Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 53


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu, tapi Kia belum juga sadar dari koma nya, Pandu selalu setia menemani Kia, bahkan Pandu sama sekali tidak pernah meninggal kan ruangan rawat Kia walau pun hanya sebentar.


Urusan kantor di serah kan oleh Aldi dan kakak ipar nya Bima yang menghendle sementara, kalau ada meeting penting, Pandu melakukan dengan metode Zoom, alasan Pandu tidak mau pergi meninggal kan Kia karena Pandu tidak mau terjadi apa apa pada istri nya.


Saat Pandu, Mama Dewi dan Papa Ridwan sedang menunggu Kia di ruang rawat Kia. pintu ruangan Kia terbuka, masuk lha Aldi ke dalam ruangan Kia.


"Ada apa Al?" tanya papa Ridwan.


"Di depan ada orang suruhan kita dan beberapa polisi yang menangani kasus penembakan Kia Om, mereka mau berbicara langsung dengan Pandu" jawab Aldi memberi tahu.


Pandu yang mendengar ucapan Aldi pun langsung mengangguk kan kepala nya, Papa Ridwan langsung bangkit dari sofa dan keluar dari ruang rawat Kia di ikuti Aldi di belakang.


Sementara Pandu sebelum keluar mendekati tempat tidur Istri nya terlebih dahulu.


"Sayang, Mas keluar sebentar ya, Mas cuma di depan ruangan kamu kok, Mas ingin tau siapa yang sudah membuat kamu seperti ini, cepat lha sadar sayang" ucap Pandu mencium kening Kia.


Pandu pun meminta mama nya untuk menjaga Kia sebentar, dan jangan pernah meninggal kan Kia walau pun cuma sebentar.


"Ma...Pandu titip Kia bentar ya, dan kalau ada apa apa kasih tau Pandu ya Ma" ucap Pandu menintip kan Kia sebentar.


"Iya nak, kamu gak usah khawatir, Kia sudah seperti anak mama sendiri, kamu urus dulu kasus Kia, biar cepat selesai" sahut Mama Dewi.


"Iya Ma" jawab Pandu langsung pergi keluar ruang rawat Kia.


Saat sudah di luar, orang suruhan Aldi dan beberapa polisi sudah menunggu kedatangan Pandu.


"Gimana? sudah tau siapa pelaku nya?" ucap Pandu tanpa basa basi.

__ADS_1


"Maaf Pak kami dari pihak polisi sampai sekarang belum mendapat hasil, dari hasil cctv yang kita lihat disekitar rumah besar tuan Atmaja, tidak begitu jelas di mana letak penembakan Nona Kia, dan tidak ada tanda tanda yang mencuriga kan di sekitar rumah Tuan Atmaja" ucap komandan polisi yang mewakili rekan rekan polisi untuk menyampai kan yang mereka selidiki.


Pandu yang mendengar hasil laporan dari polisi belum ada hasil pun langsung memejam kan mata nya, Pandu berfikir kenapa sudah tiga hari belum ada hasil sama sekali.


"Segera tuntas kan secepat nya pak, saya tidak mau sampai pelaku yang sudah mencelakai istri saya masih berkeliaran bebas di luaran" ucap Pandu dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Baik pak, akan segera kami selidiki kembali" ucap Komandan polisi.


Pandu diam saja tidak menjawab, Para polisi pun langsung pamit pada Pandu dan Pak Ridwan.


"Kalau begitu kami pamit dulu pak, kalau ada hasil yang kita dapat, kami langsung mengabari kepada pak Pandu" ucap komandan Polisi tersebut.


Pandu hanya mengangguk kan kepala nya saja, setelah para polisi pergi, tatapan Pandu langsung mengarah kepada orang suruhan Aldi dan Pandu.


" Apa yang kalian dapat, apa sama hasil nya seperti para polisi tadi?" tanya Pandu dengan wajah dingin tanpa expresi.


Pandu langsung menarik napas dalam mendengar hasil dari anak buah nya.


"Seperti nya dalang dari insiden penambakan Kia bukan orang main main Ndu?" ucap Aldi.


"Iya...Kamu benar Al, seperti nya aku tidak pernah punya musuh, tapi siapa yang melakukan ini semua?" sahut Pandu sambil memijit pangkal hidung nya karena pusing memikir kan siapa yang menembak istri nya.


"Tapi seperti nya tujuan penembakan ini memang langsung di lakukan untuk Nona Kia Tuan, bukan untuk Tuan, karena yang kita lihat dari cctv, si penembak memang mengarah kan tepat untuk nona Kia" ucap Yoga kembali.


"Yasudah kalian selidiki lagi, saya tidak mau tau, dalam waktu dekat kalian harus sudah dapat pelaku nya" ucap Aldi dengan tegas.


Sementara Papa Ridwan berfikir keras, kira kira siapa yang tega melakukan ini semua pada menantu nya.

__ADS_1


"Ndu, apa Kia selama ini punya musuh?" tanya Papa Ridwan.


"Pandu rasa Kia gak mungkin punya musuh Pa, karena Kia itu baik banget orang nya" jawab Pandu saat mendapat pertanyaan dari papa nya.


"Atau orang orang yang selama ini mencintai Kia mungkin? karna mereka ngerasa sakit hati tidak mendapat kan cinta dari Kia?" ucap Papa Ridwan lagi.


"Aldi rasa gak mungkin Om, kalau memang mereka mencintai Kia, mereka gak mungkin menyakiti Kia Om" Ucap Aldi menimpali omongan Om Ridwan dan Pandu.


Papa Ridwan langsung mengangguk angguk kan kepala tanda mengerti, sementara Pandu hanya diam saja tampak berfikir.


Sementara di dalam ruangan Kia, mama Dewi berbicara agar Kia bisa segera bangun dari koma nya, karena Ricki dan Anita yang mengatakan kalau kita sering mengajak Kia berbicara, itu yang bisa membuat pikiran Kia terangsang dan bisa dengan cepat bangun dari koma nya.


"Kia sayang bangun lha Nak, kita semua sudah sangat merindukan senyuman mu, kamu tidak kasian sama suami kamu Pandu nak, selama kamu koma, tidak ada yang mengurus Pandu nak, Pandu juga makan nya tidak teratur, bangun lha nak, buka mata kamu sayang, mama dan yang lain nya sangat membutuh kan kamu" ucap Mama Dewi memegang lembut tangan Kia.


Ternyata ucapan mama Dewi mau merangsang pikiran Kia, Mama Dewi melihat Kia mengeluar kan Air mata nya, Mama Dewi begitu senang ada perubahan dari kondisi Kia, Mama Dewi pun langsung memanggil Pandu dan Dokter untuk memeriksa Keadaan Kia.


"Pandu..Panduu" panggil mama Dewi dengan antusius


Pandu dan yang lain nya yang mendengar mama Dewi memanggil nama nya Pandu pun langsung masuk ke dalam ruangan Kia.


Bersambung....


jangan lupa untuk slalu dukung Author ya para pembaca DOKTER CANTIK JODOHNYA PRESDIR TAMPAN


Dengan Like,komen dan vote


terimah kasih banyak 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2