihat saja gimana merekanya, lagian sebentar lagi Ara juga mau punya anak, Bunda bisa main main sama anak Ara kan" ucap Ayah Aldi menyabarkan sang istri.
" Ara kadang kan ke rumah mertuanya Yah, jadi gak setiap hari Bunda bisa bermain dengan anaknya, lagian dia kan cucu nya kak Nita, bukan cucu kita" sahut Bunda Widya yang langsung naik ke atas tempat tidur di susul ileh Ayah Aldi.
Sementara Haikal yang baru tiba di kediaman Atmaja langsung masuk ke dalam pekarangan rumah setelah di buka kan gerbang rumah oleh serucity setelah melihat Haikal datang malam malam ke rumah tuannya.
" Loh Den Haikal tumben malam malam datangnya?" tanya sang security namun tak di tanggapi oleh Haikal.
__ADS_1
Haikal langsung berlari masuk ke dalam rumah, namun saat mau naik ke lantai dua dimana kamar Ratu berada, Haikal di cegat oleh Raja yang baru saja mengambil minum untuk dirinya dan Cahaya karena haus habis membuat Raja junior.
" Haikal" panggil Raja dengan membawa satu botol minuman di tangannya.
Haikal langsung menghentikan langkah kakinya dan melihat Raja dengan tampilan rambut yang acak acakan.
" Kamu mau kemana? kenapa wajahmu kusut begitu?" tanya Raja sambil melihat jam yang sudah menujukkan pukul 11 malam lewat.
" Menemui Adek Ja" jawab Haikal dengan wajah kusutnya.
" Adek? malam malam begini? ada apa dengan kalian?" Raja terus saja bertanya yang membuat Haikal semakin kesal.
" Nanti saja aku ceritakan Ja, sekarang aku ke kamar Adek dulu" ucap Haikal yang langsung melangkah kan kakinya menaiki tangga.
"Haiiiis Ja, masalah nya bukan Adek yang kenapa napa kalau aku gak menemui dia saat ini, tapi aku yang akan gila nantinya, makanya kamu diam saja dan jangan ganggu urusan ku dulu" sahut Haikal.
" Ini menyangkut masa depan ku Ja, permisi" sambung Haikal yang langsung berlari menuju kamar Ratu.
Raja hanya bisa diam saja berdiri memandangi kepergian Haikal, namun baru beberapa langkah Raja berjalan, panggilan seseorang membuat Raja kembali menhentikan langkahnya dan menoleh ke asal suara,
__ADS_1
" Kak Raja" panggil Ratu.
" Loh adek, kok di sini? belum tidur tadi Haikal malah buru buru mau nememui kamu" ucap Raja yang melihat adek kesayangannya.
Apa kak Haikal ke sini, apa karna aku tadi matikan telponnya ya, biarin aja deh, dia yang buat aku sedih juga, batin Ratu.
" Kalian kenapa? cerita sama kakak?" tanya kak Raja dengan lembut.
" Gak apa apa kak, yauda Adek mau ke ruang musik aja, males ketemu sama kak Haikal" sahut Ratu yang langsung pergi ke ruang musik.
Raja hanya bisa menatap Ratu dan Haikal dengan bingung, Sementara di kamar Ratu, Haikal langsung terdiam saat tidak menemukan Ratu berada di kamar.
" Adek kamu kemana sih? jangan buat kakak khawatir dek" ucap Haikal Frustasi sambil menekan nomor Ratu tapi malah tidak aktif.
" Aahahhhhhggrrr" Teriak Haikal yang mengaget kan Raja yang baru saja tiba sampai di lantai dua.
" Adek kamu kemana? Pliss jangan gini dek" ucap Haikal terduduk di lantai kamar Ratu sambil meremas rambutnya.
Raja kembali melangkahkan kakinya menuju kamar Ratu, tapi Cahaya sudah memanggilnya karena Raja begitu lama tidak kembali untuk mengambil air minum.
__ADS_1
" Aii" panggil Cahaya dengan suara lembutnya.
Bersambung.